Showing posts with label roma doni. Show all posts
Showing posts with label roma doni. Show all posts

Friday, August 30, 2013

Keuntungan Memelihara Murai Batu Trotol



Istilah trotol dipakai pada Murai Batu anakan dengan taksiran umur di bawah 5 bulan yang sedang menuju masa mabung atau pergantian bulu guna menjadi Murai Batu remaja. Pada masa ini, kondisi Murai Batu trotol sudah mulai sempurna, bulu-bulu sudah tumbuh keseluruhan tapi warna bulu belum mengkilap, mampu nangkring dengan kokoh, dan mulai mencoba mematuk pakan sendiri ketika disodorkan oleh si pemilik. Jika anda salah satu pecinta murai batu dan mempunyai banyak waktu luang untuk merawat burung kicauan favorit anda ini, cobalah untuk memelihara murai batu di masa trotolnya. Perlu anda ketahui, saat ini banyak penghobi burung kicauan mencari Murai Batu trotol untuk dimasterkan. Salah satu alasannya sudah jelas, dilihat dari harganya Murai Batu trotol lebih murah daripada Murai Batu dewasa yang sudah gacor sehingga budget yang anda keluarkan tidak terlalu besar.

Karena banyaknya permintaan, mendapatkan Murai Batu trotol juga tidaklah mudah. Beberapa penangkaran Murai Batu ada yang sampai menggunakan nomor antrian kepada pemesan akibat stok Murai Batu trotol yang tidak selalu ada. Sebagian penangkaran malahan ada yang tidak mau menjual Murai Batu trotol karena harga jualnya yang murah, mereka lebih memilih untuk meneruskan penangkaran sampai Murai Batu menjadi dewasa dan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Kisaran harga Murai Batu trotol saat ini yaitu 1 juta – 2 juta rupiah dengan umur 2-3 bulan. Bagi orang awam, mungkin harga sedemikian sudah cukup mahal dalam mendapatkan burung kicauan, tapi bagi penghobi untuk sejenis burung kicauan Murai Batu, harga sedemikian belum ada apa-apanya dibanding nanti ketika Murai Batu sudah dewasa, gacor dan apalagi dapat memenangkan event-event lomba.

Kembali kepada keuntungan memelihara Murai Batu di masa trotol yaitu selain pada harga belinya yang masih terjangkau, masa trotol adalah masa di mana Murai Batu sangat mudah beradaptasi, mudah jinak, dan mudah untuk dimasterkan. Dari segi umur yang masih anakan, membuat Murai Batu trotol tidak gampang stres, isian suara kicauannya juga masih standar burung kicauan, jadi anda bisa menyesuaikan dengan suara masteran yang anda mau, pada keadaan ini Murai Batu trotol akan sangat mudah untuk dibimbing si pemilik ke arah yang diinginkannya. Nah, hal itulah yang banyak dimanfaatkan penghobi dalam menciptakan ciri khas Murai Batu masteran mereka, kebanyakan Murai batu yang sering memenangkan lomba adalah Murai Batu yang sudah memang dirawat dari trotol dan dilatih sampai Murai Batu dewasa, baik Murai Batu trotol yang dihasilkan dari tangkaran ataupun Murai Batu trotol yang didapat dari hutan.

Tapi yang perlu diingat, membeli Murai Batu trotol itu artinya anda harus mempunyai ketekunan yang lebih dalam melakukan perawatannya. Itulah kenapa, ketersediaan waktu luang anda sangatlah penting. Jangan sampai anda gagal merawat Murai Batu trotol mencapai masa kedewasaannya akibat kematian yang melanda. Bagaimanapun juga kondisi tubuh Murai Batu trotol tentu masih sangat rentan dan belum stabil. Beda dengan membeli Murai Batu dewasa yang mungkin kita hanya akan meneruskan perawatan sebelumnya dengan kondisi Murai Batu yang juga sudah oke. Oleh sebab itu, perlunya ketekunan anda merawat Murai Batu trotol akan membuka pintu keberhasilan Murai Batu tersebut ketika dewasa.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Friday, August 2, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Susah Bertelur



Dalam memulai penangkaran Murai Batu memang tidak selamanya mengalami jalan yang mulus. Ada kendala-kendala kecil yang ditimbulkan saat penangkaran yang dapat menghambat kelancaran usaha penangkaran anda. Salah satu kendala yang biasa dialami bagi pemula penangkaran Murai Batu adalah Murai Batu yang ditangkarkan tidak kunjung bertelur. Tentu saja hal itu akan mengganggu kelancaran usaha, apalagi di saat menunggu masa-masa berkembangbiak para penangkar juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Keengganan Murai Batu betina untuk bertelur juga bisa disebabkan oleh faktor usia yang terlalu Muda, sehingga belum ada kematangan birahi yang ditimbulkannya. Sedangkan dalam masa perkembangbiakan yang baik ialah ketika benar-benar kedua indukan Murai Batu siap dalam hal kematangan usia, mental, dan birahi yang tinggi.

Selengkapnya mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Murai Batu sulit bertelur beserta cara mengatasinya akan penulis paparkan di bawah ini :

  • Indukan Murai Batu Betina belum siap ‘kawin’
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila salah satu Indukan Murai Batu tidak siap untuk proses ‘Kawin’ maka perkembangbiakan juga akan terhambat. Ketidaksiapan di sini bisa berupa : Murai Batu yang masih liar, belum mencapai kematangan birahi-nya. Solusinya, sebelum melakukan penangkaran pilihlah kedua Indukan Murai Batu yang jinak dan sudah mencapai kematangan birahi, kalau perlu indukan Murai Batu yang betina pilih yang sudah pernah bertelur sebelumnya.

  • Pemberian pakan yang tidak tepat
    Jenis pakan dan porsi pemberian pakan pada Indukan Murai Batu juga perlu diperhatikan. Apabila selama ini diberi jenis pakan berbeda-beda dengan porsi yang juga tidak teratur, jelas hal itu akan menyulitkan dalam mengatur birahi Murai Batu. Jika dalam penangkaran indukan Murai Batu tidak mencapai kondisi birahi tinggi, atau salah satunya saja yang mencapai birahi, akan sangat menyulitkan dalam proses perkawinan nanti, kemungkinan juga akan terjadi pertarungan dalam tangkaran. Untuk itu, mulailah anda untuk menentukan jenis pakan dan porsi yang teratur, kami menyarankan pemberian pakan berupa serangga kecil : jangkrik, belalang, ulat atau juga kroto. Tidak disarankan kepada jenis pakan olahan seperti pelet, voor dan lain-lain.

  • Kondisi tempat penangkaran yang tidak mendukung
    Demi menciptakan kenyamanan bagi indukan Murai Batu yang ingin ditangkarkan, sebisa mungkin tempat penangkaran haruslah dalam kondisi nyaman dan tenang. Jauhkan dari suara-suara keramaian yang justru membuat indukan Murai Batu ketakutan. Indukan Murai Batu yang merasa terancam akan menghabiskan waktunya untuk mewaspadai diri dari gangguan-gangguan yang dianggapnya berbahaya.

  • Berikan obat perangsang birahi
    Sebagai pendukung kesuksesan pada masa perkembangbiakan, tidak salah anda memberikan obat-obatan yang dapat merangsang hormon FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang keduanya sangat bagus untuk meningkatkan birahi ‘kawin’ guna indukan Murai Batu betina dapat bertelur.

Mengatasi Murai Batu yang susah bertelur bukan merupakan problem yang sulit, namun walaupun begitu tetap diperlukan perawatan khusus yang tepat agar kedua indukan Murai Batu berada dalam kondisi yang siap untuk ‘kawin’ dan jika sudah berada dalam posisi ini anda tidak perlu menunggu waktu yang lama, sampai indukan Murai Batu betina mengeluarkan telurnya. Demikian artikel ini, semoga anda dapat menerapkan langkah-langkahnya dengan baik dan masalah mengenai Murai Batu yang anda alami dapat teratasi. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://globalfaunafarm.com/artikel-murai/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, July 31, 2013

Tips Saat Membeli Murai Batu



Setiap orang pasti menginginkan barang yang bagus, berkualitas, dengan harga yang sesuai ketika membeli apapun itu. Sama halnya ketika anda membeli Murai Batu, pasti anda mengharapkan Murai Batu yang anda beli adalah Murai Batu yang handal, memiliki kicauan merdu dan bisa menjadi juara saat mengikuti perlombaan. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui apa-apa saja yang harus diperhatikan saat membeli Murai Batu, sehingga banyak juga yang merasa tertipu, kecewa, ketika Murai Batu yang dibeli menampakkan sifat aslinya entah itu kondisi tubuh yang tidak baik, kecacatan fisik, tidak gacor dan segala macamnya. Tingginya harga Murai Batu di pasaran juga menjadi faktor pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui para pembeli. Dengan berbagai cara dilakukan agar pembeli tertarik dan membeli Murai Batu yang dijual dengan harga tinggi. Berdasarkan hal itu, artikel kali ini akan memaparkan point-point penting apa saja yang harus anda perhatikan di saat ingin membeli Murai Batu, agar anda mendapatkan Murai Batu berkualitas baik :

  • Lihat, bagian ekor Murai Batu
    Tak jarang kejadian Murai Batu yang dijual memiliki ekor tiruan. Bisa jadi Murai Batu yang dijual tersebut memiliki ukuran ekor yang pendek, bisa karena rusak atau rontok namun untuk tetap menarik minat pembeli, ekor yang pendek tersebut disambung ‘lem’ dengan ekor panjang. Jika tidak teliti bisa saja anda akan mengalami hal itu, nah sebagai antisipasi ketika membeli sentuh dan periksalah bagian ekornya, untuk memastikan apakah ekor Murai Batu tersebut benar-benar asli atau tidak.

  • Periksa, bagian Mulutnya
    Segala cara dilakukan pemburu dalam mendapatkan Murai Batu liar, salah satunya dengan cara ‘pancingan’ yaitu penjebakan Murai Batu dengan pemberian umpan yang ditaruh pada alat pancing. Murai Batu yang memakan umpan tersebut akan terkena pancing pada bagian lidahnya dan tak dapat berbuat apa-apa. Nah, penangkapan dengan cara ini sangat membahayakan bagi Murai Batu, selain membuat Murai Batu sulit untuk makan, juga menyulitkan dalam hal berkicau. Bagi anda yang ingin membeli Murai Batu jangan mau membeli Murai Batu hasil ‘pancingan’ meskipun dijual dengan harga murah, sebab masa bertahan hidupnya biasanya tidak bertahan lama. Cara mengetahui Murai Batu hasil ‘Pancingan’ adalah dengan melihat di bagian lidah dan tenggorokannya jika terdapat luka berdarah atau goresan maka Murai Batu tersebut didapat dari hasil ‘Pancingan’.

  • Cek kondisi kesehatannya
    Belilah Murai Batu yang dalam kondisi sehat. Perhatikan tingkah lakunya dalam sangkar sebelum anda membeli apakah gerak-geriknya menunjukkan kesehatan fisiknya atau tidak. Murai Batu yang sehat juga tidak akan berdiam saja dalam sangkar, jika anda masih ragu pegang Murai Batu tersebut untuk anda pastikan suhu tubuhnya, apabila menunjukkan suhu yang panas sebaiknya untuk saat itu anda tahan dulu niat membeli, atau pilih Murai Batu lainnya yang memiliki suhu tubuh yang normal. Jangan membeli burung Murai Batu yang sakit, sekalipun menderita gejala sakit ringan karena itu juga tetap beresiko, apabila jika anda belum terlalu paham dalam hal merawatnya.

  • Perhatikan gerak-gerik Penjual jika berada di dekat andaDirasa perlu untuk melakukan hal ini, karena penjual ada juga yang suka mengelabui pembeli dengan mengeluarkan semacam ‘bersiul’suara kicauan, seakan-akan Murai Batu yang anda lihatlah yang mengeluarkan kicauan tersebut padahal suara kicauan itu berasal dari dirinya.

Banyak cara di luar sana yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam memperoleh keuntungan sepihak. Pastinya ada sebagai pembeli juga tidak menginginkan adanya kerugian-kerugian yang anda terima dari barang yang anda beli, baik itu Murai Batu. Ketelitian dalam membeli merupakan faktor terpenting untuk menghindari dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan artikel di atas bisa membantu anda mendapatkan burung Murai Batu yang anda inginkan. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://blog-muraibatu.blogspot.com/2013/02/waspada-pada-saat-akan-membeli-murai.html
Sumber Photo : Google.com

Friday, July 26, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Mematuki Bulu Sendiri



Bagi pecinta Murai Batu pasti pernah mengetahui kondisi seperti ini, yaitu di mana Murai Batu melakukan perilaku yang mengakibatkan kerusakan pada bagian bulu sayap, perut, paha dan ekor karena dipatuki sendiri. Keadaan seperti itu memang kerap kali terjadi pada Murai Batu, karena adakalanya Murai Batu mengalami kondisi yang tidak stabil sehingga menyebabkan stres pada Murai Batu, dan biasanya cara melampiaskan stresnya adalah dengan mematuki bulunya sendiri. Kefatalan yang dapat terjadi akibat perilaku buruk ini ialah kecacatan fisik yang akan diderita Murai Batu. Patukan-patukan yang mengenai tubuhnya berpotensi menimbulkan kerontokan bulu dan luka pada bagian tubuh sehingga jika dilihat burung Murai Batu akan tampak jelek. Sudah barang tentu meskipun burung Murai Batu tersebut memiliki kicauan yang merdu apabila tidak didukung dengan penampilan dari segi fisik yang baik pasti terlihat tidak proporsional, dari segi harga jual juga akan menurun.

Kebiasaan Murai Batu tersebut mematuki bulunya sendiri disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Pemberian pakan burung yang salah

    Pemberian pakan yang tidak sesuai takaran baik dari segi jumlah ataupun jenis membuat Murai Batu gampang mengalami birahi yang tinggi. Sebenarnya bagus apabila Murai Batu cepat mencapai birahi, karena otomatis meningkatkan gairah bertarungnya dalam perlombaan, namun apabila kenaikan birahi di saat tidak dalam keadaan lomba, maka burung Murai Batu akan mengalami over birahi akibat tidak adanya lawan ketika kondisi sedang naik. Nah, keadaan seperti itu dapat menyebabkan Murai Batu mematuki bulunya sendiri sebagai bentuk dari pelampiasan jiwa betarungnya.

  • Ketertekanan jiwa Murai Batu

    Yaitu adanya ketidakstabilan Mental Murai Batu disebabkan lawan yang terlalu tangguh. Murai Batu yang berusia muda masih memiliki mental tarung yang belum sempurna, sehingga apabila dipaksakan untuk mengikuti lomba atau disandingkan dengan Murai Batu yang sudah memiliki kicauan yang terlatih pasti mental jiwa akan tergolak. Hal itu akan membuat Murai Batu merasa tertekan, ketertekanan itu dapat diketahui dengan melihat tingkah lakunya yang tidak menentu lagi, salah satunya dengan mematuki bulunya sendiri.

Cara yang dapat anda ambil sebagai usaha untuk menanggulangi kebiasaan buruk tersebut adalah :

  • Mengatur pola setingan penempatan sangkar dan pakannya

    Pemberian pakan yang teratur, misal pemberian pakan jangkrik seimbang : 2 ekor di pagi hari dan 2 ekor di sore hari. Pengaturan ini dapat mengatur tingkat birahi Murai Batu menjadi baik, selain itu penempatan sangkar yang sesuai dengan usia Murai Batu juga berdampak demikian.Seperti menjauhkan dari binatang-binatang pengganggu : kucing, ayam atau juga burung Murai Batu yang terlalu tangguh di saat usia Murai Batu yang dipelihara belum mencukupi.

  • Melakukan perawatan dan pemeliharaan yang secukupnya

    Perawatan dan pemeliharaan di situ dapat berupa : penjemuran Murai Batu setiap hari antara jam 9-10 pagi, tidak terlalu lama sekitaran 30 menit. Pengerudungan pada sangkar Murai Batu di malam hari untuk menjaga kondisi Murai Batu agar tidak kedinginan. Dan di pagi hari kerudung dapat dibuka sampai sore hari, begitu seterusnya.

  • Beberapa penghobi meletakkan alas pada dasar sangkar Murai Batu, dengan tujuan sebagai pengalihfungsian amarahnya. Alas yang dimaksud dapat berupa kertas buku, koran, kalender, namun setiap hari alas tersebut harus diganti atau dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit akibat tumpukan kotoran Murai Batu itu sendiri.

Demikianlah tips atau cara yang bisa dilakukan di saat Murai Batu milik anda mengalami kebiasaan mematuki bulunya sendiri. Kebiasaan kecil yang buruk jika dibiarkan saja kebiasaan itu juga pastinya akan mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Namun langkah tepat yang anda lakukan dapat menghambat efek-efek negatif yang akan ditimbulkan, begitu juga terhadap Murai Batu milik anda. Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat bagi anda dalam menjaga kualitas Murai Batu yang lebih baik. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http:/sklbirdfarm.com/2012/08/08/tips-mengatasi-murai-batu-yang-matukin-bulu-sayapekor/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, July 24, 2013

Fenomena Kelangkaan Populasi Murai Batu



Tingkat kelangkaan Murai Batu di Indonesia sudah memasuki keadaan kritis, kepunahan menjadi gambaran ke depan jika keadaan ini tidak segera ditanggulangi. Kawasan daerah penyebaran populasi burung Murai Batu seperti : Kalimantan, Sumatera, Lampung, Jawa, Bangka Belitung sudah menunjukkan pengurangan populasi yang sangat signifikan. Bahkan untuk di pulau bangka sendiri jenis murai batu hampir sudah tidak tampak lagi di alam liar, jikapun ada itu di daerah pedalaman yang terpencil jauh dari jangkauan manusia.

Kelangkaan yang terjadi menjadikan kenaikan harga burung Murai Batu tidak tanggung-tanggung melonjak naik. Beberapa penjual Murai Batu banyak yang menerima Murai Batu hasil tangkapan liar hutan dengan harga sampai jutaan, walaupun kondisi burung masih belum stabil. Itu dikarenakan apabila nanti Murai Batu tangkapan liar tersebut sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dan suara kicauan sudah terlatih maka harganya bisa mencapai puluhan jutaan rupiah. Untuk memastikan hal itu anda dapat mengamati di beberapa toko online yang menjual Murai Batu seperti toko bagus, berniaga dan lainnya, pasti Murai Batu yang dijual harganya rata-rata kisaran di atas satu juta. Banyak faktor memang yang penyebab kelangkaan Murai Batu tersebut :

  • Perburuan Liar

    Keeksotisan karisma yang dimiliki Murai Batu menjadi alasan tingginya perburuan terhadap burung jenis ini di alam liar, perburuan dilakukan tidak hanya terhadap Murai Batu dewasa tetapi anakan murai batu yang masih dalam sangkar juga menjadi sasaran. Jumlah Murai Batu di alam liar yang sedikit membuat perkembangbiakan burung jenis ini menjadi sangat lambat.

  • Perdagangan Ilegal

    (http://aceh.tribunnews.com/2013/02/03/600-murai-gagal-diselundupkan) merupakan bukti yang real perdagangan ilegal di Indonesia masih tinggi, meskipun Murai Batu termasuk ke dalam satwa yang dilindungi undang-undang namun ketidakpedulian banyak pihak menyebabkan perdagangan Ilegal terhadap burung Murai Batu kerap kali terjadi.

  • Rusaknya Ekosistem Hutan

    Penebangan liar, pembakaran Hutan, serta pengalihfungsian hutan menjadi pemukiman penduduk menjadikan ekosistem tempat tinggal bagi Murai batu dan hewan lainnya menjadi terancam. Tidak tersedianya tempat yang aman mengakibatkan daerah populasi Murai Batu sulit diketahui keberadaannya.

  • Kurangnya pelestarian

    Segala macam faktor penyebab kelangkaan Murai Batu faktanya tidak diiringi dengan keseimbangan langkah untuk menanggulanginya. Penangkaran-penangkaran Murai Batu untuk setiap Provinsi di Indonesia rasanya bisa dihitung jari, tidaklah heran apabila kelangkaanpun menyerang jenis Murai Batu.

Kelangkaan yang terjadi merupakan keadaan yang tidak baik apabila tidak segera diambil langkah-langkah konkret untuk mengatasinya. Salah satu langkah konkret yang dapat kita lakukan adalah dengan terus menjaga kelestarian Murai Batu di alam liar agar tetap berkembang biak dengan baik. Adanya peraturan pemerintah terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Murai Batu sudah sepatutnya kita dukung dengan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang membawa Murai Batu ke dalam kelangkaan. Semoga ke depan Murai Batu bisa terus lestari dan tetap terjaga untuk meramaikan jenis burung kicauan di Indonesia.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 22, 2013

Karakter Burung Murai Batu



Burung Murai Batu adalah jenis burung yang sangat familiar diketahui oleh semua orang. Dari para penghobi maupun yang tidak rasanya aneh jika tidak mengenal jenis burung yang satu ini. Kehebatan burung Murai batu sudah tidak diragukan lagi dalam mengikuti lomba, keseringannya memenangkan lomba membuat jenis burung ini sangat mahal di pasaran. Jika kita melihat sekilas burung murai batu bisa dibilang memiliki tampilan warna yang sederhana, terdiri dari warna hitam (di bagian kepala, sayap, dan ekor), warna oranye (badan bagian bawah) dan warna putih ( di bagian bawah ekor, kaki). Dibalik itu semua ia memiliki kemampuan dalam hal kicauan yang tidak bisa disepelekan.

Karisma yang dimiliki oleh burung Murai Batu tidak banyak dimiliki oleh burung kicauan jenis lainnya. Bentuk warna dan tubuhnya yang terlihat casual membuat tampilannya menjadi sangat proporsional untuk burung lomba. Kehebatannya di lapangan lomba menjadi daya tarik tersendiri bagi para juri untuk terus mengamati gerak-geriknya ketika bertanding, hal itu menjadi point penting untuk kemenangan burung Murai Batu.

Mungkin beberapa akan bertanya, kenapa burung Murai Batu menjadi salah satu burung yang paling dicari dan dimintai banyak orang? Jawabannya cuma satu, karena burung Murai Batu memiliki karakternya sendiri. Jika diamati dengan teliti akan banyak ciri khas murai batu yang menjadi karakternya tersendiri dan tidak dimiliki oleh kebanyakan burung kicauan lainnya, hal itulah yang menjadikan burung Murai Batu menjadi sangat istimewa di kalangan para penghobi. Karakter/sifat burung Murai Batu dasarnya berpeluang besar di kemudian hari untuk menjadi burung Petarung yang handal. Inilah merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan para penghobi begitu meminati burung Murai Batu.

Adapun karakter-karakter burung Murai Batu yang begitu sangat istimewa itu adalah sebagai berikut :

  • Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi
    Kemampuannya dalam hal menirukan berbagai jenis suara kicauan burung lainnya, menandakan Murai Batu memiliki kecerdasan yang tak biasa. Kemampuan ini adalah senjata utama Murai Batu dalam mengalahkan lawan-lawannya di arena lomba.

  • Mudah naik Birahi
    Burung yang mencapai birahi tinggi akan sangat mudah untuk gacor di lapangan, semangat tarungnya akan semakin, dan tentunya hal ini akan menguntungkan pemilik burung Murai saat mengikuti lomba. Logikanya, semakin burung Murai gacor di lapangan semakin ia akan mengeluarkan semua kemampuannya dalam hal berkicau.

  • Cepat untuk Jinak
    Walaupun Murai Batu didapat dari hasil penangkapan liar di hutan tapi tidak memerlukan waktu lama untuk bisa menjinakkannya. Kelebihan ini dimanfaatkan bagi para penghobi untuk melatih terlebih dahulu Murai Batu tangkapan liar tersebut agar dapat dijual dengan harga yang tinggi. Bahkan kadang karena kecepatan untuk jinak, kita akan sulit membedakan mana Murai Batu hasil penangkapan liar di hutan, mana yang hasil penangkaran sendiri.

  • Sangat Mudah Beradaptasi
    Kemudahannya beradaptasi membuat burung ini mudah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru, hal itu tentunya memudahkannya berinteraksi mengeluarkan kicauan sehingga walaupun ditempat yang baru burung Murai Batu akan tetap mengeluarkan gacorannya.

  • Petarung yang Handal
    Ketika sudah di lapangan lomba kebanyakan burung Murai Batu akan mengeluarkan seluruh kemampuan maksimalnya, jikapun ada yang tidak biasanya disebabkan kesalahan teknis saat penyetingan lomba saja, misal pemberian pakan yang terlalu banyak. Karakter dari awalnya jenis Murai Batu yang memang bermental petarung ini memungkinkan ia untuk terus bergacor sampai perlombaan usai tanpa adanya kondisi drop bagi Murai Batu.

Yups, demikianlah karakter-karakter yang dimiliki burung Murai Batu sehingga menyebabkan jenis ini sangat diminati banyak kalangan. Beberapa point di atas merupakan sifat/karakter dasar pada umumnya yang dimiliki oleh Murai Batu. Semoga setelah membaca artikel ini anda dapat menentukan burung kicauan mana yang menjadi favorit anda. Terima kasih

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://blog-muraibatu.blogspot.com/2013/02/karakter-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 15, 2013

Cara Memasterkan Suara Kicauan Murai Batu



Suara kicauan seekor burung memang sangat mengenakkan untuk didengar, apalagi di saat hati sedang gelisah karena permasalahan, dengan mendengar suara kicauan burung dipercaya dapat menenangkan jiwa dari segala problema yang ada. Burung tanpa sebuah kicauan rasanya kurang lengkap, karena memang umumnya bagi para penghobi sendiri yang menjadi faktor utama dalam memelihara burung adalah karena bentuk tubuh plus kicauan merdunya. Sebab dari kedua faktor itulah para penghobi memperoleh kemanfaatan-kemanfaatan yang lain, misalnya untuk dijual atau dilombakan.

Murai Batu yang merupakan salah satu ikon burung kicauan di Indonesia adalah burung dengan suara kicauan terbaik. Namun meskipun begitu, tidak semua burung Murai Batu memiliki kemampuan tersebut. Maksudnya begini, walaupun secara umum setiap Murai Batu memiliki kemampuan yang sama dalam hal kicauan, apabila dilakukan perawatan dan pemeliharaan dengan cara yang berbeda pasti akan berbeda pula hasil yang diperoleh. Seekor Murai Batu hasil penangkaran jika dilakukan perbandingan dengan Murai Batu Hutan/Liar pasti akan berbeda jenis suara kicauannya. Itu dikarenakan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan burung tersebut. Artinya apa, sebagai seorang penghobi burung kita mempunyai peluang untuk bisa mengolah suara kicauannya, terlagi burung Murai batu, yang kita ketahui bersama memiliki kemampuan menirukan suara-suara kicauan burung lainnya.

Dalam pengolahan demi memasterkan suara kicauan Murai Batu dapat dilakukan dengan cara sederhana saja, tetapi ada perbedaan sedikit dalam perawatannya yaitu untuk Murai Batu yang ingin dilombakan dengan yang tidak. Untuk yang dilombakan hal pertama yang harus anda ketahui adalah kesesuaian penilaian juri terhadap bentuk suara kicauan yang diinginkan. Apakah yang berirama suara panjang bervariasi ataukah berirama pendek tapi tajam. Bentuk-bentuk penilaian itu bisa anda jadikan referensi untuk memilih jenis suara burung yang sesuai untuk ditirukan oleh Murai Batu milik anda. Misalnya penilaian juri berdasarkan suara panjang bervariasi, nah anda dapat mencoba langkah-langkah yaitu mendengarkan berbagai jenis suara burung selama seminggu yang bernada berbeda tapi ringan seperti suara burung anis kembang, ciblek , kenari dan sejenisnya yang kemudian anda teruskan dengan suara burung panjang seperti burung kacer, kutilang, dll. Namun untuk yang bernada panjang anda cukup memperkenalkan satu jenis suara saja karena itu akan menjadi suara dominan/khas ketika lomba nanti. Sedangkan untuk penilaian suara berirama pendek dan tajam, cukup anda perkenalkan dengan suara-suara unik yang memiliki ketentuan demikian, tetapi jangan lupa untuk tetap memperkenalkan suara dominan/khas yang akan menjadi ciri suara Murai Batu milik anda. Semakin sering burung tersebut mengeluarkan kicauan khasnya maka semakin uniklah burung itu, karena mempunyai ciri tersendiri.

Perkenalan suara juga dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menyandingkan Murai Batu dengan Burung Kicauan lainnya atau bisa juga dengan bantuan alat musik dengan MP3 suara kicauan. Penulis sendiri merekomendasikan untuk menyandingkan dengan burung kicauan aslinya bukan melalui MP3, sekalian bertujuan melatih mental dan juga peniruan pastinya akan lebih cepat karena langsung bertatapan dengan burung aslinya, seolah keduanya bisa saling berdialog.

Jika penghobi ingin melakukan pemasteran Murai Batu untuk peliharaan saja tidak untuk dilombakan, ini sebenarnya lebih gampang lagi. Karena tidak perlu melakukan penyesuaian dengan ketentuan juri yaitu hanya perlu disesuaikan dengan selera anda masing-masing. Intinya, melakukan pemasteran burung harus mendengarkan suara burung kicauan yang kita inginkan secara berskala dan berulang-ulang sampai Murai Batu milik anda dapat menirukan suara tersebut. Selain itu, pemberian pakan kroto juga akan mempercepat pemasteran dan suara Murai Batu bisa terdengar lebih jelas.

Artikel singkat di atas semoga bermanfaat bagi anda dalam menginginkan suara kicauan Murai Batu yang lebih berkualitas. Trims.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 1, 2013

Persiapan Murai Batu Mengikuti Lomba



Salah satu tujuan penghobi burung sangat menginginkan jenis Murai Batu adalah untuk dilombakan. Karena dari lomba tersebutlah para penghobi burung Murai Batu dapat memperoleh keuntungan yang lebih sekalian sebagai media promosi burung kicauan mereka. Karena apabila Murai Batu yang dilombakan menyabet gelar juara, maka biasanya harga Murai Batu juara akan naik drastis memiliki nilai jual yang tinggi.

Dalam perlombaan burung ocehan, kicauan yang merdu merupakan takaran nilai utama kemenangan dari burung tersebut, walau tetap ada penilaian sisi lainnya namun itu hanya sebagai pelengkap saja. Tapi sayangnya, tidak semua burung ocehan yang diikutkan dalam lomba mengeluarkan kemampuan kicauan suara yang terbaik ketika lomba berlangsung, sehingga pemilik burung akan merasa kecewa, begitu halnya dengan Murai Batu. Murai Batu yang belum siap untuk dilombakan jika dipaksa harus dilombakan pastilah akan menampilkan performa yang buruk. Di sinilah diperlukan kemampuan anda sebagai pemilik untuk melihat apakah Murai Batu yang anda pelihara sudah dalam kategori siap atau belum. Jika ‘siap lomba’ jangan ragu lagi, jika ‘belum siap’ jangan coba-coba. Terkadang, meskipun burung Murai yang kita miliki dari segi umur dan suara sudah mencukupi untuk diikutkan lomba, tetapi apabila ketika persiapannya saja kita sudah melakukan hal-hal yang salah, maka kemungkinan besar penampilan burung juga tidak maksimal.

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang bisa dilihat untuk Murai Batu yang sudah masuk dalam kategori ‘Siap Lomba’ adalah sebagai berikut :

  • Minimal usia Murai Batu 2 tahun, ini dimaksudkan agar kesempurnaan bunyi suara kicauannya lebih terasa dan terdengar jelas.
  • Murai Batu Tidak Giras, dalam artian mental tarung Murai Batu kuat, tidak takut akan kehadiran manusia, lawan atau siapapun.
  • Murai Batu Gacor di mana saja, Murai Batu mampu beradaptasi dengan lingkungan, di mana saja berada tetap mengeluarkan kicauan-kicauannya.
  • Murai Batu bersuara khas dan bervariasi, ada kicauan yang terdengar berulang-ulang (Ciri khas) dan mampu mengeluarkan variasi kicauan jika sudah bercampur dengan burung kicauan lainnya.
  • Dari segi kotorannya, kotoran yang dikeluarkan burung Murai berbentuk kecil dan tidak basah, ini menandakan burung tersebut sudah kategori dewasa dan sedang tidak mengalami gangguan pencernaan.

Ciri-ciri di atas masih dalam aspek kepada burungnya saja, yang perlu juga kita perhatikan/siapkan ketika ingin melombakan burung Murai Batu adalah cara-cara merawat burung tersebut seminggu sebelum perlombaan, hal ini penting demi mempersiapkan burung yang benar-benar siap , siap kemampuan dan siap mental. Berikut teknik dan caranya :

  • Burung Murai Batu yang ingin dilombakan seminggu sebelumnya harus dijauhkan dahulu dari berjumpa dengan burung kicauan yang lain. Bertujuan mengurangi minat burung itu berkicau sehingga stamina tubuh dan kicauannya tetap terjaga. Pemberian pakan juga pada porsi yang seperti biasa saja, jangan lakukan penambahan porsi pakan, begitu juga dengan jenis pakannya, ditakutkan penambahan/perubahan itu malah akan membuat burung kaget sehingga di lapangan nanti pola penampilannya juga akan berubah.
  • Kondisikan burung Murai Batu dengan lapangan lomba. Sebelum perlombaan dimulai anda bisa mengamati lokasi perlombaan itu seperti apa, apakah model terbuka atau sebaliknya, bagaimana intensitas cahaya yang mengenai tempat itu. Dengan begitu anda bisa melakukan pelatihan burung Murai anda untuk dapat mengkondisikan ditempat yang baru dengan suhu yang berbeda.
  • Awasi burung dari kemungkinan diganggu hewan lain. Perhatian intensif sebelum perlombaan penting demi menjaga mental burung Murai. Jauhkan Burung Murai dari bertemu hewan penggangu lain seperti kucing, ayam, kambing atau apapun yang membuatnya takut dan trauma. Ketakutan-ketakutan itu bisa membuat mentak burung Murai tidak stabil lagi, dan parahnya, kemungkinan seperti itu akan membuat burung menjadi giras(tidak menentu) ketika perlombaan.

Demikianlah hal-hal yang harus anda perhatikan dan siapkan dalam mengikutsertakan burung Murai Batu milik anda dalam sebuah lomba. Perawatan dan penjagaan yang intensif membuat kenyamanan dan mental burung tetap terjaga. Jika hal itu terjadi, kemampuan burung untuk menampilkan kemampuan yang terbaik bisa terwujud. Keterwujudan semua itu memungkinkan kemenangan juara akan jatuh pada Murai Batu milik anda. Sekian dari saya, dan selamat mencoba. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://xcult-xcult.blogspot.com/2012/10/mengenali-ciri-ciri-murai-batu-yang.html
http://omkicau.com/2008/10/31/menyiapkan-burung-untuk-lomba/
Sumber Photo : Google.com

Thursday, June 27, 2013

Murai Batu Impor vs Murai Batu Lokal

Indonesia memang terkenal dengan keanekaragamannya. Tak hanya dalam bidang etnis, suku, dan budaya, terlagi keanekaragaman tumbuhan dan satwa-satwa liar yang dimiliki. Bayangkan, di Indonesia untuk satu jenis spesies saja itu sudah terdapat beberapa spesies lain yang masih satu keturunan dari spesies yang sama. Maka tidaklah salah, keanekaragaman itu menjadikan negara Indonesia sebagai salah satu negara terunik di dunia. Keanekaragaman yang ada di Indonesia itu juga terdapat pada burung kicauan jenis Murai Batu. Macam-macam Murai Batu Indonesia (lokal) memang beragam jenisnya. Di Indonesia sendiri ada 8 jenis Murai Batu yang berbeda. Adapun ke-delapan Murai Batu tersebut terdiri dari :

  • Murai Batu Medan
  • Murai Batu Aceh
  • Murai Batu Jambi
  • Murai Batu Lampung
  • Murai Batu Palangka (Kalimantan)
  • Murai Batu Banjar (Kalimantan)
  • Murai Batu Jawa (Larwo)

Nampaklah bahwa ketenaran burung Murai Batu juga disebabkan karena beragamnya jenis ini di alam liar. Tidak hanya di Indonesia, spesies burung kicauan jenis Murai Batu juga ditemukan di negara-negara lain. Namun dari beberapa negara itu hanya Indonesia-lah dengan keanekaragaman jenis Murai Batu terbanyak. Untuk jenis Murai Batu Impor (luar) sendiri terdapat beberapa jenis yang familiar di pasaran yaitu :

  • Murai Batu Thailand
  • Murai Batu Malaysia
  • Murai Batu Filipina

Jika ditanya mengenai perbandingannya? Murai Batu lokal mempunyai ciri khasnya masing-masing, begitu juga dengan Murai Batu Impor. Namun secara umum penulis melihat perbedaan yang cukup mencolok jika disandingkan antara Murai Batu lokal dengan Murai Batu Impor. Sejatinya, Murai Batu lokal cenderung memiliki kemampuan kicauan suara yang sangat baik, jenis Murai Batu lokal sangat cocok untuk diikutsertakan dalam event lomba karena kemungkinan kemenangan akan burung Murai Batu lokal sangat tinggi ketimbang mengikut sertakan Murai Batu Impor. Contohnya saja Murai Batu Medan, jenis Murai Batu lokal yang satu ini sudah menjadi langganan juara setiap perlombaan burung kicauan.


Gambar :Murai Batu Medan

Kicauan suara Murai Batu Impor tidak menjadi ukuran kelebihan burung kicauan ini, tetapi dari segi fisik keindahan tubuh Murai Batu Impor banyak menarik perhatian penghobi. Variasi warna bulu yang tajam, bentuk tubuh yang indah,terdapat pada Murai Batu Impor sehingga menjadikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan burung kicauan hias.Salah satu Murai Batu Impor yang memiliki keindahan bentuk tubuh adalah Murai Batu Thailand. Coba anda perhatikan gambar Murai Batu Thailand di bawah ini.


Gambar :Murai Batu Thailand

Sangat indah bukan? Tetapi jika dilihat dari segi kicauannya tetap saja jenis burung Batu Murai lokal yang mengungguli, khususnya pada Murai Batu Medan.

Kesimpulannya, Murai Batu lokal dan Murai Batu Impor mempunyai kelebihan masing-masing. Murai Batu lokal terletak pada kicauannya sedangkan Murai Batu Impor terletak pada keindahan bentuk tubuhnya. Walaupun begitu, bukan berarti Murai Batu lokal memiliki bentuk tubuh yang jelek, atau dengan Murai Batu Impor memiliki suara kicauan yang fals, bukan seperti itu. Masing-masing Murai Batu jenis apapun tetap mempunyai kelebihan kedua faktor itu (kicauan dan keindahan tubuh) hanya saja setiap jenis Murai Batu Impor ataupun Lokal memiliki kecenderungan akan kelebihan salah satunya.

Oleh : Roma Doni
Sumber photo : Google.com

Wednesday, June 26, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (3)

5. Merawat anakan Murai Batu



Setelah telur yang dierami indukan menetas, biarkan selama kurang lebih 1 minggu anakan Murai Batu diasuh oleh induknya, ini untuk menghindari kematian pada anakan burung tersebut. Anakan Murai batu yang baru menetas sangat sensitif dan rentan sekali terserang penyakit. Yang anda harus lakukan pada proses ini cukup memperhatikan ketersediaan suplai pakan indukan burung dan anakannya. Jenis pakan serangga seperti jangkrik dan kroto sangat diperlukan.

Ketika anakan telah mencapai umur lebih dari seminggu, pisahkan anakan Murai tersebut pada kandang soliter yang sudah disediakan. Letakkanlah posisi sangkar dalam kandang soliter senyaman mungkin. Dengan melakukan pemisahan anakan ini banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan :

  • Dengan diambilnya anakan Murai tersebut dari indukan, indukan burung tidak perlu repot lagi mengurusi anakannya, dan pada kenyataannya biasanya si indukan akan melakukan perkawinan lagi. Dengan kata lain, anakan indukan yang bisa anda peroleh akan semakin banyak dalam waktu yang relatif singkat.
  • Anakan yang dipelihara oleh pemilik (peternak) akan menunjukkan kualitas yang lebih baik ketimbang dipelihara oleh indukan, karena anda bisa lebih mengintensifkan dalam perawatannya. Dan di segi lainnya, burung yang ditangkarkan oleh pemilik akan mudah beradaptasi dengan lingkungan, tidak giras jika bertemu orang lain, dan ini akan mempermudah pemasteran suaranya kicauan ketika dewasa nanti.
  • Anakan burung Murai nantinya tidak akan kaku ketika mengikuti lomba.

Peletakan anakan Murai batu dalam kandang soliter membutuhkan waktu sekitar 3 minggu. Pemberian pakan harus anda lakukan sendiri yaitu dengan memberikan pakan serangga (jangkrik dan kroto, cacing) demi memaksimalkan pembentukan badan dan pertumbuhan bulu. Sesekali anda juga dapat memberikan pakan lain seperti voor dengan campuran kroto yang ditumbuk halus agar mengadaptasikan anakan burung Murai untuk dapat mengkonsumsi pakan olahan ketika dewasa. Sedangkan untuk pembersihan tubuh anakan Murai Batu seperti pemandian, itu dilakukan setelah bulu-bulu yang tumbuh pada tubuhnya cukup lebat itupun hanya sesekali saja, jangan terlalu dipaksakan mandi karena ditakutkan daya tahan tubuhnya masih sangat rentan.

Jika sudah lewat 3 minggu dalam kandang soliter anda bisa memindahkan anakannya ke kandang ukuran biasa, sekalian untuk melatih anakan burung hinggap (nangkring) pada kayu yang terdapat dalam sangkar. Usahakan peletakan kayu tidak terlalu tinggi agar burung tidak sulit untuk menghinggapinya. Dan pada proses ini pemberian pakan hanya sesekali saja anda yang menyuapi/melolohinya agar tidak ketergantungan, biar anakan burung tersebut yang mencoba untuk memakan pakan sendiri. Wadah pakan dalam kandang ukuran biasa juga sudah harus dibedakan pakan olahan (voor) dan wadah pakan untuk jenis serangga, ini juga dimaksudkan merangsang percepatan anakan burung Murai untuk bisa mandiri.

Anakan burung Murai yang sudah dapat makan sendiri bisa anda lanjutkan untuk melatih dalam pemandiannya. Perlu diingat, banyak penghobi melakukan penyemprotan burung untuk memandikannya padahal hal itu kurang baik karena walau akan kelihatan burung jinak tetapi setelah kering burung malah akan semakin giras, selain itu kekuatan arus semprotan yang tidak teratur menyebabkan anakan burung menjadi takut dengan air, apalagi di saat burung tidak siap untuk mandi namun kita paksa memandikannya dengan menyemprotkan air, bisa-bisa anakan burung menjadi stres. Kita bisa melatih anakan burung untuk memandikannya di dalam keramba, dengan memasukkan anakan burung Murai ke dalam keramba secara berskala/ berulang-ulang agar anakan burung Murai ingat apa yang harus dilakukan ketika menjumpai keramba. Jika sudah berhasil anda tidak perlu lagi memandikannya dalam keramba, anda cukup meletakkan mangkuk kecil berisi air ke dalam kandangnya karena biasanya jika sudah bisa mandi sendiri dalam keramba,nalurinya burung tersebut akan mandi ditempat di mana burung itu menemukan banyak air.

Takarannya apabila anakan burung Murai sudah dapat melakukan hal-hal di atas, maka anakan burung Murai Batu itu sudah bisa dijual dengan harga yang lumayan tinggi.Dan Jika anda masih ingin menaikkan harga jual burung Murai Batu tersebut anda tinggal melakukan pemasteran suara kicauannya saja bisa dengan pendekatan pada jenis burung kicauan lainnya atau bisa juga dengan alternatif memutarkan kicauan burung via MP3.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Thursday, June 13, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (2)

3. Pemilihan Indukan

Terlebih dahulu anda harus menentukan indukan-indukan burung Murai Batu untuk ditangkarkan. Hal-hal yang harus anda perhatikan saat memilih indukan burung Murai adalah:

  • Pemilihan burung Murai Batu yang sudah mencapai kematangan sperma untuk jantan dan pematangan organ reproduksi untuk yang betina, bisa dengan melihat umur pada Burung Murai. Pada jenis yang jantan umur sudah mencapai 2 tahun lebih, sedangkan untuk yang betina umur 1 tahun lebih.
  • Indukan kedua jenis burung usahakan jenis burung Murai yang sudah jinak, tidak giras. Ini bisa anda dapatkan pada indukan burung hasil penangkaran. Supaya penangkaran yang anda lakukan tidak memakan waktu yang lama lagi hanya untuk menunggu proses adaptasi burung.
  • Kondisi kedua indukan harus sehat, tidak kekurangan apapun (cacat fisik) pada seluruh bagian tubuh. Pergerakan burung lincah tetapi tidak giras.
  • Untuk memperoleh anakan burung yang berkualitas anda juga harus memilih indukan burung yang berkualitas juga, baik dari kondisi tubuh ataupun pada kicauan suaranya. Karena biasanya sifat indukan akan menurun pada anakannya.

4. Proses perkembangbiakan



Indukan-indukan burung Murai yang sudah didapatkan dimasukkan dalam kandang berukuran biasa secara terpisah. Lakukan penutupan sangkar dengan kain penutup terlebih dahulu guna memperkenalkan suara masing-masing. Taruh kedua kandang dengan jarak yang tidak terlalu berdekatan dan berjauhan, bisa sekitaran 3 meter. Di sini nantinya akan ada proses sahut menyahut kicaun, biarkan hal itu terjadi. Selama proses ini anda harus menyuplai pakan pada kedua indukan burung tersebut supaya tidak kekurangan nutrisi, dan juga berfungsi meraih puncak birahi untuk memudahkan penjodohan. Proses ini biasanya memakan waktu 3-4 hari atau bahkan berminggu-minggu tergantung kondisi burung dan tempat.

Nah, jika suara kicauan kedua indukan tersebut sudah menampakkan keseimbangan irama, anda sudah dapat melanjutkan ke langkah yang selanjutnya secara berturut sesuai prosedur yaitu.

  • Membuka penutup kain pada sangkar untuk menampakkan indukan burung jantan dan betina. Namun tetap pada jarak yang sedang 3 meter.
  • Jika kedua indukan burung sudah memperlihatkan tanda-tanda ketidakberingasan dalam artian menerima kehadiran lawan jenis, jarak kandang dapat anda dekatkan lagi 1- 2 meter.Anda dapat melihat tanda-tanda ingin kawin pada kedua indukan burung tersebut dengan melihat pola tingkah lakunya di dalam kandang. Pada indukan jantan akan sering berkicau disertai melenggak-lenggokkan ekornya, untuk betina apabila ia terlihat sering melebarkan kedua sayapnya dengan mengambil posisi bungkuk.
  • Apabila kedua indukan jantan sering menampakkan tanda-tanda ingin kawin tersebut anda sudah bisa mengeluarkan indukan betina dari sangkar ukuran biasa dengan memindahkannya ke sangkar ukuran besar/inti. Lakukan juga pemindahan pada indukan jantan pada sangkar inti namun jangan dikeluarkan dahulu pada sangkar ukuran biasa sebelumnya, biarkan tetap pada sangkar. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pertengkaran. Beri waktu kepada indukan betina untuk benar-benar siap kawin yang biasa ditandai dengan hinggapnya indukan betina itu pada sangkar indukan jantan.
  • Tahapan selanjutnya jika indukan betina sudah menampakkan tanda di atas dan indukan jantan semakin sering mengeluarkan kicauan merdunya guna menarik perhatian si indukan betina anda tidak perlu ragu lagi untuk mengeluarkan indukan jantan dari sangkar ukuran biasa agar bisa bergabung dengan indukan betina dalam kandang inti. Pada saat itulah proses perkawinan akan di mulai.

Burung Murai Batu yang telah melakukan proses perkawinan biasanya akan ditandai dengan membangun sangkar secara alami. Diawali dengan indukan jantan kemudian disusul indukan betinanya, di situlah guna serabut serat atau serabut kelapa yang sebelumnya anda taruh dalam kandang inti, sebagai penyusun sangkar alami yang dibuat indukan burung tersebut. Indukan jantan akan mengitari lokasi kandang untuk mencari tempat peletakan sangkar yang nyaman, dan wadah sangkar yang telah anda taruh sebelumnya bisa menjadi lirikan indukan jantan dalam meletakkan sangkarnya. Di saat pembuatan sangkar selesai, anda tinggal menunggu proses pematangan telur, bertelur, melakukan pengeraman, dan penetasan pada telur-telur tersebut. Biasanya sekali masa kawin burung Murai Batu dapat mengeluarkan 3 sampai 4 telur bakal anakan.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, June 12, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (1)



Membuka bisnis penangkaran burung Murai Batu bisa menjadi alternatif bagi anda dalam merintis usaha. Pasalnya, di Indonesia sendiri khususnya penangkaran terhadap burung Murai Batu sangatlah sedikit, sehingga para pecinta burung jenis ini sulit untuk mencari dimana mendapatkannya, apalagi di hutan liar sana kategori untuk jenis Murai Batu sudah mengalami kelangkaan. Kelangkaan-kelangkaan yang terjadi membuat semakin hari harga burung Murai Batu mengalami kenaikan. Nah, Keadaan ini bisa anda manfaatkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Selain mendapat keuntungannya, melakukan penangkaran Murai batu berarti juga anda ikut andil dalam melestarikannya. Dalam melakukan penangkaran ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, baik dari segi kandang (Sangkar), makanan, proses mengawinkan dan merawat anakan burung Murai Batu. Meskipun Murai Batu termasuk dalam jenis burung yang tidak sulit di latih tapi jika ke semua aspek tadi tidak perhatikan dengan baik maka hasil yang dicapai juga akan tidak maksimal, karena perasaan burung yang kurang nyaman. Misalnya burung akan susah untuk kawin atau jika pun telah bertelur, telur yang dihasilkan dengan tidak menetaskan anakan (tidak jadi).

Pada kesempatan dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan dengan lengkap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan penangkaran Murai batu dari aspek kandang sampai kepada anakan burung Murai Batu dapat dijual, yaitu sebagai berikut :

1. Kandang Penangkaran

  • Lokasi kandang

    Pemilihan tempat pendirian Kandang penangkaran juga membawa peran penting bagi reproduksi pada burung nantinya. Aspek 3 K diperlukan, Keamanan, Kenyamanan, Ketenangan tempat menjadi prioritas lokasi kandang anda, jangan terlalu dekat dengan keramaian dan kebisingan. Buatlah posisi kandang senyaman mungkin dari gangguan hewan-hewan lain yang dapat mengganggu proses penangkaran nanti. Tidak lupa lokasi kandang harus memperoleh sinar matahari yang cukup.

  • Desain kandang
    Buatlah kandang penangkaran terbagi atas tiga. Pertama, kandang berukuran biasa yaitu sebagai tempat burung Murai melakukan proses pendekatan untuk penjodohan. Kedua, kandang berukuran besar, kandang penangkaran inti, gunanya sebagai tempat perkawinan Murai Batu tersebut. Ketiga, kandang soliter, digunakan untuk merawat anakan Murai batu yang masih cerindil (kecil) dengan memasang lampu 5 watt sebagai penghangat anakan burung nantinya. Pada kandang berukuran besar atau inti buatlah suasana kandang seperti hutan liar. Anda bisa menambahkan beberapa pelengkap kandang seperti : Pohon-pohon ringan, ranting-ranting kecil, serabut serat/kelapa ,tanaman yang tidak membahayakan,kayu tempat hinggap (nangkring burung), bak pemandian,wadah sarang (ukuran cukup besar guna tidak merusak ekor indukan Murai ketika mengerami telur), dengan tujuan agar burung merasa nyaman dalam melakukan proses perkawinan nanti, karena dia merasa seolah sedang melakukan perkawinan di hutan liar. Yang dimaksudkan juga akan lancarnya proses perkawinan, peneluran, pengeraman dan penetasan telur Murai Batu.

2. Penyuplaian Makanan

Sebelumnya penyediaan pakan burung Murai Batu sudah harus dipersiapkan. Usahakan untuk memberikan jenis pakan yang bervariasi pada Burung Murai ketika dalam penangkaran untuk menjaga keseimbangan nutrisinya, bisa dengan pemberian pakan jangkrik, belalang, kroto, ulat pakan burung, ikan kecil dll yang disukai burung Murai Batu. Sesekali anda juga bisa menggantinya dengan pakan olahan (voor) yang baik untuk kesehatan. Makanan tersebut bisa anda taruh dalam tempat/kotak makanan letakkan dalam kandang penangkaran. Kecuali pakan jenis serangga bisa anda lepas liar dalam penangkaran biar burung Murai Batu itu sendiri yang melakukan pemangsaan. Jangan lupa penggantian air minum dan air pemandian harus dilakukan rutin untuk menghindari burung Murai terserang penyakit.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Monday, May 20, 2013

Beberapa Mitos mengenai burung Murai Batu

Sebagian masyarakat di Indonesia yang masih berpegang teguh terhadap adat-istiadat dan tradisi nenek moyang kebanyakan percaya dengan adanya mitos. Pengaruh Mitos dalam kehidupan mereka cukup membawa andil dalam melakukan sesuatu. Sedikit tentang mitos, Mitos adalah sesuatu hal yang dipercayai serta dianggap menjadi suatu kebenaran sejak zaman dahulu, walau sifat kebenarannya hanya berlaku sepihak bagi mereka-mereka yang mempercayai dan meyakininya saja. Mitos-mitos yang ada juga masuk mengenai ke jenis burung kicauan yaitu burung Murai Batu. Ada anggapan dari zaman dahulu bahwa karakteristik ciri-ciri pada burung membawa arti sendiri bagi burung tersebut. Anggapan-anggapan mitos itu juga ternyata menjadi rujukan beberapa orang ketika membeli burung kicauan. Mungkin karena keeksotisan pada burung Murai Batu sehingga mitos-mitos yang ada berkembang pesat di masyarakat. Di bawah ini merupakan mitos-mitos yang ada mengenai burung Murai Batu :

  • Berkaki Hitam
    Burung Murai Batu yang memiliki kaki berwarna hitam dipercaya mempunyai jiwa mental tarung yang tinggi dan merupakan ciri burung sejati jenis ini.

  • Bertulang kaki besar
    Bahwa burung Murai tersebut tidak mudah mundur saat tempur, tidak menyerah. Tipikal pemberani.

  • Ekor bercabang
    Sifat burung payah diatur, sulit jinak. Untuk itu dibutuhkan kesabaran yang tinggi kepada pemilik burung dengan ciri Murai seperti ini.

  • Paruh tebal dan panjang
    Cenderung mengeluarkan suara-suara berdurasi pendek dan lambat tetapi dengan volume suara yang kuat (tinggi).

  • Paruh pendek dan tipis
    Kemampuan burung untuk rajin berkicau dengan suara-suara yang melengking di telinga. Cocok untuk mengisi kesunyian.

  • Paruh Celah
    Celah pada burung tersebut, dipercaya membuat burung mengeluarkan suara yang lebih besar sehingga akan terdengar mantap.

  • Kepala burung Murai berbentuk datar
    Karakter yang dimiliki tangguh dan siap untuk bertempur. Burung yang cocok untuk dibawakan dalam perlombaan karena tidak bermental takut jika bertemu lawan.

  • Mata burung Murai yang Melotot
    Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Tidak sulit dipelihara sebab jiwa burung yang bermental baik.

  • Bentuk leher tebal
    Kelebihan pada volume suara yang dikeluarkan tinggi dan lebih mendominasi dari segi suara jika dibandingkan pada jenis lainnya.

  • Murai Batu bertubuh besar, berekor panjang, bulu ekor agak tebal
    Jenis ini dianggap sebagai jenis Murai batu yang mudah lelah, kecapekan. Kurang gocer dalam berkicau, tidak cocok untuk diikutsertakan lomba kicauan. Namun untuk kemolekan tubuhnya sangat enak dilihat.

  • Memalingkan wajah saat bertemu lawan
    Kepercayaan bahwa burung tersebut bermental penakut, tidak siap tempur dan tidak beringas.

Nah, point-point di atas merupakan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai burung Murai Batu. Walaupun artian-artian terhadap ciri-ciri burung Murai Batu di atas tidak dapat secara total dijadikan patokan dalam memilih burung Murai Batu yang berkualitas baik, karena itu semua hanya sebuah mitos, kebenaran yang bersifat keyakinan sebagian pihak saja. Penulis hanya menjabarkan segala mitos tentang Murai Batu yang terjadi, lebih untuk menambah pengetahuan bagi kita semua tidak hanya penghobis burung terlagi bagi para pembaca :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://kicauku.com/mitos-murai-batu

Friday, May 17, 2013

Pengaruh Jenis Kelamin pada Burung Murai Batu



Dalam dunia perburungan, dua hal utama yang menjadi rujukan penghobis burung saat memilih burung kicauan adalah bulu yang indah serta kemampuannya mengeluarkan suara (gecor) burung yang tinggi dan bervariasi. Untuk melihat dua hal utama ini ada pada seekor burung, kita juga harus mampu membedakan jenis kelaminnya. Karena apa? ternyata jenis kelamin pada seekor burung membawa pengaruh kualitas suara (gecor) dan banyaknya variasi suara yang dapat dimainkan pada burung tersebut, terutama pada burung Murai Batu. Murai batu ini merupakan jenis burung yang cerdas, burung tersebut mampu menirukan hampir semua kicauan burung-burung lain yang ada disekitarnya. Tapi perlu anda ketahui rata-rata burung Murai Batu yang dapat melakukan semua itu adalah yang berjenis kelamin jantan. Sedangkan untuk Murai Batu betina kicauannya itu sedikit kecil dan terdengar monoton (itu-itu saja). Makanya di pasaran sendiri harga Murai Batu jantan biasanya akan lebih mahal daripada Murai Batu yang betina.

Sebelum anda membeli burung Murai Batu, tetapkan terlebih dahulu tujuan anda membeli burung ini untuk apa? apakah untuk mengikuti kontes perlombaan burung? Atau ingin melakukan perkembangbiakan burung tersebut? Dengan ditetapkan tujuan seperti itu anda tentunya bisa memilih jenis kelamin burung Murai Batu seperti apa yang harus anda beli. Jangan sampai tertipu dan salah kaprah. Kebanyakan penghobis burung yang tidak mengerti, mereka akan menyerahkan segala sesuatunya kepada penjual, padahal bisa saja penjual itu menjual murai batu betina dengan harga yang tinggi sementara tujuan anda membeli burung tersebut untuk dikutsertakan dalam sebuah kontes. Atau ketika anda membeli untuk dikembangbiakkan eh malah yang dapat Murai Batu yang jantan, sehingga burung tersebut tidak bertelur-bertelur (yaiyalah).

Nah, untuk menghindari hal-hal seperti itu anda harus mengetahui bagaimana ciri-ciri burung Murai Batu berjenis kelamin jantan dan bagaimana pula ciri-ciri yang berjenis kelamin betina. Selain dapat diketahui dari kegacoran dan variasi suara burung tersebut, membedakan jenis kelamin dilihat dari segi fisik burung Murai Batu juga dapat dilakukan. Karena jika diperhatikan dengan seksama akan terdapat perbedaan antara Murai Batu jantan dengan Murai batu yang betina. Untuk lebih jelasnya berikut tabel ciri-ciri perbedaannya dari segi fisik burung :

FisikCiri-ciri perbedaan burung Murai Batu dilihat dari segi fisik
Kelamin JantanKelamin Betina
Bentuk TubuhLebih besarKecil
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Warna buluPada bulu dada berwarna coklat pekat. Pada bulu hitamnya lebih pekat dan berkilauBulu dada berwarna cokelat muda. Bulu hitam pada tubuh agak pucat, kusam, mengarah keabu-abuan
Bentuk KakiPanjang, berukuran lebih kecil dikelilingi sisik sedikit lebih kasarPendek, berukuran sedang dikelilingi sisik yang agak halus
Bentuk EkorPanjang dan lebarPendek dan kecil

Tabel di atas dapat menjadi referensi anda ketika ingin membeli burung Murai Batu. Agar tujuan anda sesuai dengan burung pilihan yang anda beli. Jangan terkecoh harga murah tapi yang anda dapatkan kualitas burung yang murahan juga, kalau bisa beli dengan harga terjangkau tetapi kualitas patut dipertimbangkan. Harga tinggi juga belum tentu kualitas prima, jika anda sendiri tidak mengerti ciri-ciri burung yang berkualitas itu bagaimana. Sebagai pembeli yang baik anda juga dituntut untuk sedikit banyak tau mengenai apa yang anda beli. Karena pembeli yang baik itu adalah pembeli yang mengerti apa yang mau dia beli. Sepertinya sampai sini dulu artikel kali ini, saya ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://www.zonaburung.com/2013/02/tips-membedakan-jenis-kelamin-burung-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Friday, May 10, 2013

Penyakit-penyakit Burung Murai Batu dan Cara Mengatasinya



Ada saatnya di mana burung-burung yang kita pelihara mengalami kondisi yang kurang baik (sakit), untuk itu sebagai pecinta burung kita juga diharuskan mengetahui gejala-gejala yang terjadi serta penanganan terhadap gejala tersebut dengan cara yang tepat. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pada burung-burung peliharaan itu. Burung yang sehat juga tergantung dari bagaimana si pemilik merawatnya, karena apabila tidak diperhatikan dengan baik maka burung yang dipelihara akan rawan terhadap penyakit, bahkan lebih daripada itu jika si pemilik tidak mengerti mengenai penanganan terhadap burung peliharaannya yang sakit, bisa jadi burung yang dipelihara akan mengalami kematian. Itu adalah sedikit gambaran yang menjelaskan betapa pentingnya pengetahuan mengenai penanganan burung bagi seorang pecinta burung demi kelangsungan burung peliharaan itu sendiri.

Berdasarkan hal itu, penulis akan coba memaparkan tentang penyakit-penyakit burung dan cara mengatasinya, tetapi pada artikel ini apa yang akan dijelaskan penulis dikhususkan kepada jenis burung Murai Batu, dikarenakan peminat burung ini sendiri di Indonesia yang sangat banyak serta harganya yang memang mahal. Nah, Mungkin akan sangat disayangkan Murai Batu yang memiliki harga tinggi di pasaran yang telah menjadi milik anda, mati sia-sia hanya karena anda tidak mengerti gejala-gejala serta cara menanganinya. Padahal jika kita tau, penanganan terhadap burung jenis Murai Batu yang sakit juga tidak terlalu susah, bisa dengan cara alami ataupun melalui obat-obatan. Yang terpenting Adalah ketersediaan waktu anda serta keuletan anda dalam menanganinya.

Berikut penyakit-penyakit yang biasa terjadi pada burung Murai Batu dan cara menanganinya:
  • Suara burung Murai Batu yang Serak
    Penyakit ini juga sering terjadi pada burung Murai, ditandai dengan suara kicauan yang tidak jernih, tersendat-sendat, seperti ada sesuatu yang menganjal pada tenggorokan sang burung. Ada beberapa cara untuk menangani penyakit ini agar suara burung Murai merdu kembali, diantaranya : dengan meneteskan air perasaan daun lateng putih ke mata burung Murai, posisi burung diusahakan seperti menungging ketika meneteskan perasan daun lateng putih itu, agar lendir penyebab serak di tenggorokan Murai dapat keluar. Cara ini juga bisa dibarengi dengan memberi rebusan air sirih ke dalam minumnya, selain menghilangkan serak air sirih ini juga dapat dijadikan antibiotik burung murai.
  • Kutu yang terdapat pada bulu burung Murai Batu
    Jika tidak segera ditangani dengan baik, kutu-kutu ini dapat menyebabkan kerontokan bahkan kebotakan pada bulu burung Murai itu sendiri. Pastilah jika ini terjadi, keindahan pada burung Murai tersebut akan berkurang. Untuk mengatasi dan menghilangkan kutu-kutu itu anda bisa melakukan cara sebagai berikut : menggunakan air bekas cucian beras sebagai air untuk memandikan burung Murai, lakukan cara ini secara rutin karena ternyata air bekas cucian beras itu mengandung zat yang dapat menghilangkan kutu serta dapat mengkilapkan bulu burung Murai tersebut.
  • “Senot” atau pembengkakan pada mata burung Murai
    Penyakit ini bisa disebabkan karena pemberian pakan serangga yang terlalu over kepada sang burung, sehingga mata burung Murai akan mengalami pembengkakan. Biasanya juga disertai dengan mata berair. Jika tetap dibiarkan, gejala ini dapat mengakibatkan kebutaan pada burung. Cara yang dapat anda lakukan untuk menanganinya adalah dengan memperhatikan pemberian pola makan serangga pada sang burung, jangan terlalu kebanyakan, normalnya 5-15 serangga (jangkrik, ulat) per hari.
  • Bulu ekor yang lama tidak tumbuh
    Sudah jelas bahwa salah satu keunikan yang paling gampang dilihat dari seekor burung Murai adalah ekornya yang panjang. Tetapi ada problem yang terdapat pada burung Murai yaitu kadang mengalami keterhambatan pertumbuhan ekor, ini biasa terjadi sehabis masa-masa mabung (ganti bulu). Untuk mengatasinya serta melakukan percepatan terhadap pertumbuhan ekor burung Murai tersebut yaitu dengan membersihkan pori-pori ekor burung dengan air hangat, untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada ekor burung, dilanjutkan dengan menggunakan bawang putih untuk membersihkannya. Pemberian pakan belalang kepada sang burung juga berguna dalam pertumbuhan bulu karena mengandung vitamin E, atau anda juga bisa menambahkan vitamin-vitamin yang diperjualbelikan untuk lebih mengefektifkan pertumbuhan ekor burung murai tersebut.

Itulah beberapa penyakit-penyakit yang sering dialami oleh burung Murai Batu beserta cara-cara penanganannya. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat membantu dalam mengupayakan burung Murai Batu yang anda miliki menjadi lebih sehat. Terima kasih :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://fansburung.blogspot.com/2013/01/beberapa-cara-mengatasi-penyakit-pada.html
http://muraishinegroup.blogspot.com/2012/02/tips-mengobati-sakit-pada-murai-batu.html
Sumber Photo : google.com