Showing posts with label telur. Show all posts
Showing posts with label telur. Show all posts

Wednesday, June 12, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (1)



Membuka bisnis penangkaran burung Murai Batu bisa menjadi alternatif bagi anda dalam merintis usaha. Pasalnya, di Indonesia sendiri khususnya penangkaran terhadap burung Murai Batu sangatlah sedikit, sehingga para pecinta burung jenis ini sulit untuk mencari dimana mendapatkannya, apalagi di hutan liar sana kategori untuk jenis Murai Batu sudah mengalami kelangkaan. Kelangkaan-kelangkaan yang terjadi membuat semakin hari harga burung Murai Batu mengalami kenaikan. Nah, Keadaan ini bisa anda manfaatkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Selain mendapat keuntungannya, melakukan penangkaran Murai batu berarti juga anda ikut andil dalam melestarikannya. Dalam melakukan penangkaran ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, baik dari segi kandang (Sangkar), makanan, proses mengawinkan dan merawat anakan burung Murai Batu. Meskipun Murai Batu termasuk dalam jenis burung yang tidak sulit di latih tapi jika ke semua aspek tadi tidak perhatikan dengan baik maka hasil yang dicapai juga akan tidak maksimal, karena perasaan burung yang kurang nyaman. Misalnya burung akan susah untuk kawin atau jika pun telah bertelur, telur yang dihasilkan dengan tidak menetaskan anakan (tidak jadi).

Pada kesempatan dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan dengan lengkap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan penangkaran Murai batu dari aspek kandang sampai kepada anakan burung Murai Batu dapat dijual, yaitu sebagai berikut :

1. Kandang Penangkaran

  • Lokasi kandang

    Pemilihan tempat pendirian Kandang penangkaran juga membawa peran penting bagi reproduksi pada burung nantinya. Aspek 3 K diperlukan, Keamanan, Kenyamanan, Ketenangan tempat menjadi prioritas lokasi kandang anda, jangan terlalu dekat dengan keramaian dan kebisingan. Buatlah posisi kandang senyaman mungkin dari gangguan hewan-hewan lain yang dapat mengganggu proses penangkaran nanti. Tidak lupa lokasi kandang harus memperoleh sinar matahari yang cukup.

  • Desain kandang
    Buatlah kandang penangkaran terbagi atas tiga. Pertama, kandang berukuran biasa yaitu sebagai tempat burung Murai melakukan proses pendekatan untuk penjodohan. Kedua, kandang berukuran besar, kandang penangkaran inti, gunanya sebagai tempat perkawinan Murai Batu tersebut. Ketiga, kandang soliter, digunakan untuk merawat anakan Murai batu yang masih cerindil (kecil) dengan memasang lampu 5 watt sebagai penghangat anakan burung nantinya. Pada kandang berukuran besar atau inti buatlah suasana kandang seperti hutan liar. Anda bisa menambahkan beberapa pelengkap kandang seperti : Pohon-pohon ringan, ranting-ranting kecil, serabut serat/kelapa ,tanaman yang tidak membahayakan,kayu tempat hinggap (nangkring burung), bak pemandian,wadah sarang (ukuran cukup besar guna tidak merusak ekor indukan Murai ketika mengerami telur), dengan tujuan agar burung merasa nyaman dalam melakukan proses perkawinan nanti, karena dia merasa seolah sedang melakukan perkawinan di hutan liar. Yang dimaksudkan juga akan lancarnya proses perkawinan, peneluran, pengeraman dan penetasan telur Murai Batu.

2. Penyuplaian Makanan

Sebelumnya penyediaan pakan burung Murai Batu sudah harus dipersiapkan. Usahakan untuk memberikan jenis pakan yang bervariasi pada Burung Murai ketika dalam penangkaran untuk menjaga keseimbangan nutrisinya, bisa dengan pemberian pakan jangkrik, belalang, kroto, ulat pakan burung, ikan kecil dll yang disukai burung Murai Batu. Sesekali anda juga bisa menggantinya dengan pakan olahan (voor) yang baik untuk kesehatan. Makanan tersebut bisa anda taruh dalam tempat/kotak makanan letakkan dalam kandang penangkaran. Kecuali pakan jenis serangga bisa anda lepas liar dalam penangkaran biar burung Murai Batu itu sendiri yang melakukan pemangsaan. Jangan lupa penggantian air minum dan air pemandian harus dilakukan rutin untuk menghindari burung Murai terserang penyakit.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, May 15, 2013

Mengenal Pakan Murai Batu (2)

Telur Ayam Ras

Pada tulisan ‘Mengenal Pakan Murai Batu (1)’ sudah dibahas tentang jenis pakan yang umum diberikan pada burung berkicau yaitu kroto. Kroto ini merupakan campuran larva dan pupa semut rangrang yang bisa ditemukan di sarang-sarang semut tersebut. Namun, seiring waktu ketersediaan kroto di lapangan sering terbatas. Terutama di musim penghujan, hampir semua penangkar Murai Batu mengeluh karena sulitnya mendapatkan kroto. Harganya di pasaran pun melambung tinggi.

Menyikapi hal ini, ada ide penyediaan pakan yang cukup menarik dari salah seorang penangkar Murai Batu di Tasikmalaya, Jawa Barat yaitu Bapak Yang Yang. Bapak Yang Yang sekarang tidak lagi memanfaatkan kroto sebagai pakan wajib burung-burung tangkarannya. Akan tetapi ia melatih burung-burung tangkarannya untuk mengkonsumsi telur rebus. Dan ternyata berhasil! Selain lebih hemat, metode ini juga terbukti mampu meningkatkan produktivitas indukan dan kualitas anakan burung-burung tangkarannya.

Bagaimana cara pemberian pakannya?

Jika Anda tertarik mencoba jenis pakan yang satu ini, berikut adalah panduannya:

Pertama: Sediakan telur ayam rebus

Pilih telur ayam ras sebagai pakan alternatif Murai Batu, agar lebih murah dan mudah mendapatkannya. Rebus telur ayam tersebut hingga matang sempurna. Angkat dan dinginkan.

Kedua: serut halus telur ayam rebus tersebut.

Setelah dingin, serut halus telur ayam rebus tersebut dengan serutan keju atau peralatan lain yang memungkinkan.

Ketiga: pada tahap perkenalan berikan campuran serutan telur dan kroto (1:3)

Jika Murai Batu Anda belum pernah mengkonsumsi pakan berupa telur ayam rebus ini sebaiknya jangan diberikan langsung. Karena, Murai Batu belum akan bisa mengidentifikasi serutan telur tersebut sebagai pakannya. Nah, untuk tahap perkenalan ini sebaiknya campurkan serutan telur dan kroto dengan perbandingan 1 bagian telur dan 3 bagian kroto (1 : 3).

Lakukan pemberian pakan campuran ini hingga Murai Batu tidak menyisakan serutan telur di tempat makannya. Hal ini menandakan bahwa Murai Batu sudah bisa menerima serutan telur sebagai pakannya. Mungkin dibutuhkan kesabaran dan waktu yang agak lama. Namun Anda jangan berputus asa, karena mengubah kebiasaan memang tidak mudah.

Keempat: pada pemberian selanjutnya porsi kroto dikurangi (1:1)

Setelah terlihat ada tanda-tanda Murai Batu bisa menerima pakan serutan telur, selanjutnya porsi kroto mulai dikurangi. Misalnya dengan perbandingan serutan telur : kroto menjadi 1 : 1. Berikan hingga Murai Batu tidak menyisakan serutan telur pada tempat pakannya.

Kelima: porsi kroto terus dikurangi (3:1)

Selanjutnya porsi kroto terus dikurangi menjadi 3 : 1 untuk perbandingan serutan telur dan kroto. Pertahankan pemberian pakan dengan perbandingan ini hingga beberapa hari, minimal dua hari.

Keenam: berikan serutan telur tanpa kroto

Terakhir barulah berikan pakan serutan telur rebus murni tanpa campuran kroto. Dan, selamat! Murai Batu Anda bisa terlepas dari ketergantungan pakan kroto. Anda pun tidak perlu repot-repot bergerilya mencari pakan kroto. Cukup sediakan telur ayam ras rebus setiap hari.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741