Showing posts with label pakan. Show all posts
Showing posts with label pakan. Show all posts

Friday, August 2, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Susah Bertelur



Dalam memulai penangkaran Murai Batu memang tidak selamanya mengalami jalan yang mulus. Ada kendala-kendala kecil yang ditimbulkan saat penangkaran yang dapat menghambat kelancaran usaha penangkaran anda. Salah satu kendala yang biasa dialami bagi pemula penangkaran Murai Batu adalah Murai Batu yang ditangkarkan tidak kunjung bertelur. Tentu saja hal itu akan mengganggu kelancaran usaha, apalagi di saat menunggu masa-masa berkembangbiak para penangkar juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Keengganan Murai Batu betina untuk bertelur juga bisa disebabkan oleh faktor usia yang terlalu Muda, sehingga belum ada kematangan birahi yang ditimbulkannya. Sedangkan dalam masa perkembangbiakan yang baik ialah ketika benar-benar kedua indukan Murai Batu siap dalam hal kematangan usia, mental, dan birahi yang tinggi.

Selengkapnya mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Murai Batu sulit bertelur beserta cara mengatasinya akan penulis paparkan di bawah ini :

  • Indukan Murai Batu Betina belum siap ‘kawin’
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila salah satu Indukan Murai Batu tidak siap untuk proses ‘Kawin’ maka perkembangbiakan juga akan terhambat. Ketidaksiapan di sini bisa berupa : Murai Batu yang masih liar, belum mencapai kematangan birahi-nya. Solusinya, sebelum melakukan penangkaran pilihlah kedua Indukan Murai Batu yang jinak dan sudah mencapai kematangan birahi, kalau perlu indukan Murai Batu yang betina pilih yang sudah pernah bertelur sebelumnya.

  • Pemberian pakan yang tidak tepat
    Jenis pakan dan porsi pemberian pakan pada Indukan Murai Batu juga perlu diperhatikan. Apabila selama ini diberi jenis pakan berbeda-beda dengan porsi yang juga tidak teratur, jelas hal itu akan menyulitkan dalam mengatur birahi Murai Batu. Jika dalam penangkaran indukan Murai Batu tidak mencapai kondisi birahi tinggi, atau salah satunya saja yang mencapai birahi, akan sangat menyulitkan dalam proses perkawinan nanti, kemungkinan juga akan terjadi pertarungan dalam tangkaran. Untuk itu, mulailah anda untuk menentukan jenis pakan dan porsi yang teratur, kami menyarankan pemberian pakan berupa serangga kecil : jangkrik, belalang, ulat atau juga kroto. Tidak disarankan kepada jenis pakan olahan seperti pelet, voor dan lain-lain.

  • Kondisi tempat penangkaran yang tidak mendukung
    Demi menciptakan kenyamanan bagi indukan Murai Batu yang ingin ditangkarkan, sebisa mungkin tempat penangkaran haruslah dalam kondisi nyaman dan tenang. Jauhkan dari suara-suara keramaian yang justru membuat indukan Murai Batu ketakutan. Indukan Murai Batu yang merasa terancam akan menghabiskan waktunya untuk mewaspadai diri dari gangguan-gangguan yang dianggapnya berbahaya.

  • Berikan obat perangsang birahi
    Sebagai pendukung kesuksesan pada masa perkembangbiakan, tidak salah anda memberikan obat-obatan yang dapat merangsang hormon FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang keduanya sangat bagus untuk meningkatkan birahi ‘kawin’ guna indukan Murai Batu betina dapat bertelur.

Mengatasi Murai Batu yang susah bertelur bukan merupakan problem yang sulit, namun walaupun begitu tetap diperlukan perawatan khusus yang tepat agar kedua indukan Murai Batu berada dalam kondisi yang siap untuk ‘kawin’ dan jika sudah berada dalam posisi ini anda tidak perlu menunggu waktu yang lama, sampai indukan Murai Batu betina mengeluarkan telurnya. Demikian artikel ini, semoga anda dapat menerapkan langkah-langkahnya dengan baik dan masalah mengenai Murai Batu yang anda alami dapat teratasi. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://globalfaunafarm.com/artikel-murai/
Sumber Photo : Google.com

Friday, July 26, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Mematuki Bulu Sendiri



Bagi pecinta Murai Batu pasti pernah mengetahui kondisi seperti ini, yaitu di mana Murai Batu melakukan perilaku yang mengakibatkan kerusakan pada bagian bulu sayap, perut, paha dan ekor karena dipatuki sendiri. Keadaan seperti itu memang kerap kali terjadi pada Murai Batu, karena adakalanya Murai Batu mengalami kondisi yang tidak stabil sehingga menyebabkan stres pada Murai Batu, dan biasanya cara melampiaskan stresnya adalah dengan mematuki bulunya sendiri. Kefatalan yang dapat terjadi akibat perilaku buruk ini ialah kecacatan fisik yang akan diderita Murai Batu. Patukan-patukan yang mengenai tubuhnya berpotensi menimbulkan kerontokan bulu dan luka pada bagian tubuh sehingga jika dilihat burung Murai Batu akan tampak jelek. Sudah barang tentu meskipun burung Murai Batu tersebut memiliki kicauan yang merdu apabila tidak didukung dengan penampilan dari segi fisik yang baik pasti terlihat tidak proporsional, dari segi harga jual juga akan menurun.

Kebiasaan Murai Batu tersebut mematuki bulunya sendiri disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Pemberian pakan burung yang salah

    Pemberian pakan yang tidak sesuai takaran baik dari segi jumlah ataupun jenis membuat Murai Batu gampang mengalami birahi yang tinggi. Sebenarnya bagus apabila Murai Batu cepat mencapai birahi, karena otomatis meningkatkan gairah bertarungnya dalam perlombaan, namun apabila kenaikan birahi di saat tidak dalam keadaan lomba, maka burung Murai Batu akan mengalami over birahi akibat tidak adanya lawan ketika kondisi sedang naik. Nah, keadaan seperti itu dapat menyebabkan Murai Batu mematuki bulunya sendiri sebagai bentuk dari pelampiasan jiwa betarungnya.

  • Ketertekanan jiwa Murai Batu

    Yaitu adanya ketidakstabilan Mental Murai Batu disebabkan lawan yang terlalu tangguh. Murai Batu yang berusia muda masih memiliki mental tarung yang belum sempurna, sehingga apabila dipaksakan untuk mengikuti lomba atau disandingkan dengan Murai Batu yang sudah memiliki kicauan yang terlatih pasti mental jiwa akan tergolak. Hal itu akan membuat Murai Batu merasa tertekan, ketertekanan itu dapat diketahui dengan melihat tingkah lakunya yang tidak menentu lagi, salah satunya dengan mematuki bulunya sendiri.

Cara yang dapat anda ambil sebagai usaha untuk menanggulangi kebiasaan buruk tersebut adalah :

  • Mengatur pola setingan penempatan sangkar dan pakannya

    Pemberian pakan yang teratur, misal pemberian pakan jangkrik seimbang : 2 ekor di pagi hari dan 2 ekor di sore hari. Pengaturan ini dapat mengatur tingkat birahi Murai Batu menjadi baik, selain itu penempatan sangkar yang sesuai dengan usia Murai Batu juga berdampak demikian.Seperti menjauhkan dari binatang-binatang pengganggu : kucing, ayam atau juga burung Murai Batu yang terlalu tangguh di saat usia Murai Batu yang dipelihara belum mencukupi.

  • Melakukan perawatan dan pemeliharaan yang secukupnya

    Perawatan dan pemeliharaan di situ dapat berupa : penjemuran Murai Batu setiap hari antara jam 9-10 pagi, tidak terlalu lama sekitaran 30 menit. Pengerudungan pada sangkar Murai Batu di malam hari untuk menjaga kondisi Murai Batu agar tidak kedinginan. Dan di pagi hari kerudung dapat dibuka sampai sore hari, begitu seterusnya.

  • Beberapa penghobi meletakkan alas pada dasar sangkar Murai Batu, dengan tujuan sebagai pengalihfungsian amarahnya. Alas yang dimaksud dapat berupa kertas buku, koran, kalender, namun setiap hari alas tersebut harus diganti atau dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit akibat tumpukan kotoran Murai Batu itu sendiri.

Demikianlah tips atau cara yang bisa dilakukan di saat Murai Batu milik anda mengalami kebiasaan mematuki bulunya sendiri. Kebiasaan kecil yang buruk jika dibiarkan saja kebiasaan itu juga pastinya akan mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Namun langkah tepat yang anda lakukan dapat menghambat efek-efek negatif yang akan ditimbulkan, begitu juga terhadap Murai Batu milik anda. Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat bagi anda dalam menjaga kualitas Murai Batu yang lebih baik. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http:/sklbirdfarm.com/2012/08/08/tips-mengatasi-murai-batu-yang-matukin-bulu-sayapekor/
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 1, 2013

Persiapan Murai Batu Mengikuti Lomba



Salah satu tujuan penghobi burung sangat menginginkan jenis Murai Batu adalah untuk dilombakan. Karena dari lomba tersebutlah para penghobi burung Murai Batu dapat memperoleh keuntungan yang lebih sekalian sebagai media promosi burung kicauan mereka. Karena apabila Murai Batu yang dilombakan menyabet gelar juara, maka biasanya harga Murai Batu juara akan naik drastis memiliki nilai jual yang tinggi.

Dalam perlombaan burung ocehan, kicauan yang merdu merupakan takaran nilai utama kemenangan dari burung tersebut, walau tetap ada penilaian sisi lainnya namun itu hanya sebagai pelengkap saja. Tapi sayangnya, tidak semua burung ocehan yang diikutkan dalam lomba mengeluarkan kemampuan kicauan suara yang terbaik ketika lomba berlangsung, sehingga pemilik burung akan merasa kecewa, begitu halnya dengan Murai Batu. Murai Batu yang belum siap untuk dilombakan jika dipaksa harus dilombakan pastilah akan menampilkan performa yang buruk. Di sinilah diperlukan kemampuan anda sebagai pemilik untuk melihat apakah Murai Batu yang anda pelihara sudah dalam kategori siap atau belum. Jika ‘siap lomba’ jangan ragu lagi, jika ‘belum siap’ jangan coba-coba. Terkadang, meskipun burung Murai yang kita miliki dari segi umur dan suara sudah mencukupi untuk diikutkan lomba, tetapi apabila ketika persiapannya saja kita sudah melakukan hal-hal yang salah, maka kemungkinan besar penampilan burung juga tidak maksimal.

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang bisa dilihat untuk Murai Batu yang sudah masuk dalam kategori ‘Siap Lomba’ adalah sebagai berikut :

  • Minimal usia Murai Batu 2 tahun, ini dimaksudkan agar kesempurnaan bunyi suara kicauannya lebih terasa dan terdengar jelas.
  • Murai Batu Tidak Giras, dalam artian mental tarung Murai Batu kuat, tidak takut akan kehadiran manusia, lawan atau siapapun.
  • Murai Batu Gacor di mana saja, Murai Batu mampu beradaptasi dengan lingkungan, di mana saja berada tetap mengeluarkan kicauan-kicauannya.
  • Murai Batu bersuara khas dan bervariasi, ada kicauan yang terdengar berulang-ulang (Ciri khas) dan mampu mengeluarkan variasi kicauan jika sudah bercampur dengan burung kicauan lainnya.
  • Dari segi kotorannya, kotoran yang dikeluarkan burung Murai berbentuk kecil dan tidak basah, ini menandakan burung tersebut sudah kategori dewasa dan sedang tidak mengalami gangguan pencernaan.

Ciri-ciri di atas masih dalam aspek kepada burungnya saja, yang perlu juga kita perhatikan/siapkan ketika ingin melombakan burung Murai Batu adalah cara-cara merawat burung tersebut seminggu sebelum perlombaan, hal ini penting demi mempersiapkan burung yang benar-benar siap , siap kemampuan dan siap mental. Berikut teknik dan caranya :

  • Burung Murai Batu yang ingin dilombakan seminggu sebelumnya harus dijauhkan dahulu dari berjumpa dengan burung kicauan yang lain. Bertujuan mengurangi minat burung itu berkicau sehingga stamina tubuh dan kicauannya tetap terjaga. Pemberian pakan juga pada porsi yang seperti biasa saja, jangan lakukan penambahan porsi pakan, begitu juga dengan jenis pakannya, ditakutkan penambahan/perubahan itu malah akan membuat burung kaget sehingga di lapangan nanti pola penampilannya juga akan berubah.
  • Kondisikan burung Murai Batu dengan lapangan lomba. Sebelum perlombaan dimulai anda bisa mengamati lokasi perlombaan itu seperti apa, apakah model terbuka atau sebaliknya, bagaimana intensitas cahaya yang mengenai tempat itu. Dengan begitu anda bisa melakukan pelatihan burung Murai anda untuk dapat mengkondisikan ditempat yang baru dengan suhu yang berbeda.
  • Awasi burung dari kemungkinan diganggu hewan lain. Perhatian intensif sebelum perlombaan penting demi menjaga mental burung Murai. Jauhkan Burung Murai dari bertemu hewan penggangu lain seperti kucing, ayam, kambing atau apapun yang membuatnya takut dan trauma. Ketakutan-ketakutan itu bisa membuat mentak burung Murai tidak stabil lagi, dan parahnya, kemungkinan seperti itu akan membuat burung menjadi giras(tidak menentu) ketika perlombaan.

Demikianlah hal-hal yang harus anda perhatikan dan siapkan dalam mengikutsertakan burung Murai Batu milik anda dalam sebuah lomba. Perawatan dan penjagaan yang intensif membuat kenyamanan dan mental burung tetap terjaga. Jika hal itu terjadi, kemampuan burung untuk menampilkan kemampuan yang terbaik bisa terwujud. Keterwujudan semua itu memungkinkan kemenangan juara akan jatuh pada Murai Batu milik anda. Sekian dari saya, dan selamat mencoba. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://xcult-xcult.blogspot.com/2012/10/mengenali-ciri-ciri-murai-batu-yang.html
http://omkicau.com/2008/10/31/menyiapkan-burung-untuk-lomba/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, June 26, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (3)

5. Merawat anakan Murai Batu



Setelah telur yang dierami indukan menetas, biarkan selama kurang lebih 1 minggu anakan Murai Batu diasuh oleh induknya, ini untuk menghindari kematian pada anakan burung tersebut. Anakan Murai batu yang baru menetas sangat sensitif dan rentan sekali terserang penyakit. Yang anda harus lakukan pada proses ini cukup memperhatikan ketersediaan suplai pakan indukan burung dan anakannya. Jenis pakan serangga seperti jangkrik dan kroto sangat diperlukan.

Ketika anakan telah mencapai umur lebih dari seminggu, pisahkan anakan Murai tersebut pada kandang soliter yang sudah disediakan. Letakkanlah posisi sangkar dalam kandang soliter senyaman mungkin. Dengan melakukan pemisahan anakan ini banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan :

  • Dengan diambilnya anakan Murai tersebut dari indukan, indukan burung tidak perlu repot lagi mengurusi anakannya, dan pada kenyataannya biasanya si indukan akan melakukan perkawinan lagi. Dengan kata lain, anakan indukan yang bisa anda peroleh akan semakin banyak dalam waktu yang relatif singkat.
  • Anakan yang dipelihara oleh pemilik (peternak) akan menunjukkan kualitas yang lebih baik ketimbang dipelihara oleh indukan, karena anda bisa lebih mengintensifkan dalam perawatannya. Dan di segi lainnya, burung yang ditangkarkan oleh pemilik akan mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak giras jika bertemu orang lain, dan ini akan mempermudah pemasteran suaranya kicauan ketika dewasa nanti.
  • Anakan burung Murai nantinya tidak akan kaku ketika mengikuti lomba.

Peletakan anakan Murai batu dalam kandang soliter membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Pemberian pakan harus anda lakukan sendiri yaitu dengan memberikan pakan serangga (jangkrik dan kroto, cacing) demi memaksimalkan pembentukan badan dan pertumbuhan bulu. Sesekali anda juga dapat memberikan pakan lain seperti voor dengan campuran kroto yang ditumbuk halus agar mengadaptasikan anakan burung Murai untuk dapat mengkonsumsi pakan olahan ketika dewasa. Sedangkan untuk pembersihan tubuh anakan Murai Batu seperti pemandian, itu dilakukan setelah bulu-bulu yang tumbuh pada tubuhnya cukup lebat itupun hanya sesekali saja, jangan terlalu dipaksakan mandi karena ditakutkan daya tahan tubuhnya masih sangat rentan.

Jika sudah lewat 3 minggu dalam kandang soliter anda bisa memindahkan anakannya ke kandang ukuran biasa, sekalian untuk melatih anakan burung hinggap (nangkring) pada kayu yang terdapat dalam sangkar. Usahakan peletakan kayu tidak terlalu tinggi agar burung tidak sulit untuk menghinggapinya. Dan pada proses ini pemberian pakan hanya sesekali saja anda yang menyuapi/melolohinya agar tidak ketergantungan, biar anakan burung tersebut yang mencoba untuk memakan pakan sendiri. Wadah pakan dalam kandang ukuran biasa juga sudah harus dibedakan pakan olahan (voor) dan wadah pakan untuk jenis serangga, ini juga dimaksudkan merangsang percepatan anakan burung Murai untuk bisa mandiri.

Anakan burung Murai yang sudah dapat makan sendiri bisa anda lanjutkan untuk melatih dalam pemandiannya. Perlu diingat, banyak penghobi melakukan penyemprotan burung untuk memandikannya padahal hal itu kurang baik karena walau akan kelihatan burung jinak tetapi setelah kering burung malah akan semakin giras, selain itu kekuatan arus semprotan yang tidak teratur menyebabkan anakan burung menjadi takut dengan air, apalagi di saat burung tidak siap untuk mandi namun kita paksa memandikannya dengan menyemprotkan air, bisa-bisa anakan burung menjadi stres. Kita bisa melatih anakan burung untuk memandikannya di dalam keramba, dengan memasukkan anakan burung Murai ke dalam keramba secara berskala/ berulang-ulang agar anakan burung Murai ingat apa yang harus dilakukan ketika menjumpai keramba. Jika sudah berhasil anda tidak perlu lagi memandikannya dalam keramba, anda cukup meletakkan mangkuk kecil berisi air ke dalam kandangnya karena biasanya jika sudah bisa mandi sendiri dalam keramba,nalurinya burung tersebut akan mandi ditempat di mana burung itu menemukan banyak air.

Takarannya apabila anakan burung Murai sudah dapat melakukan hal-hal di atas, maka anakan burung Murai Batu itu sudah bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi.Dan Jika anda masih ingin menaikkan harga jual burung Murai Batu tersebut anda tinggal melakukan pemasteran suara kicauannya saja bisa dengan pendekatan pada jenis burung kicauan lainnya atau bisa juga dengan alternatif memutarkan kicauan burung via MP3.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, June 12, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (1)



Membuka bisnis penangkaran burung Murai Batu bisa menjadi alternatif bagi anda dalam merintis usaha. Pasalnya, di Indonesia sendiri khususnya penangkaran terhadap burung Murai Batu sangatlah sedikit, sehingga para pecinta burung jenis ini sulit untuk mencari dimana mendapatkannya, apalagi di hutan liar sana kategori untuk jenis Murai Batu sudah mengalami kelangkaan. Kelangkaan-kelangkaan yang terjadi membuat semakin hari harga burung Murai Batu mengalami kenaikan. Nah, Keadaan ini bisa anda manfaatkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Selain mendapat keuntungannya, melakukan penangkaran Murai batu berarti juga anda ikut andil dalam melestarikannya. Dalam melakukan penangkaran ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, baik dari segi kandang (Sangkar), makanan, proses mengawinkan dan merawat anakan burung Murai Batu. Meskipun Murai Batu termasuk dalam jenis burung yang tidak sulit di latih tapi jika ke semua aspek tadi tidak perhatikan dengan baik maka hasil yang dicapai juga akan tidak maksimal, karena perasaan burung yang kurang nyaman. Misalnya burung akan susah untuk kawin atau jika pun telah bertelur, telur yang dihasilkan dengan tidak menetaskan anakan (tidak jadi).

Pada kesempatan dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan dengan lengkap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan penangkaran Murai batu dari aspek kandang sampai kepada anakan burung Murai Batu dapat dijual, yaitu sebagai berikut :

1. Kandang Penangkaran

  • Lokasi kandang

    Pemilihan tempat pendirian Kandang penangkaran juga membawa peran penting bagi reproduksi pada burung nantinya. Aspek 3 K diperlukan, Keamanan, Kenyamanan, Ketenangan tempat menjadi prioritas lokasi kandang anda, jangan terlalu dekat dengan keramaian dan kebisingan. Buatlah posisi kandang senyaman mungkin dari gangguan hewan-hewan lain yang dapat mengganggu proses penangkaran nanti. Tidak lupa lokasi kandang harus memperoleh sinar matahari yang cukup.

  • Desain kandang
    Buatlah kandang penangkaran terbagi atas tiga. Pertama, kandang berukuran biasa yaitu sebagai tempat burung Murai melakukan proses pendekatan untuk penjodohan. Kedua, kandang berukuran besar, kandang penangkaran inti, gunanya sebagai tempat perkawinan Murai Batu tersebut. Ketiga, kandang soliter, digunakan untuk merawat anakan Murai batu yang masih cerindil (kecil) dengan memasang lampu 5 watt sebagai penghangat anakan burung nantinya. Pada kandang berukuran besar atau inti buatlah suasana kandang seperti hutan liar. Anda bisa menambahkan beberapa pelengkap kandang seperti : Pohon-pohon ringan, ranting-ranting kecil, serabut serat/kelapa ,tanaman yang tidak membahayakan,kayu tempat hinggap (nangkring burung), bak pemandian,wadah sarang (ukuran cukup besar guna tidak merusak ekor indukan Murai ketika mengerami telur), dengan tujuan agar burung merasa nyaman dalam melakukan proses perkawinan nanti, karena dia merasa seolah sedang melakukan perkawinan di hutan liar. Yang dimaksudkan juga akan lancarnya proses perkawinan, peneluran, pengeraman dan penetasan telur Murai Batu.

2. Penyuplaian Makanan

Sebelumnya penyediaan pakan burung Murai Batu sudah harus dipersiapkan. Usahakan untuk memberikan jenis pakan yang bervariasi pada Burung Murai ketika dalam penangkaran untuk menjaga keseimbangan nutrisinya, bisa dengan pemberian pakan jangkrik, belalang, kroto, ulat pakan burung, ikan kecil dll yang disukai burung Murai Batu. Sesekali anda juga bisa menggantinya dengan pakan olahan (voor) yang baik untuk kesehatan. Makanan tersebut bisa anda taruh dalam tempat/kotak makanan letakkan dalam kandang penangkaran. Kecuali pakan jenis serangga bisa anda lepas liar dalam penangkaran biar burung Murai Batu itu sendiri yang melakukan pemangsaan. Jangan lupa penggantian air minum dan air pemandian harus dilakukan rutin untuk menghindari burung Murai terserang penyakit.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Friday, May 24, 2013

Tips Merawat Murai Batu

Mungkin suatu ketika Anda tertarik untuk memelihara Murai Batu. Mengingat, jenis burung ocehan ini memiliki suara yang merdu dan bentuk fisik yang indah.

Perlu Anda ketahui, mendapatkan Murai Batu yang berkualitas memang tidak mudah. Akan tetapi merawat Murai Batu agar tumbuh sehat dan memiliki suara yang merdu jauh lebih sulit jika Anda belum mengetahui ilmunya. Mengingat Murai Batu ini termasuk jenis burung yang gampang-gampang susah dipelihara.

Nah, bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara burung Murai Batu mungkin beberapa tips berikut bisa diterapkan:

  1. Kenali lebih jauh tentang burung Murai Batu

    Sebagai pemula tentu pengetahuan dan pengalaman Anda terkait burung Murai Batu ini masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah aral melintang memelihara dan menangkar unggas ini. Oleh karena ini Anda perlu belajar lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan unggas ini. Cari informasi yang akurat dari berbagai media seperti buku, artikel dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada ahlinya. Anda bisa studi banding dengan cara mengunjungi penangkar Murai Batu yang sudah berpengalaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kemudian sedikit demi sedikit coba terapkan dalam pemeliharaan Murai Batu Anda.

  2. Ketahui jenis pakannya

    Pakan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kesehatan tubuh dan keindahan suara murai batu. Karena itu ketahui jenis pakan Murai Batu yang disukai sekaligus bergizi tinggi.

  3. Tempatkan Murai Batu pada Tempat yang Tenang dan jauh dari kebisingan

    Murai Batu membutuhkan lingkungan hidup yang tenang jauh dari kebisingan. Lingkungan yang bising bisa menyebabkan Murai Batu stres dan enggan berkicau. Karena itu, pilihlah tempat yang tenang dan kondusif untuk pemeliharaan Murai Batu.

  4. Kenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang

    Anda juga perlu mengenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang Murai Batu. Dengan mengenali jenis-jenis penyakit yang potensial menyerang Murai Batu, Anda bisa melakukan upaya pengendalian sedini mungkin. Sehingga Murai Batu dapat terhindar dari serangan penyakit yang lebih parah.

  5. Ketahui cara melatih kicauannya

    Murai Batu juga perlu dilatih agar rajin berkicau. Anda perlu mengenal teknik-teknik untuk melatih kicauan burung ini. Salah satu teknik yang disarankan adalah dengan memelihara burung kicauan lain untuk merangsang Murai Batu berkicau. Mendengar kicauan burung lain akan memancing Murai Batu ikut berkicau saling sahut menyahut. Demikian juga sebaliknya. Sebaliknya jika dipelihara sendiri Murai Batu akan kesepian dan enggan berkicau. Jika tidak memiliki burung lain, Anda bisa memanfaatkan suara rekaman kicauan burung untuk memancing Murai Batu berkicau. Namun metode ini tidak disarankan.

Nah, demikian beberapa tips sederhana memelihara dan merawat Murai Batu, semoga bermanfaat!

Oleh: Neti Suriana

Thursday, May 23, 2013

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian Pakan Murai Batu

Pada artikel beberapa waktu yang lalu sudah dibahas tentang jenis-jenis pakan yang disukai sekaligus bergizi untuk burung murai batu. Pada artikel kali ini akan dibahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada Murai batu.

Dalam pemberian pakan pada murai batu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Jenis dan kualitas pakan

Jenis pakan yang umum diberikan oleh para hobiis pada murai batu peliharaannya adalah pakan kroto. Ini merupakan jenis pakan yang alami dan mengandung asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh murai batu secara lengkap. Pakan kroto yang berkualitas baik adalah pakan kroto basah yang masih segar. Jika pakan kroto basah segar sulit didapat, Anda bisa memberikan serutan telur ayam ras rebus. Serutan telur rebus ini juga terbukti mengandung protein dan zat gizi yang baik bagi pertumbuhan murai batu peliharaan Anda.

2. Kandungan nutrisi pakan

Setelah menetapkan jenis pakan yang akan diberikan pada murai batu tangkaran, Anda juga perlu menghitung asupan nutrisi yang harus diberikan pada murai batu. Hal ini dimaksudkan agar murai batu tumbuh sehat, bersuara merdu dan tahan terhadap serangan penyakit. Untuk mengetahui hitungan asupan nutrisi yang ideal bagi murai batu Anda bisa mendapatkannya dari ahlinya, misalnya penangkar ahli dan dokter hewan spesialis unggas.

3. Porsi pakan yang diberikan

Selanjutnya Anda juga perlu memperhatikan porsi makanan yang diberikan pada unggas. Porsi yang diberikan tidak boleh terlalu banyak, namun tidak boleh juga terlalu sedikit. Porsi besar cenderung menyebabkan kemubaziran dan mengundang serangga mengerubungi sisa pakan yang diberikan. Ini berpotensi menyebabkan sarang menjadi kotor dan mengundang kuman penyebab penyakit. Selain itu porsi yang terlalu banyak juga tidak baik bagi pencernaan dan kesehatan Murai Batu. Sebaliknya, porsi yang terlalu sedikit dikhawatirkan Murai Batu tidak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhannya.

4. Frekuensi pemberian pakan

Anda perlu melatih murai batu untuk makan teratur dengan menetapkan frekuensi pemberian makan dan jadwal makan yang teratur. Hal ini selain bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Murai Batu, juga akan memudahkan Anda dalam memberikan dan mempersiapkan pakan bagi Murai Batu.

5. Mengganti air minum secara teratur

Sebagaimana makhluk hidup lainnya, Murai Batu juga membutuhkan air minum untuk kesehatan pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, Anda perlu menyediakan air minum di tempat khusus dalam sangkar Murai Batu. Air minum yang Anda sediakan biasanya tidak selalu dihabiskan oleh Murai Batu. Selalu masih ada air tersisa dalam tempat minum. Oleh karena itu, air yang tersisa ini harus diganti secara rutin setiap kali Anda memberikan pakan baru bagi Murai Batu. Hal ini bertujuan agar air minum yang tersedia untuk murai batu selalu dalam kondisi bersih dan sehat.

Oleh: Neti suriana

Wednesday, May 15, 2013

Mengenal Pakan Murai Batu (2)

Telur Ayam Ras

Pada tulisan ‘Mengenal Pakan Murai Batu (1)’ sudah dibahas tentang jenis pakan yang umum diberikan pada burung berkicau yaitu kroto. Kroto ini merupakan campuran larva dan pupa semut rangrang yang bisa ditemukan di sarang-sarang semut tersebut. Namun, seiring waktu ketersediaan kroto di lapangan sering terbatas. Terutama di musim penghujan, hampir semua penangkar Murai Batu mengeluh karena sulitnya mendapatkan kroto. Harganya di pasaran pun melambung tinggi.

Menyikapi hal ini, ada ide penyediaan pakan yang cukup menarik dari salah seorang penangkar Murai Batu di Tasikmalaya, Jawa Barat yaitu Bapak Yang Yang. Bapak Yang Yang sekarang tidak lagi memanfaatkan kroto sebagai pakan wajib burung-burung tangkarannya. Akan tetapi ia melatih burung-burung tangkarannya untuk mengkonsumsi telur rebus. Dan ternyata berhasil! Selain lebih hemat, metode ini juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas indukan dan kualitas anakan burung-burung tangkarannya.

Bagaimana cara pemberian pakannya?

Jika Anda tertarik mencoba jenis pakan yang satu ini, berikut adalah panduannya:

Pertama: Sediakan telur ayam rebus

Pilih telur ayam ras sebagai pakan alternatif Murai Batu, agar lebih murah dan mudah mendapatkannya. Rebus telur ayam tersebut hingga matang sempurna. Angkat dan dinginkan.

Kedua: serut halus telur ayam rebus tersebut.

Setelah dingin, serut halus telur ayam rebus tersebut dengan serutan keju atau peralatan lain yang memungkinkan.

Ketiga: pada tahap perkenalan berikan campuran serutan telur dan kroto (1:3)

Jika Murai Batu Anda belum pernah mengkonsumsi pakan berupa telur ayam rebus ini sebaiknya jangan diberikan langsung. Karena, Murai Batu belum akan bisa mengidentifikasi serutan telur tersebut sebagai pakannya. Nah, untuk tahap perkenalan ini sebaiknya campurkan serutan telur dan kroto dengan perbandingan 1 bagian telur dan 3 bagian kroto (1 : 3).

Lakukan pemberian pakan campuran ini hingga Murai Batu tidak menyisakan serutan telur di tempat makannya. Hal ini menandakan bahwa Murai Batu sudah bisa menerima serutan telur sebagai pakannya. Mungkin dibutuhkan kesabaran dan waktu yang agak lama. Namun Anda jangan berputus asa, karena mengubah kebiasaan memang tidak mudah.

Keempat: pada pemberian selanjutnya porsi kroto dikurangi (1:1)

Setelah terlihat ada tanda-tanda Murai Batu bisa menerima pakan serutan telur, selanjutnya porsi kroto mulai dikurangi. Misalnya dengan perbandingan serutan telur : kroto menjadi 1 : 1. Berikan hingga Murai Batu tidak menyisakan serutan telur pada tempat pakannya.

Kelima: porsi kroto terus dikurangi (3:1)

Selanjutnya porsi kroto terus dikurangi menjadi 3 : 1 untuk perbandingan serutan telur dan kroto. Pertahankan pemberian pakan dengan perbandingan ini hingga beberapa hari, minimal dua hari.

Keenam: berikan serutan telur tanpa kroto

Terakhir barulah berikan pakan serutan telur rebus murni tanpa campuran kroto. Dan, selamat! Murai Batu Anda bisa terlepas dari ketergantungan pakan kroto. Anda pun tidak perlu repot-repot bergerilya mencari pakan kroto. Cukup sediakan telur ayam ras rebus setiap hari.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Tuesday, May 14, 2013

Mengenal Pakan Murai Batu (1)

Memelihara dan menangkar Murai Batu tentunya tidak akan pernah lepas dari kebutuhan pakan. Ya, sebelum Anda memutuskan untuk memelihara Murai Batu baik untuk koleksi atau pun untuk lomba, terlebih dahulu Anda wajib tahu apa pakan terbaik untuk burung tersebut? Nah, pada tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya akan dibahas beberapa jenis pakan yang disarankan untuk Murai Batu.

Kroto

Apa yang dimaksud dengan kroto? Kroto adalah nama yang diberikan oleh orang Jawa Barat untuk menyebut campuran larva dan pupa Semut Pengayam Asia atau semut rangrang. Kroto sangat populer di kalangan pecinta burung dan nelayan, karena pakan ini sering digunakan sebagai pakan ikan dan burung ocehan.

Para pecinta burung memilih kroto sebagai pakan burung ocehannya karena pakan ini dikenal kaya akan protein dan vitamin penting. Kandungan protein kroto basah bisa mencapai 47,80%. Kroto juga dipercaya dapat memperindah suara dan meningkatkan keterampilan burung untuk berkicau. Hal ini sangat menjadi perhatian bagi pecinta burung untuk mempersiapkan Murai Batu mengikuti kompetisi burung berkicau.

Ok, selanjutnya Anda tentu ingin mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan kroto bukan? Jika Anda tinggal di daerah pedesaan mungkin Anda masih bisa menemukan sarang-sarang semut rangrang yang menjadi sumber primer kroto. Semut rangrang biasanya senang membuat sarang di pepohonan khususnya pohon buah-buahan seperti nangka, mangga, rambutan, jambu dan sejenisnya. Selain itu, kroto saat ini juga sudah banyak dijual di pasar-pasar dan toko-toko yang menyediakan pakan burung.

Sebagai info tambahan, Anda juga perlu mengenal jenis-jenis kroto. Secara umum kroto dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kroto basah

    Kroto basah yaitu campuran larva dan pupa semut rangrang yang masih baru, segar dan memiliki kadar air yang cukup tinggi. Kroto jenis ini mudah busuk dan umur simpannya sangat pendek yaitu satu hari atau kurang. Diantara jenis kroto yang lain, kroto basah merupakan jenis kroto yang paling disenangi oleh Murai Batu dan memiliki kandungan gizi terbaik. Untuk memperpanjang umur simpan kroto, sebaiknya kroto disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dengan kertas agar air terserap oleh kertas tersebut.

  • Kroto halus

    Kroto halus yaitu berupa semut-semut pekerja yang berukuran kecil-kecil dan besar. Kroto jenis ini merupakan kroto yang paling tidak disukai oleh burung.

  • Kroto kasar

    Kroto kasar yaitu induk semut ratu dan semut jantan. Daya simpan pakan jenis ini bisa mencapai satu minggu.

  • Kroto kacang

    Kroto kacang merupakan campuran ketiga jenis kroto di atas, yaitu kroto basah, kroto halus, kroto kasar dan bisa juga ditambahkan dengan voer, dedak, kacang, jagung dan lain-lain. Namun, kroto jenis ini dikenal memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Dari segi penyimpanan, kroto jenis ini tahan hingga satu minggu.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://www.blueboard.com/kerengga/perdagangan/cesard.htm
http://www.indobird.com/article/article_detail.asp?cat=4&id=88
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Tuesday, April 23, 2013

Burung Murai Batu: Mengenal Jenisnya dan Cara Merawatnya


Jika ditanya kepada para maniak burung, burung apakah yang sedang naik daun dan diminati oleh banyak orang saat ini? Jawabannya, pasti burung murai batu. Burung yang berasal dari keluarga Turdidae ini memang burung yang sedang diincar banyak orang, karena ia memiliki suara yang merdu. Selain itu, dalam hal perawatannya juga termasuk burung yang mudah dan gampang.

Jenis burung murai batu juga beragam, dan lebih tepatnya berkaitan dengan habitat dan asalnya. Namun yang paling terkenal ada enam jenis burung murai batu:

1. Murai batu Aceh
2. Murai batu Medan
3. Murai batu Lahat
4. Murai batu Lampung
5. Murai batu Jambi
6. Murai batu Borneo

Kenapa Banyak Orang Menyukai Burung Murai Batu?

Bila ditanya kepada para maniak burung murai batu, ada tiga alasan kenapa mereka mau memelihara burung murai batu.

1. Mudah beradaptasi

Burung murai batu adalah jenis burung yang paling gampang beradaptasi dengan lingkungan. Baik jenis murai batu yang didapat tersebut memang sudah terbiasa tinggal di sangkar maupun yang didapat dari alam bebas, tak susah untuk beradaptasi. Sehingga, hampir dapat dikatakan, burung murai batu termasuk jenis burung yang jarang mengalami stres.

2. Penyabar dan Pesaing

Bagi Anda yang sudah memiliki murai batu atau yang sudah pernah melihat persaingan suara antar burung murai batu pasti menyaksikan betapa sabarnya burung murai batu. Ia tak pernah kendur sedikitpun untuk mengeluarkan suaranya ketika ada burung murai batu yang lain bersuara atau bernyanyi. Dan satu hal lagi, burung murai batu tak mudah naik darah, apalagi sampai drop jika ada burung lain yang bersuara.

3. Jinak

Burung murai batu termasuk jenis burung yang jinak. Ketika sekali terpancing dengan suara, maka ia akan terus membalasnya. Karena banyak sekali orang yang tertarik ingin memilikinya. Tak mesti dengar suara burung murai batu yang asli atau suara rekaman burung murai batu, suara manusia pun ia akan menyahutinya. Inilah daya tariknya yang luar biasa.

Cara Merawat Burung Murai Batu

Setelah tahu alasan kenapa banyak orang memelihara burung murai batu, tentu Anda juga ingin tahu seperti apa merawat burung murai batu yang tepat? Berikut ini penulis paparkan.

1. Jika Burung dalam kondisi sehat

Burung murai batu adalah jenis burung yang memiliki tiga kondisi. Yaitu, dalam kondisi sehat, saat lagi nafsu birahinya memuncak, dan saat drop. Bila burung murai batu dalam kondisi sehat, maka cara merawatnya yang awal dilakukan adalah dengan mengangin-anginkannya sejak pagi, misalnya dilakukan di teras rumah. Jangan terlalu lama mengangin-anginkannya, kira-kira setengah jam saja.

Setelah diangin-anginkan, mandikanlah burung murai batu Anda. Dalam memandikannya, bisa dilakukan dengan menyemprot bersamaan dengan sangkarnya ataupun burungnya saja. Itu tergantung pada pilihan Anda sendiri.

Jangan lupa untuk selalu mengganti pakannya, maksimal dua hari sekali. Simpanlah dalam toples dan letakkan di dalam sangkarnya. Selalulah membersihkan sangkarnya. Akan lebih baik, bila dilakukan setiap hari. Boleh juga ditambah dengan makanan lain yang bisa membuat suara burung murai batu menjadi lebih bagus lagi.

Jika ingin menjemurnya, lakukanlah di antara jam 8 sampai dengan jam 11. Selama menjemurnya, jangan pernah burung murai batu Anda didekatkan dengan burung murai batu lainnya. Bila sudah dijemur, angin-anginkanlah sebentar kira-kira 10 menit. Baru setelah itu bungkus sangkarnya kembali.

Selama burung di dalam bungkusan, cobalah untuk terus menghidupkan suara burung murai batu dari MP3 atau dalam bentuk rekaman lainnya. Anda bisa mendownload suara burung murai batu melalui internet.

Di sore hari, jika Anda rajin maka bolehlah untuk memandikan burung murai batu kembali. Setelah diangin-anginkan sekitar 10 menit, lalu masukkan ke dalam sangkarnya dan bungkus kembali. Lalu dengarkan kembali rekaman suara burung murai batu. Suara rekaman inilah yang bakal menjadikannya bisa memiliki suara yang merdu.

2. Jika nafsunya lagi memuncak

Burung murai batu termasuk jenis burung yang memiliki nafsu birahi yang besar. Jika sedang memuncak, ia memiliki ciri-ciri. Di antaranya, tampak begitu agresif tingkah lakunya, sangkar kerap di patuk-patuknya, dan bulu sayapnya kerap turun. Jika kondisinya seperti ini, maka porsi pakannya dikurangi menjadi setengah dan usahakan lebih sering memandikannya. Kemudian berikan makan 2 ekor cacing dua kali seminggu. Lalu, diembunkan setiap pagi dan masa penjemurannya dikurangi.

3. Bila dalam kondisi drop

Jika dalam kondisi drop, maka yang paling utama dilakukan adalah dengan memberinya makan jangkrik, kelabang dan mandinya dikurangi menjadi sehari sekali saja. Jika dalam kondisi drop seperti ini, usahakan jangan sampai ia bertemu dan melihat burung murai batu lain. Terlebih lagi, jangan sampai ia mendengar suara burung murai batu yang sehat.

Nah, seperti inilah cara perawatan burung murai batu yang memiliki suara merdu dan selalu diburu oleh banyak orang. Merawatnya memang tidak sulit, tapi mesti telaten.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution

Tips Merawat Murai Batu Bagi Pemula

Ketika pertama kali membeli Burung Murai yang harus diperhatikan adalah tempat tujuan bagaimana nantinya burung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru, mula mula burung jangan di pindahkan dulu dari sangkar yang lama untuk menghindari tingkat stres burung. Perlakuan tersebut penting dan perlu dilakukan karena apabila burung di tempatkan/dipindahkan ke kandang yang baru apalagi kalau kandang tersebut masih berbau cat atau vernis akan sangat mengganggu pernapasan burung itu sendiri, adapun yang harus diperhatikan di agar burung tetap berkicau meskipun di lingkungan yang baru adalah antara lain :

1. Penempatan Sangkar

Tempat sangkar sebaiknya terkena sinar matahari pagi, tapi juga terhindar dari terik siang hari dan sangkar tersebut juga jangan sampai terkena tempias air hujan. Penempatan sangkar antara burung jangan terlalu berdekatan, minimal 3m jarak kandang burung untuk menjaga mental burung karena mental burung murai tidak sama ada yang kuat mentalnya dan juga sebaliknya. Selain jarak kandang antara kedua burung murai, akan lebih baik lagi jika diantara keduanya ada burung jenis lain yang berkicau agar kicauan tersebut dapat ditiru oleh burung murai sebagai kombinasi kicauannya.

2. Nutrisi

Burung Murai juga membutuhkan nutrisi yang cocok karena jika dibandingkan burung pemakan biji bijian kebutuhan nutrisi burung murai lebih rumit, dan faktor terpenting lagi adalah kebersihan nya. Untuk pakan yang diberikan harus selalu segar, dan harus mengganti pakan rutin setiap hari dengan pakan yang baru serta membersihkan pakan yang berceceran di lantai kandang untuk mencegah bau busuk dll. Kemudian untuk menjaga kondisi tubuh secara maksimal, burung murai juga membutuhkan makanan yang bervariasi. Tujuannya untuk tercapainya keseimbangan antar protein, karbohidrat dan lemak, vitamin dan mineral. Murai juga membutuhkan vitamin seperti vitamin A (untuk menjaga kesehatan kulit dan pertumbuhan bulu), Vitamin B. (Untuk proses kerja sistem saraf pusat dan kebutuhan energi), vitamin C. (untuk melindungi murai dari penyakit kulit), dan vitamin D.( untuk membantu menjaga kesuburan reproduksi). Adapun beberapa jenis pakan burung yang sangat digemari murai antara lain adalah :

KROTO (telor semut)

Jenis makanan ini sangat digemari murai tetapi agak merepotkan bagi para hobiis karena harus menyajikan menu ini tiap hari harus tetap segar, bersih dan tidak bau(basi). Cara terbaik pemberian kroto yaitu dengan menyediakan dalam jumlah terbatas sebanyak 3 kali/hari. Murai yang diberi kroto secara teratur akan lebih rajin berkicau sehingga membuat mental murai lebih bagus dengan dapat berkicau lama tetapi juga tidak terlalu sering diberi makan kroto karena akan sulit berganti bulu meskipun sudah waktunya, daya tahan tubuh berkurang serta suara kicauannya agak pecah.

KUNING TELOR

Kuning telor rebus sebagai tambahan protein yang mengandung asam amino yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya Telor direbus dulu kemudian diletakkan di tempat makan burung yang terpisah dan pastikan selalu membuang sisa pakan telor yang tersisa.

Makanan pokok dan tambahan

Dengan memberikan menu makanan tambahan tidak lain yaitu untuk membantu para hobiis agar murai tidak ketergantungan kelak dengan jenis makanan monoton seperti kroto dan jangkrik serta telor saja melainkan makanan seperti pelet juga baik diberikan untuk burung agar supaya daya tahan tubuh lebih bagus dan warna bulu lebih bersih serta berkilau selain itu kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi yang diperlukan lebih terjamin.

AIR

Bagi murai kebutuhan terhadap air sama dengan kebutuhan makanan, murai air digunakan untuk minum dan mandi dengan demikian maka perlu menjaga kualitas air. Air minum yang disediakan harus berupa air matang yang sudah dingin dan setiap hari harus diganti dan tempat air minum supaya dibersihkan agar lumut yang biasanya menempel tercuci bersih.


3. Memandikan dan Menjemur Murai

Usahakan tempat memandikan murai menggunakan tempat khusus untuk mempermudah murai berpolah ketika mandi, dan mempermudah pemilik untuk membersihkan kandang dan mengganti makanan. Ingat burung yang sedang asyik mandi jangan dipaksa keluar dari tempat mandinya karena akan mengurangi ruang gerak saat mandi,dan biasanya burung yang belum puas mandinya maka akan menggunakan air minumnya untuk mandi. Jemurlah burung usai dimandikan guna mendapatkan rangsang sinar matahari khususnya di pagi hari karena sangat bermanfaat di dalam proses pembentukan suatu mineral, contohnya Kalsium. Dengan demikian cahaya jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolisme, reproduksi dan tingkah laku.

Selamat mencoba semoga tulisan ini bermanfaat bagi pemula dan hobiis burung

Oleh : Roni Mania & Muhammad Riyadi

http://seputar-infoburung.blogspot.com/2011/08/tips-merawat-murai-batu-bagi-pemula.html