Showing posts with label ocehan. Show all posts
Showing posts with label ocehan. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

Murai Batu Si Burung Mewah



Murai Batu siapa yang tidak kenal dengan burung yang terkenal dari kicauannya yang sangat indah, di samping itu penyebarannya yang ada dari Sumatera hingga kalimantan ini begitu punya ceritanya sendiri untuk dikuak. Kemewahannya ialah menjadi pembicaraan dalam artikel ini yang memang burung murai batu adalah jenis burung yang dicari oleh pecinta burung serta diperdagangkan dengan harga yang tidak murah tentunya.

Dari ragamnya Murai batu yang tersebar di Indonesia terdapat sekitar enam jenis di antaranya: Murai Batu Jambi, Murai Batu Borneo, Murai Batu Medan, Murai Batu Jawa atau Larwo, Murai Batu Nias, dan Murai Batu Aceh. Ke semua dari ragam jenis murai batu tersebut adalah berharga mahal. Banyaknya penangkaran di banyak daerah untuk memperdagangkan burung murai batu tidaklah lahir tanpa sebab melainkan karena banyaknya permintaan terhadap murai batu dengan harga yang mahal pula.

Mengingat kisaran harga untuk setiap murai batu yang sudah matang bertarung atau cagor mampu ditaksir dengan harga tiga jutaan, lebih dari itu bagi murai batu yang menang dalam event lomba burung bisa mempunyai harga mencapai puluhan juta. Ini bukanlah mustahil mengingat perawatan murai batu tidaklah mudah dan penuh dengan ekstra keras dalam melatih suaranya agar dapat berkicau dengan variasi yang banyak.

Bagi pecinta burung ocehan yang memilih burung murai batu tidaklah sembarangan dalam menilik bakalannya, perlu keahlian serius dalam menentukan jenis bakalan murai batu seperti apa yang mempunyai mental kuat, suara bagus dan postur tubuh yang sesuai. Menjadikan dari semua itu membawa murai batu tempatnya di hati orang-orang untuk merawatnya dan melatihnya menjadi burung petarung yang handal dalam memenangi banyak kejuaraan burung ocehan.

Tak kalah hebat dalam kemewahan event bagi murai batu, ialah dibukanya kelas khusus untuk memperlombakan murai batu dengan hadiah juga yang tidak sedikit. Dari perlombaan ini para murai batu dari berbagai jenis di Nusantara mampu menunjukkan kemegahan suaranya yang variasi serta mental yang kuat untuk membuat takut murai batu yang lain.

Dari jenis spesies yang tergolong dalam kelompok Turdidae ialah burung yang mempunyai suara yang indah, tidaklah ada diantara jenis-jenis murai batu yang disebutkan tadi yang memiliki suara yang jelek. Ini dapat dilihat dari eloknya badannya yang mempunyai bulu hitam dibalut warna merah serta suara yang mendesir mengikuti alunan suara air terjun.

Menawan pula dari perawatannya baik untuk ditangkarkan maupun melatihnya menjadi burung cagor tidaklah sembarangan. Perlu kesabaran ialah kuncinya, mengingat dalam penangkaran terutama dalam prosesi perkawinan murai batu adalah burung progresif kepada lawan jenisnya sehingga jikalau tidak hati-hati dapat membunuh lawan jenisnya. Di samping itu dalam menjinakkan murai batu liar juga perlu langkah yang sama yakni kesabaran, prosesi penjinakan yang dilakukan mulai dari melakukan perubahan adaptasi untuk tidak membuatnya stres, memilih jenis makanan yang sesuai sehingga tidak mengurangi nafsu makannya serta mampu mengkondisikan kandang untuk kenyamanannya ialah menunjukkan akan kemewahan murai batu. Dari pelatihan suaranya untuk banyak variasi, pemiliknya perlu mendengarkan suara burung ocehan kepada murai batu ataupun mengajak murai batu yang sudah memiliki isian suara untuk didekatkan dengan burung ocehan lainnya.

Adalah yang demikian itu menjadi bukti murai batu adalah si burung yang mewah dengan eksotisme suaranya, gaya geraknya dalam bertarung, perawatannya, penangkarannya, serta melatih suaranya. Menjadi poin bagi pecinta burung ocehan untuk tak salah memilih murai batu sebagai burung ocehan yang layak dengan kemewahan yang dimilikinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Gambar: google.com

Monday, July 1, 2013

Persiapan Murai Batu Mengikuti Lomba



Salah satu tujuan penghobi burung sangat menginginkan jenis Murai Batu adalah untuk dilombakan. Karena dari lomba tersebutlah para penghobi burung Murai Batu dapat memperoleh keuntungan yang lebih sekalian sebagai media promosi burung kicauan mereka. Karena apabila Murai Batu yang dilombakan menyabet gelar juara, maka biasanya harga Murai Batu juara akan naik drastis memiliki nilai jual yang tinggi.

Dalam perlombaan burung ocehan, kicauan yang merdu merupakan takaran nilai utama kemenangan dari burung tersebut, walau tetap ada penilaian sisi lainnya namun itu hanya sebagai pelengkap saja. Tapi sayangnya, tidak semua burung ocehan yang diikutkan dalam lomba mengeluarkan kemampuan kicauan suara yang terbaik ketika lomba berlangsung, sehingga pemilik burung akan merasa kecewa, begitu halnya dengan Murai Batu. Murai Batu yang belum siap untuk dilombakan jika dipaksa harus dilombakan pastilah akan menampilkan performa yang buruk. Di sinilah diperlukan kemampuan anda sebagai pemilik untuk melihat apakah Murai Batu yang anda pelihara sudah dalam kategori siap atau belum. Jika ‘siap lomba’ jangan ragu lagi, jika ‘belum siap’ jangan coba-coba. Terkadang, meskipun burung Murai yang kita miliki dari segi umur dan suara sudah mencukupi untuk diikutkan lomba, tetapi apabila ketika persiapannya saja kita sudah melakukan hal-hal yang salah, maka kemungkinan besar penampilan burung juga tidak maksimal.

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang bisa dilihat untuk Murai Batu yang sudah masuk dalam kategori ‘Siap Lomba’ adalah sebagai berikut :

  • Minimal usia Murai Batu 2 tahun, ini dimaksudkan agar kesempurnaan bunyi suara kicauannya lebih terasa dan terdengar jelas.
  • Murai Batu Tidak Giras, dalam artian mental tarung Murai Batu kuat, tidak takut akan kehadiran manusia, lawan atau siapapun.
  • Murai Batu Gacor di mana saja, Murai Batu mampu beradaptasi dengan lingkungan, di mana saja berada tetap mengeluarkan kicauan-kicauannya.
  • Murai Batu bersuara khas dan bervariasi, ada kicauan yang terdengar berulang-ulang (Ciri khas) dan mampu mengeluarkan variasi kicauan jika sudah bercampur dengan burung kicauan lainnya.
  • Dari segi kotorannya, kotoran yang dikeluarkan burung Murai berbentuk kecil dan tidak basah, ini menandakan burung tersebut sudah kategori dewasa dan sedang tidak mengalami gangguan pencernaan.

Ciri-ciri di atas masih dalam aspek kepada burungnya saja, yang perlu juga kita perhatikan/siapkan ketika ingin melombakan burung Murai Batu adalah cara-cara merawat burung tersebut seminggu sebelum perlombaan, hal ini penting demi mempersiapkan burung yang benar-benar siap , siap kemampuan dan siap mental. Berikut teknik dan caranya :

  • Burung Murai Batu yang ingin dilombakan seminggu sebelumnya harus dijauhkan dahulu dari berjumpa dengan burung kicauan yang lain. Bertujuan mengurangi minat burung itu berkicau sehingga stamina tubuh dan kicauannya tetap terjaga. Pemberian pakan juga pada porsi yang seperti biasa saja, jangan lakukan penambahan porsi pakan, begitu juga dengan jenis pakannya, ditakutkan penambahan/perubahan itu malah akan membuat burung kaget sehingga di lapangan nanti pola penampilannya juga akan berubah.
  • Kondisikan burung Murai Batu dengan lapangan lomba. Sebelum perlombaan dimulai anda bisa mengamati lokasi perlombaan itu seperti apa, apakah model terbuka atau sebaliknya, bagaimana intensitas cahaya yang mengenai tempat itu. Dengan begitu anda bisa melakukan pelatihan burung Murai anda untuk dapat mengkondisikan ditempat yang baru dengan suhu yang berbeda.
  • Awasi burung dari kemungkinan diganggu hewan lain. Perhatian intensif sebelum perlombaan penting demi menjaga mental burung Murai. Jauhkan Burung Murai dari bertemu hewan penggangu lain seperti kucing, ayam, kambing atau apapun yang membuatnya takut dan trauma. Ketakutan-ketakutan itu bisa membuat mentak burung Murai tidak stabil lagi, dan parahnya, kemungkinan seperti itu akan membuat burung menjadi giras(tidak menentu) ketika perlombaan.

Demikianlah hal-hal yang harus anda perhatikan dan siapkan dalam mengikutsertakan burung Murai Batu milik anda dalam sebuah lomba. Perawatan dan penjagaan yang intensif membuat kenyamanan dan mental burung tetap terjaga. Jika hal itu terjadi, kemampuan burung untuk menampilkan kemampuan yang terbaik bisa terwujud. Keterwujudan semua itu memungkinkan kemenangan juara akan jatuh pada Murai Batu milik anda. Sekian dari saya, dan selamat mencoba. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://xcult-xcult.blogspot.com/2012/10/mengenali-ciri-ciri-murai-batu-yang.html
http://omkicau.com/2008/10/31/menyiapkan-burung-untuk-lomba/
Sumber Photo : Google.com

Tuesday, May 21, 2013

Menyimak Tentang Murai Batu Medan



Jika ditanya jenis murai batu apa yang sering memenangi kontes maka jawabnya ialah murai batu medan. Jika pun ada menanyakan burung ocehan jenis apa yang paling banyak dipelihara oleh pecinta burung ocehan maka juga jawabnya ialah murai batu medan. Begitu menakjubkannya burung ini dari sejarah yang menuliskan tentang kepopulerannya sudah dimulai dari tahun 1990-an dan merajai pemenangan hampir seluruh kontes yang diikutinya dalam festival-festival kejuaraan burung ocehan sehingga dari itu kegemaran untuk memiliki burung ini semakin marak oleh pecinta burung ocehan. Dan burung ini menjadi ibarat raja dari burung-burung murai batu lainnya yang juga terkenal dari suara yang variatif dan murai batu medan mempunyai tarian ekor yang indah.

Murai batu medan sebenarnya bukan berasal dari Kota Medan, namun karena banyaknya burung-burung murai batu yang dari pesisir pantai dan hutan sumatera di bagian utara diperdagangkan di Medan menjadi julukan tersendiri bagi murai batu medan. Keunikan burung ini menjadi salah satu pembeda dari murai batu jenis lain yang di luar sumatera bagian utara ialah ekornya yang panjang dan berwarna bercak-bercak putih pada bulunya di bagian pangkal ekor hingga pangkal paha kaki yang mendekati pangkal ekornya. Serta brand catatan bagi murai batu medan ialah ekor panjang yang melengkung.

Dicatat ada beberapa ciri-ciri fisik yang menjadi keunikan burung murai batu medan dari murai batu lainnya ialah diantaranya:

  • Bentuk badan yang besar dari murai batu lainnya dan menunjukkan keproporsionalannya sehingga menimbulkan sikap atletis
  • Warna hitam di bulunya terlihat legam dan mengkilat namun melirik pada kepalanya campuran warna hitam dipadu dengan warna biru yang bersemburan menghasilkan paduan warna yang cantik.
  • Pada kakinya berwarna hitam kemerahan jika waktu masih muda dan jikalau sudah tua sisik kemerahan itu akan hilang dan menonjolkan warna hitam.
  • Bagi murai batu medan memiliki intonasi suara yang lebih jelas
  • Bulu ekornya jauh lebih panjang dibandingkan burung murai batu lainnya sekitar 22 – 28 cm
  • Bulu ekor agak melengkung dan semakin ke ujung ekor melebar membelah
  • Kejinakan yang dimiliki sangat cepat dari pada murai batu pada umumnya
  • Variasi kicauan terus-menerus tanpa putus hingga akhir dan juga kicauan-kicauannya dapat diulang ke intonasi yang sama pula.

Menakjubkan kesan yang timbul dari kebagusan murai batu medan yang dimilikinya dalam pembeda identitas dari murai batu pada umumnya dari beberapa jenis yang ada. Namun, perambahan hutan yang memprihatinkan dengan tidak melihat makhluk di dalamnya ikut juga burung ini terseret pusara kelangkaan ditambah pemburuan yang berlebihan di alam liar karena tergiur pendapatan yang mahal dari murai batu medan yang sudah tidak lagi diragukan keunggulannya. Bicara harga pun murai batu medan mempunyai nominal fantastis dari penawaran para pencinta burung kicau, dalam kisaran harga 750 ribu rupiah sampai 1 juta dihargai bagi burung murai batu medan yang masih anakan sedangkan untuk murai batu yang sudah bisa bunyi maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Menarik memang dari burung murai batu medan sehingga menjadi ladang bisnis di peternak burung ocehan untuk memperdagangkan burung ini kepada pecinta burung dari prospek keunggulan yang ditunjukkan di perlombaan burung ocehan.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://muraikicau.blogspot.com/2012/11/ciri-ciri-murai-batu-medan-lampung-dan.html
http://omkicau.com/2010/05/09/murai-batu-medan-ada-enggak-sih/#more-14851
google.com/image

Larwo, Jenis Murai Batu Langka



Larwo adalah sebutan untuk murai batu jawa. Nama ini khusus diberikan untuk jenis murai batu jawa tersebut sehingga menjadi keunikan tersendiri bagi jenis murai batu satu ini. Banyak yang beranggapan bahwa larwo bukanlah termasuk murai batu, namun menurut ahli burung kicauan burung larwo masih termasuk jenis burung murai batu dan satu keluarga Turdidae yang khususnya memiliki suara yang indah dan kicauan yang sangat bagus seperti murai-murai batu lainnya. Yang dari tempat habitatnya jangan dicari-cari selain di pulau jawa karena habitat tempat hidupnya hanya akan dijumpai di pulau jawa sehingga menjadi keunggulan bagi murai batu jawa yang disebut Larwo dari jenis-jenis murai batu lainnya yang mungkin bisa dijumpai di banyak daerah. Dan di jawa tinggalnya dapat dijumpai di alam bebas yakni dari Ujung Kulon sampai dengan Gunung Kidul dan beberapa tempat lainnya.

Ciri-ciri fisiknya

Larwo atau sebutan khas burung murai batu jawa memiliki ciri-ciri fisik yang mempunyai perbedaan dengan murai batu pada umumnya diketahui. Sekilas jika dari kasat mata dilihat warnanya dari murai batu sumatera dan kalimantan tidak ada perbedaannya, namun diperhatikan lebih rinci lagi perbedaan serius dapat dilihat dengan membandingkan ukuran tubuhnya. Larwo mempunyai ukuran tubuh yang jauh lebih kecil bila disandingkan dengan murai batu sumatera dan kalimantan. Yang lainnya juga dapat menjadi pembeda dari performa ketika berkicaunya larwo, adalah bulu-bulu di kepalanya akan berdiri seperti jambul. Dan bulu dadanya berwarna hitam yang melebar hingga pangkal pahanya. Dan panjang ekornya lebih kurang dari 8-10 cm saja. Melirik suaranya, Larwo mempunyai suara yang kurang bagus dari murai-murai batu lainnya dan variasi suara yang masih sedikit. Serta makanannya sama dengan murai batu umumnya yakni kroto, ulat, dan belalang.

Melihat sejarahnya dahulu, murai batu jawa atau larwo sebutan akrabnya merupakan burung ocehan yang banyak digemari burung ‘jadul’ di jawa ketika murai batu dari jenis sumatera dan kalimantan belum membanjiri pasar burung ocehan di jawa. Namun sekarang kebalikan itu terjadi menimpa burung murai batu jawa ini, kelangkaan yang sudah mulai dirasakan oleh pecinta burung terhadap sulitnya sudah ditemukan burung ini di peredaran baik di penangkaran burung murai batu, di pasar burung ocehan, maupun di alamnya sendiri yakni hutan dan pegunungan. Sehingga intensitas kepunahan mulai dirasakan murai batu jawa dalam pelestarian yang sangat diperlukan.

Habitat yang hanya bisa dijumpai di pulau jawa merupakan kesulitan yang harus diterima karena padatnya penduduk yang sudah menghuni pulau jawa dari Banten sampai Jawa Timur sehingga hutan yang gundul menjadi penyebab burung ini tidak mendapatkan rumahnya di alam liar. Perlu diharapkan dari pelestarian burung ini oleh penangkar burung ocehan ataupun pecinta burung murai batu dalam tetap membudidayakan burung yang habitatnya sudah tidak nyaman lagi dari semestinya dulu yang masih indah. Sehingga pula juga dari sekitar tujuh jenis murai batu dapat tetap ada keberadaannya dari menghindari kepunahan yang di ambang pintu dari bersama melestarikan dalam penangkaran dan melepaskan beberapa ke habitat aslinya di samping juga bisa efektif untuk bisnis.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
Rachmanto, Penangkaran Burung Murai Batu. Yogyakarta, Kanisius, 2003.
http://omkicau.com/2012/11/19/burung-larwo-riwayatmu-kini/
http://birdacholic.blogspot.com/2012/07/habitat-murai-batu.html

Tuesday, May 14, 2013

Mengenal Pakan Murai Batu (1)

Memelihara dan menangkar Murai Batu tentunya tidak akan pernah lepas dari kebutuhan pakan. Ya, sebelum Anda memutuskan untuk memelihara Murai Batu baik untuk koleksi atau pun untuk lomba, terlebih dahulu Anda wajib tahu apa pakan terbaik untuk burung tersebut? Nah, pada tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya akan dibahas beberapa jenis pakan yang disarankan untuk Murai Batu.

Kroto

Apa yang dimaksud dengan kroto? Kroto adalah nama yang diberikan oleh orang Jawa Barat untuk menyebut campuran larva dan pupa Semut Pengayam Asia atau semut rangrang. Kroto sangat populer di kalangan pecinta burung dan nelayan, karena pakan ini sering digunakan sebagai pakan ikan dan burung ocehan.

Para pecinta burung memilih kroto sebagai pakan burung ocehannya karena pakan ini dikenal kaya akan protein dan vitamin penting. Kandungan protein kroto basah bisa mencapai 47,80%. Kroto juga dipercaya dapat memperindah suara dan meningkatkan keterampilan burung untuk berkicau. Hal ini sangat menjadi perhatian bagi pecinta burung untuk mempersiapkan Murai Batu mengikuti kompetisi burung berkicau.

Ok, selanjutnya Anda tentu ingin mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan kroto bukan? Jika Anda tinggal di daerah pedesaan mungkin Anda masih bisa menemukan sarang-sarang semut rangrang yang menjadi sumber primer kroto. Semut rangrang biasanya senang membuat sarang di pepohonan khususnya pohon buah-buahan seperti nangka, mangga, rambutan, jambu dan sejenisnya. Selain itu, kroto saat ini juga sudah banyak dijual di pasar-pasar dan toko-toko yang menyediakan pakan burung.

Sebagai info tambahan, Anda juga perlu mengenal jenis-jenis kroto. Secara umum kroto dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kroto basah

    Kroto basah yaitu campuran larva dan pupa semut rangrang yang masih baru, segar dan memiliki kadar air yang cukup tinggi. Kroto jenis ini mudah busuk dan umur simpannya sangat pendek yaitu satu hari atau kurang. Diantara jenis kroto yang lain, kroto basah merupakan jenis kroto yang paling disenangi oleh Murai Batu dan memiliki kandungan gizi terbaik. Untuk memperpanjang umur simpan kroto, sebaiknya kroto disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dengan kertas agar air terserap oleh kertas tersebut.

  • Kroto halus

    Kroto halus yaitu berupa semut-semut pekerja yang berukuran kecil-kecil dan besar. Kroto jenis ini merupakan kroto yang paling tidak disukai oleh burung.

  • Kroto kasar

    Kroto kasar yaitu induk semut ratu dan semut jantan. Daya simpan pakan jenis ini bisa mencapai satu minggu.

  • Kroto kacang

    Kroto kacang merupakan campuran ketiga jenis kroto di atas, yaitu kroto basah, kroto halus, kroto kasar dan bisa juga ditambahkan dengan voer, dedak, kacang, jagung dan lain-lain. Namun, kroto jenis ini dikenal memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Dari segi penyimpanan, kroto jenis ini tahan hingga satu minggu.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://www.blueboard.com/kerengga/perdagangan/cesard.htm
http://www.indobird.com/article/article_detail.asp?cat=4&id=88
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Monday, May 13, 2013

Harmonisasi Suara Murai Batu

Menurut pengertian dari kata Harmonisasi memiliki arti sebuah mencari keselarasan. Arti kata tersebut sangat sesuai bila dibandingkan dengan murai batu yang memiliki keindahan suaranya yang menjadi nilai pokok penilaian orang-orang. Sering ada event-event perlombaan burung ocehan dan kebanyakan menjadi pesertanya adalah Murai Batu dari berbagai jenis dan bakalan. Para penggemar burung ocehan terutama murai batu tidak mungkin menyia-nyiakan event-event untuk menunjukkan kebolehan burung peliharaannya masing-masing. Dan menjadi ketakjuban pembahasannya adalah suara yang indah dari ke setiap burung ocehan terutama murai batu.

Sering mungkin dibaca jenis-jenis burung murai batu yang mencapai enam jenis dari berbagai pelosok wilayah Indonesia, dan di setiap jenis-jenis burung tersebut mempunyai karakteristiknya masing-masing yang menjadi corak pembeda antara satu sama lain. Bisa dari postur tubuhnya, corak bulunya, jenis paruhnya, dan suaranya. Keharmonisan ini sangat ideal dipertunjukkan dari bagian suara burung ocehan terutama murai batu yang sangat indah jika didengarkan.

Jika melihat dari habibatnya masing-masing, burung murai sendiri bisa dibagi tiga:

Pertama, untuk kawasan pesisir. Ditempat ini merupakan tempat burung-burung murai batu berdiam untuk hidup, alam di kawasan pesisir akan begitu hidup dari kicaunya burung murai batu yang hidup di tempat tersebut karena suara yang cukup bagus untuk mengundang suara dari burung-burung ocehan yang lain.

Kedua, untuk kawasan pegunungan. Ditempat ini hidupnya burung-burung murai batu sangat bagus postur tubuhnya yang sedikit besar dari tempat habitat yang lain. Dan dari kualitas suara sangat luar biasa bagusnya untuk menyemarakkan ruang lingkup hutan yang sangat luas sehingga mengundang para burung ocehan lainnya untuk dapat berbagi suara menjadi keharmonisan yang menakjubkan di hutan.

Ketiga, untuk kawasan air terjun. Di bagian tempat ini, burung-burung murai batu yang menjalankan kehidupannya seperti menyatu dengan deru suara air terjun. Lantunan suara air terjun yang begitu mengasah daun telinga sama sepadannya dengan alunan suara dari murai batu yang hidup di kawasan tersebut. Ini dilihat dari kekhasan suara yang berbeda sekali dari murai-murai batu yang hidup di kawasan selain air terjun, alunan suara menderu dan mendesir menjadi padanan padat untuk menyatu dengan deru hebat dari air terjun sehingga harmonisasi menunjukkan keserasian antara murai batu dan alam.

Ketakjuban keharmonisan yang ditunjukkan murai batu yang tinggal di berbagai kawasan sangat mengesankan untuk melengkapi alam yang cukup sunyi. Sembari itu banyaknya burung murai batu yang ikut dalam event-event perlombaan sangat mengesankan suara mereka jika diperdengarkan secara bersamaan dalam sebuah harmonisasi dari keserasian masing-masing burung dapat mengenal jenisnya sendiri.

Bagi pecinta burung ocehan ataupun khusus burung murai batu sangat menghibur bila terciptanya suasana dari menyatunya berbagai suara murai batu untuk melihat keelokan suara yang dikaruniakan Tuhan bagi ke setiap makhluknya, terutama murai batu yang begitu menawan dari suaranya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/ciri-dan-karakter-burung-murai-batu.html

Wednesday, May 1, 2013

MURAI BATU YANG PENCEMBURU - 1

Dari jaman kuda gigit besi sampai jaman kuda besi, hobi sebagian masyarakat untuk memelihara binatang piaraan tidak pernah mengalami surut malah bisa dikatakan selalu pasang. Ada berbagai macam hobi memelihara binatang yang dilakukan oleh masyarakat dari mulai binatang yang imut imut dan menggemaskan sampai binatang buas yang jika tidak hati hati bisa jadi senjata makan tuan atau minimal menggigit pemiliknya, karena member makan atau ceroboh. Karena bagaimanapun binatang tersebut telah dijinakkan namun sifat alami yang liar bisa saja muncul suatu ketika. Dari sekian banyak binatang peliharaan yang penggemarnya terus bertambah adalah jenis burung ocehan.

Banyak sebab dan alasan bagi seseorang untuk memelihara burung ocehan, ada yang karena memang warisan (bapak nya penjual burung ), biar di sayang atasan (kebetulan bos nya gemar burung ocehan) atau memang karena betul betul hobi. Namun apapun alasannya, semua pasti setuju dan sepakat tanpa harus melalui musyawarah apalagi pemungutan suara, bahwa suara burung ocehan di pagi hari dapat memberikan ketentraman dan kedamaian, di samping keindahan bagi para pencintanya. Nah, di negara indonesia yang memiliki hutan hujan tropis dari wilayah Sumatra memiliki salah satu jenis burung ocehan yang sedang naik daun (sebenarnya naik pohon atau ranting tepatnya) dan digemari oleh para hobiis burung ocehan yaitu murai batu.

Burung murai batu memiliki ciri badan hitam, kecuali di bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Di bagian kepala ada sedikit warna biru namun untuk murai yang berasal dari Kalimantan memiliki garis putih memanjang dari kepala hingga ekornya. Ekor burung murai cukup panjang antara 15 hingga 20 sentimeter dimana ekor tersebut akan tegak ketika sang murai merasa kaget atau pun sedang berkicau memamerkan suaranya yang merdu mendayu dayu. Di pulau Sumatra ada beberapa jenis murai batu yaitu : murai batu binjai, murai batu medan, murai batu Bengkulu dan murai batu Lampung. Malah untuk jenis murai batu Lampung ada yang berjenis super dengan ekor panjang dan agak melengkung. Selain di wilayah Sumatra ada jenis murai dari pulau Kalimantan namun jenis murai Kalimantan tersebut jarang dijadikan burung peliharaan karena suaranya tidak terlalu bagus, namun memiliki badan yang bongsor jika dibandingkan dengan jenis murai yang berasal dari pulau Sumatra.

Dari semua jenis murai batu yang berasal dari pulau Sumatra, murai batu asal Lampung dimana burung murai Lampung paling mudah di dapat selain itu juga harganya relatif terjangkau. Ada dua jenis murai batu Lampung yang di buru oleh para penggemar burung ocehan yaitu murai batu Lampung dan murai batu super. Perbedaan yang paling mencolok dari kedua jenis burung tersebut adalah dari panjang ekor yang dimiliki, dimana murai batu Lampung super memiliki ekor yang lebih panjang dan agak melengkung. Para hobiis biasanya membuat sangkar yang lebih besar agar tidak merusak dari ekor murai batu ketika beraktifitas. Saking populernya hingga banyak yang mencari, membuka peluang usaha bagi para hobiis yang sekaligus menjadi pembudidaya murai batu asal Lampung. Dagangan mereka laris manis seperti kacang goreng meskipun untuk satu ekor burung murai batu Lampung bakalan dibandrol dengan harga 750.000 rupiah hingga 1.000.000 rupiah. Namun jangan di tanya untuk burung yang mempunyai suara ngerol tembak dan sudah jadi juara harganya bisa bikin senewen dan semaput, dan bisa bisa di musuhi orang serumah karena harganya mencapai ratusan juta rupiah atau sama dengan mobil keluaran terbaru (kalo beli engga kompromi dulu apalagi sampai mengganggu anggaran belanja dapur). Begitupun dengan murai batu asal medan, menjadi pilihan bagi hobiis yang memang sudah sangat kesengsem sama burung berekor panjang dan kaki berbentuk belimbing. Selain harga bakalan burung tersebut lebih mahal di banding dengan murai batu Lampung, dimana untuk burung bakalan murai batu medan dilego dengan harga 1.000.000 rupiah hingga 1.500.000 rupiah. Sedangkan yang sudah menapaki tangga juara harganya langsung melambung tinggi di angkasa seperti harga sembako jelang bulan Ramadhan dan lebaran. Konon katanya untuk murai batu yang sudah dua kali menjadi juara harganya sama dengan sebuah mobil Mercedes bens keluaran tahun 2012. Namun hingga saat ini belum banyak hobiis yang berani mencoba mengembang biakan murai batu medan.

OLEH : DENNY SURYADHARMA

Tuesday, April 23, 2013

Tips Memilih Bakalan Burung Ocehan

Burung ocehan yang ada di pasaran beraneka jenis dan habitatnya……
Maka dari itu kita diharuskan dapat membedakan jenis burung, baik local maupun asing khususnya bagi mereka yang hobis dengan burung maupun yang masih awam akan pengetahuan sekilas burung.

Sebelum memilih burung ocehan sangat di anjurkan untuk mengenali jenis burung yang akan di pelihara, yaitu dengan mengetahui di mana habitat burung itu sendiri, apa makanannya, bagaimana keindahan bulunya serta apa jenis kelaminnya dan masih banyak lagi tentunya ciri dari pada burung ocehan.

Untuk jenis burung bakalan liar, lebih memiliki vocal suara yang banyak dari pada jenis bakalan hasil penangkaran. Berikut adalah ciri-ciri burung di lihat dari bentuk fisiknya, kelamin dan makanannya :

A. Burung Kacer;

Jenis kacer jantan
  • memiliki panjang tubuh ± 20cm,
  • memiliki warna hitam biru mengkilap di kepala dada dan punggung, bulu sayap
  • hitam dengan kombinasi putih di bagian sayap
  • Jenis makanan serangga, cacing sawah, sedikt buah dan voer

Jenis Kacer Betina;
  • Panjang tubuh lebih pendek dari pada burung jantan
  • Kombinasi warna dan letaknya sama
  • Warna bulu Betina terlihat kusam (Tidak mengkilap)
  • Jenis makanan serangga, cacing sawah, sedikt buah dan voer


B. Burung Murai Batu

Ciri ciri Burung murai Batu;

Ada 2 kelompok Murai yang banyak di minati pemiara burung yaitu ;
“murai Lampung dan murai Medan”
Perbedaan dari keduanya hanya terletak pada ekornya yang panjang untuk murai medan dan ekor pendek untuk Murai Lampung

Jenis Murai Jantan;
  • panjang tubuh ± 18 cm
  • panjang ekor bisa sampai 20 cm
  • Bulu di punggung, dada, kepala berwarna hitam berkilau
  • Bagian bawah dada dan badan berwarna coklat ke merahan
  • Bagian punggung mendekati ekor biasanya berwarna putih
  • Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer


Jenis Murai Betina;
  • anjang tubuh lebih pendek dari pada si jantan
  • warna bulu pada bagian atas dan bawah dada cokelat buram
  • Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer


Cara Melatih Burung ( Murai Batu )

Ada beberapa tahapan untuk membuat murai batu cepat berkicau yaitu dengan beberapa cara ;

A. Dengan cara menjinakannya

Tempatkan burung di lokasi yang agak ramai, buat gantungan burung tidak terlalu tinggi agar cepat beradaptasi. Namun ada beberapa hal yang perlu di hindari antara lain;

  • Jangan memaksakan murai batu masuk ke tempat mandi
  • jangan menyiram/menyemprotkan murai yang tidak mau mandi
  • Jangan mengganti makanan dan minuman selagi murai masih ada di dalam sangkar
  • Jangan mengejutkan murai dengan suara yang keras karena akan membuat burung ini stress.
  • Tidak mendekatkan burung piaraan lain sebelum burung murai tersebut di pastikan jinak.


B. Melatih Mental Burung

Perawatan dan latihan yang intensif akan mempengaruhi sekali perkembanagn vocal burung, melalui cd mastering sangat membantu sekali si burung tersebut mengadopsi vocal yang sangat kombinasi sehingga kelak burung akan memiliki banyak variasi suara.

Selain itu dengan membiasakan burung berpindah dari lokasi gantungannya ke tempat lain akan membuat burung mudah adaptasi dengan lokasi burung sebab dengan perpindahan lokasi tersebut maka akan mengurangi tingkat stress burung ketika akan di bawa ke medan perlombaan.

Biasakan makanan di berikan langsung dengan tangan, karena cara ini di percaya mampu menjinakan burung dengan pemiliknya di barengi dengan pemberian makanan hidup seperti ulat hongkong, kroto, jangkrik atau cacing dll. Setelah di beri makanan alami, kemudian biasakan sangkar di goyang-goyang perlahan-lahan setiap kali dan berulang kali sambil bersiul-siul.

Selamat Mencoba

Oleh : Muhammad Riyadi

http://seputar-infoburung.blogspot.com/2010/08/tips-memilih-bakalan-burung-ocehan.html