Showing posts with label perlombaan. Show all posts
Showing posts with label perlombaan. Show all posts

Monday, July 1, 2013

Persiapan Murai Batu Mengikuti Lomba



Salah satu tujuan penghobi burung sangat menginginkan jenis Murai Batu adalah untuk dilombakan. Karena dari lomba tersebutlah para penghobi burung Murai Batu dapat memperoleh keuntungan yang lebih sekalian sebagai media promosi burung kicauan mereka. Karena apabila Murai Batu yang dilombakan menyabet gelar juara, maka biasanya harga Murai Batu juara akan naik drastis memiliki nilai jual yang tinggi.

Dalam perlombaan burung ocehan, kicauan yang merdu merupakan takaran nilai utama kemenangan dari burung tersebut, walau tetap ada penilaian sisi lainnya namun itu hanya sebagai pelengkap saja. Tapi sayangnya, tidak semua burung ocehan yang diikutkan dalam lomba mengeluarkan kemampuan kicauan suara yang terbaik ketika lomba berlangsung, sehingga pemilik burung akan merasa kecewa, begitu halnya dengan Murai Batu. Murai Batu yang belum siap untuk dilombakan jika dipaksa harus dilombakan pastilah akan menampilkan performa yang buruk. Di sinilah diperlukan kemampuan anda sebagai pemilik untuk melihat apakah Murai Batu yang anda pelihara sudah dalam kategori siap atau belum. Jika ‘siap lomba’ jangan ragu lagi, jika ‘belum siap’ jangan coba-coba. Terkadang, meskipun burung Murai yang kita miliki dari segi umur dan suara sudah mencukupi untuk diikutkan lomba, tetapi apabila ketika persiapannya saja kita sudah melakukan hal-hal yang salah, maka kemungkinan besar penampilan burung juga tidak maksimal.

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang bisa dilihat untuk Murai Batu yang sudah masuk dalam kategori ‘Siap Lomba’ adalah sebagai berikut :

  • Minimal usia Murai Batu 2 tahun, ini dimaksudkan agar kesempurnaan bunyi suara kicauannya lebih terasa dan terdengar jelas.
  • Murai Batu Tidak Giras, dalam artian mental tarung Murai Batu kuat, tidak takut akan kehadiran manusia, lawan atau siapapun.
  • Murai Batu Gacor di mana saja, Murai Batu mampu beradaptasi dengan lingkungan, di mana saja berada tetap mengeluarkan kicauan-kicauannya.
  • Murai Batu bersuara khas dan bervariasi, ada kicauan yang terdengar berulang-ulang (Ciri khas) dan mampu mengeluarkan variasi kicauan jika sudah bercampur dengan burung kicauan lainnya.
  • Dari segi kotorannya, kotoran yang dikeluarkan burung Murai berbentuk kecil dan tidak basah, ini menandakan burung tersebut sudah kategori dewasa dan sedang tidak mengalami gangguan pencernaan.

Ciri-ciri di atas masih dalam aspek kepada burungnya saja, yang perlu juga kita perhatikan/siapkan ketika ingin melombakan burung Murai Batu adalah cara-cara merawat burung tersebut seminggu sebelum perlombaan, hal ini penting demi mempersiapkan burung yang benar-benar siap , siap kemampuan dan siap mental. Berikut teknik dan caranya :

  • Burung Murai Batu yang ingin dilombakan seminggu sebelumnya harus dijauhkan dahulu dari berjumpa dengan burung kicauan yang lain. Bertujuan mengurangi minat burung itu berkicau sehingga stamina tubuh dan kicauannya tetap terjaga. Pemberian pakan juga pada porsi yang seperti biasa saja, jangan lakukan penambahan porsi pakan, begitu juga dengan jenis pakannya, ditakutkan penambahan/perubahan itu malah akan membuat burung kaget sehingga di lapangan nanti pola penampilannya juga akan berubah.
  • Kondisikan burung Murai Batu dengan lapangan lomba. Sebelum perlombaan dimulai anda bisa mengamati lokasi perlombaan itu seperti apa, apakah model terbuka atau sebaliknya, bagaimana intensitas cahaya yang mengenai tempat itu. Dengan begitu anda bisa melakukan pelatihan burung Murai anda untuk dapat mengkondisikan ditempat yang baru dengan suhu yang berbeda.
  • Awasi burung dari kemungkinan diganggu hewan lain. Perhatian intensif sebelum perlombaan penting demi menjaga mental burung Murai. Jauhkan Burung Murai dari bertemu hewan penggangu lain seperti kucing, ayam, kambing atau apapun yang membuatnya takut dan trauma. Ketakutan-ketakutan itu bisa membuat mentak burung Murai tidak stabil lagi, dan parahnya, kemungkinan seperti itu akan membuat burung menjadi giras(tidak menentu) ketika perlombaan.

Demikianlah hal-hal yang harus anda perhatikan dan siapkan dalam mengikutsertakan burung Murai Batu milik anda dalam sebuah lomba. Perawatan dan penjagaan yang intensif membuat kenyamanan dan mental burung tetap terjaga. Jika hal itu terjadi, kemampuan burung untuk menampilkan kemampuan yang terbaik bisa terwujud. Keterwujudan semua itu memungkinkan kemenangan juara akan jatuh pada Murai Batu milik anda. Sekian dari saya, dan selamat mencoba. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://xcult-xcult.blogspot.com/2012/10/mengenali-ciri-ciri-murai-batu-yang.html
http://omkicau.com/2008/10/31/menyiapkan-burung-untuk-lomba/
Sumber Photo : Google.com

Thursday, May 16, 2013

Keunikan Murai Batu

Murai Batu siapa yang belum mengenalnya, dirasa-rasa hampir seluruh masyarakat cukup familiar dengan nama tersebut. Sebuah nama yang wujudnya memiliki keelokan suara yang menakjubkan, tatanan tubuh yang anggun, cukup jantan untuk memenangkan sebuah perlombaan burung yang kesemuanya ditujukan pada murai batu. Sehingga rasa takjub pun dihadiahkan bagi burung yang banyak dimiliki oleh pencinta burung ocehan. Sedari begitu banyak yang mengupas mengenai dari burung murai batu, mulai dari tips perawatannya, cara memilih bakalan yang baik, cara melatihnya, atau makanan yang baik untuknya, kesemuanya sudah barang tentu menjadi tulisan yang umumnya sudah dibaca oleh masyarakat luas. Tetapi dalam artikel ini akan membahas mengenai keunikan yang dimiliki oleh murai batu.

Umumnya burung murai batu jalur penyebarannya sudah ada di seluruh indonesia mulai dari Aceh sampai pada daratan kalimantan, tetapi penyebaran di luar negeri pun burung murai sendiri mendapat tempatnya ialah di Malaysia, Thailand, Filipina dan di beberapa daerah di Asia Tenggara lainnya dan beberapa di asia tengah serta selatan namun tidak sampai menginjak daratan eropa sehingga ini keunikannya hanya dimiliki oleh daratan benua asia.

Dari umur yang dimilikinya tidak kalah heboh dari ukuran tubuh yang mempunyai kisaran rata-rata 15-25 cm mampu menempuh hidup mencapai 10-15 tahun yang sangat jarang dimiliki jenis burung-burung lain pada umumnya.

Keunikan yang perlu dituliskan selanjutnya ialah dari ciri-ciri yang dimiliki untuk murai jantan pada umumnya mempunyai kepekatan pada bulu dan apabila di bagian atasnya hitam maka berwarna hitam dan berkilauan. Jika diternak pada umur satu tahunan umumnya kecacatan suara dapat dihindari. Bagi murai betina sendiri lebih kepada warna pudar yang dimilikinya baik di bagian pundaknya maupun dadanya yang kuning muda.

Selanjutnya, ketika sulitnya serangga didapat jika terjadi musim penghujan bagi burung murai sendiri untuk persediaan makanan di masa reproduksi maka cerdiknya diakali dengan mencari makanan sebelum musim penghujan datang sehingga nutrisi dapat dipenuhi dalam melakukan masa reproduksi di akhir musim penghujan.

Dari segi pecinta burung murai batu, kebanyakan hobiis lebih memilih murai batu Jambi yang alasannya berdasarkan keindahan suaranya serta lincah yang dimilikinya saat berkompetisi bersama burung-burung yang lain. Ini dapat didukung dari postur tubuh yang cukup sedang dan kisaran panjang ekor yang hanya 14-17 cm sehingga murai batu Jambi tidak memiliki beban yang berat di ekornya untuk mendukung keberhasilan eventnya.

Tak kala dari pada itu, di saat musim kawin jika murai batu dalam penangkaran yang bukan di alam liar. Keunggulan yang diberikannya ialah keriwetan peternak dalam menangani musim kawinnya. Perlunya pengaturan tingkat stress, harus bersihnya dari tikus, cicak, dan tokek. Serta untuk pejantannya menunjuk sikap yang sangat agresif kepada betina sehingga perlu pengaman khusus untuk mengharapkan minimnya resiko yang diderita murai batu betina. Menurut yang sudah-sudah, bagi peternak yang ingin menghasilkan anakan yang mempunyai semangat tempur yang tinggi serta suara merdu perlu mempersiapkan indukan jantan yang memang sudah mendapat juara dalam perlombaan burung kicauan bagi indukan betina cukup mencari yang mempunyai keelokan suara yang dimiliki indukan jantan, dan postur yang baik dimilikinya sehingga dapat menghasilkan keturunan yang sama baiknya dari indukannya.

Yang di akhir keunikan yang dimiliki murai batu ialah dari golongan dari keluarga Turdidae yang khasnya memiliki suara merdu. Khusus bagi murai batu adalah memiliki sifat yang cerdas karena kepandaiannya dalam menirukan suara yang didengarnya menjadikan keunikan yang tidak main-main untuk tidak dapat dimiliki burung-burung yang lain. Dan mudahnya jinak kepada manusia adalah polesan terakhir dari keunikan murai batu.

Dari itu tidaklah salah bagi pecinta burung ocehan untuk memilih murai batu yang sudah tidak diragukan lagi kebolehannya di kancah perlombaan burung yang sering diikutinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://budidayaukm.blogspot.com/2011/06/murai-batu.html