Showing posts with label jenis. Show all posts
Showing posts with label jenis. Show all posts

Friday, August 2, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Susah Bertelur



Dalam memulai penangkaran Murai Batu memang tidak selamanya mengalami jalan yang mulus. Ada kendala-kendala kecil yang ditimbulkan saat penangkaran yang dapat menghambat kelancaran usaha penangkaran anda. Salah satu kendala yang biasa dialami bagi pemula penangkaran Murai Batu adalah Murai Batu yang ditangkarkan tidak kunjung bertelur. Tentu saja hal itu akan mengganggu kelancaran usaha, apalagi di saat menunggu masa-masa berkembangbiak para penangkar juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Keengganan Murai Batu betina untuk bertelur juga bisa disebabkan oleh faktor usia yang terlalu Muda, sehingga belum ada kematangan birahi yang ditimbulkannya. Sedangkan dalam masa perkembangbiakan yang baik ialah ketika benar-benar kedua indukan Murai Batu siap dalam hal kematangan usia, mental, dan birahi yang tinggi.

Selengkapnya mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Murai Batu sulit bertelur beserta cara mengatasinya akan penulis paparkan di bawah ini :

  • Indukan Murai Batu Betina belum siap ‘kawin’
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila salah satu Indukan Murai Batu tidak siap untuk proses ‘Kawin’ maka perkembangbiakan juga akan terhambat. Ketidaksiapan di sini bisa berupa : Murai Batu yang masih liar, belum mencapai kematangan birahi-nya. Solusinya, sebelum melakukan penangkaran pilihlah kedua Indukan Murai Batu yang jinak dan sudah mencapai kematangan birahi, kalau perlu indukan Murai Batu yang betina pilih yang sudah pernah bertelur sebelumnya.

  • Pemberian pakan yang tidak tepat
    Jenis pakan dan porsi pemberian pakan pada Indukan Murai Batu juga perlu diperhatikan. Apabila selama ini diberi jenis pakan berbeda-beda dengan porsi yang juga tidak teratur, jelas hal itu akan menyulitkan dalam mengatur birahi Murai Batu. Jika dalam penangkaran indukan Murai Batu tidak mencapai kondisi birahi tinggi, atau salah satunya saja yang mencapai birahi, akan sangat menyulitkan dalam proses perkawinan nanti, kemungkinan juga akan terjadi pertarungan dalam tangkaran. Untuk itu, mulailah anda untuk menentukan jenis pakan dan porsi yang teratur, kami menyarankan pemberian pakan berupa serangga kecil : jangkrik, belalang, ulat atau juga kroto. Tidak disarankan kepada jenis pakan olahan seperti pelet, voor dan lain-lain.

  • Kondisi tempat penangkaran yang tidak mendukung
    Demi menciptakan kenyamanan bagi indukan Murai Batu yang ingin ditangkarkan, sebisa mungkin tempat penangkaran haruslah dalam kondisi nyaman dan tenang. Jauhkan dari suara-suara keramaian yang justru membuat indukan Murai Batu ketakutan. Indukan Murai Batu yang merasa terancam akan menghabiskan waktunya untuk mewaspadai diri dari gangguan-gangguan yang dianggapnya berbahaya.

  • Berikan obat perangsang birahi
    Sebagai pendukung kesuksesan pada masa perkembangbiakan, tidak salah anda memberikan obat-obatan yang dapat merangsang hormon FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang keduanya sangat bagus untuk meningkatkan birahi ‘kawin’ guna indukan Murai Batu betina dapat bertelur.

Mengatasi Murai Batu yang susah bertelur bukan merupakan problem yang sulit, namun walaupun begitu tetap diperlukan perawatan khusus yang tepat agar kedua indukan Murai Batu berada dalam kondisi yang siap untuk ‘kawin’ dan jika sudah berada dalam posisi ini anda tidak perlu menunggu waktu yang lama, sampai indukan Murai Batu betina mengeluarkan telurnya. Demikian artikel ini, semoga anda dapat menerapkan langkah-langkahnya dengan baik dan masalah mengenai Murai Batu yang anda alami dapat teratasi. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://globalfaunafarm.com/artikel-murai/
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, July 24, 2013

Fenomena Kelangkaan Populasi Murai Batu



Tingkat kelangkaan Murai Batu di Indonesia sudah memasuki keadaan kritis, kepunahan menjadi gambaran ke depan jika keadaan ini tidak segera ditanggulangi. Kawasan daerah penyebaran populasi burung Murai Batu seperti : Kalimantan, Sumatera, Lampung, Jawa, Bangka Belitung sudah menunjukkan pengurangan populasi yang sangat signifikan. Bahkan untuk di pulau bangka sendiri jenis murai batu hampir sudah tidak tampak lagi di alam liar, jikapun ada itu di daerah pedalaman yang terpencil jauh dari jangkauan manusia.

Kelangkaan yang terjadi menjadikan kenaikan harga burung Murai Batu tidak tanggung-tanggung melonjak naik. Beberapa penjual Murai Batu banyak yang menerima Murai Batu hasil tangkapan liar hutan dengan harga sampai jutaan, walaupun kondisi burung masih belum stabil. Itu dikarenakan apabila nanti Murai Batu tangkapan liar tersebut sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dan suara kicauan sudah terlatih maka harganya bisa mencapai puluhan jutaan rupiah. Untuk memastikan hal itu anda dapat mengamati di beberapa toko online yang menjual Murai Batu seperti toko bagus, berniaga dan lainnya, pasti Murai Batu yang dijual harganya rata-rata kisaran di atas satu juta. Banyak faktor memang yang penyebab kelangkaan Murai Batu tersebut :

  • Perburuan Liar

    Keeksotisan karisma yang dimiliki Murai Batu menjadi alasan tingginya perburuan terhadap burung jenis ini di alam liar, perburuan dilakukan tidak hanya terhadap Murai Batu dewasa tetapi anakan murai batu yang masih dalam sangkar juga menjadi sasaran. Jumlah Murai Batu di alam liar yang sedikit membuat perkembangbiakan burung jenis ini menjadi sangat lambat.

  • Perdagangan Ilegal

    (http://aceh.tribunnews.com/2013/02/03/600-murai-gagal-diselundupkan) merupakan bukti yang real perdagangan ilegal di Indonesia masih tinggi, meskipun Murai Batu termasuk ke dalam satwa yang dilindungi undang-undang namun ketidakpedulian banyak pihak menyebabkan perdagangan Ilegal terhadap burung Murai Batu kerap kali terjadi.

  • Rusaknya Ekosistem Hutan

    Penebangan liar, pembakaran Hutan, serta pengalihfungsian hutan menjadi pemukiman penduduk menjadikan ekosistem tempat tinggal bagi Murai batu dan hewan lainnya menjadi terancam. Tidak tersedianya tempat yang aman mengakibatkan daerah populasi Murai Batu sulit diketahui keberadaannya.

  • Kurangnya pelestarian

    Segala macam faktor penyebab kelangkaan Murai Batu faktanya tidak diiringi dengan keseimbangan langkah untuk menanggulanginya. Penangkaran-penangkaran Murai Batu untuk setiap Provinsi di Indonesia rasanya bisa dihitung jari, tidaklah heran apabila kelangkaanpun menyerang jenis Murai Batu.

Kelangkaan yang terjadi merupakan keadaan yang tidak baik apabila tidak segera diambil langkah-langkah konkret untuk mengatasinya. Salah satu langkah konkret yang dapat kita lakukan adalah dengan terus menjaga kelestarian Murai Batu di alam liar agar tetap berkembang biak dengan baik. Adanya peraturan pemerintah terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Murai Batu sudah sepatutnya kita dukung dengan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang membawa Murai Batu ke dalam kelangkaan. Semoga ke depan Murai Batu bisa terus lestari dan tetap terjaga untuk meramaikan jenis burung kicauan di Indonesia.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 22, 2013

Karakter Burung Murai Batu



Burung Murai Batu adalah jenis burung yang sangat familiar diketahui oleh semua orang. Dari para penghobi maupun yang tidak rasanya aneh jika tidak mengenal jenis burung yang satu ini. Kehebatan burung Murai batu sudah tidak diragukan lagi dalam mengikuti lomba, keseringannya memenangkan lomba membuat jenis burung ini sangat mahal di pasaran. Jika kita melihat sekilas burung murai batu bisa dibilang memiliki tampilan warna yang sederhana, terdiri dari warna hitam (di bagian kepala, sayap, dan ekor), warna oranye (badan bagian bawah) dan warna putih ( di bagian bawah ekor, kaki). Dibalik itu semua ia memiliki kemampuan dalam hal kicauan yang tidak bisa disepelekan.

Karisma yang dimiliki oleh burung Murai Batu tidak banyak dimiliki oleh burung kicauan jenis lainnya. Bentuk warna dan tubuhnya yang terlihat casual membuat tampilannya menjadi sangat proporsional untuk burung lomba. Kehebatannya di lapangan lomba menjadi daya tarik tersendiri bagi para juri untuk terus mengamati gerak-geriknya ketika bertanding, hal itu menjadi point penting untuk kemenangan burung Murai Batu.

Mungkin beberapa akan bertanya, kenapa burung Murai Batu menjadi salah satu burung yang paling dicari dan dimintai banyak orang? Jawabannya cuma satu, karena burung Murai Batu memiliki karakternya sendiri. Jika diamati dengan teliti akan banyak ciri khas murai batu yang menjadi karakternya tersendiri dan tidak dimiliki oleh kebanyakan burung kicauan lainnya, hal itulah yang menjadikan burung Murai Batu menjadi sangat istimewa di kalangan para penghobi. Karakter/sifat burung Murai Batu dasarnya berpeluang besar di kemudian hari untuk menjadi burung Petarung yang handal. Inilah merupakan salah satu faktor yang menjadi alasan para penghobi begitu meminati burung Murai Batu.

Adapun karakter-karakter burung Murai Batu yang begitu sangat istimewa itu adalah sebagai berikut :

  • Memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi
    Kemampuannya dalam hal menirukan berbagai jenis suara kicauan burung lainnya, menandakan Murai Batu memiliki kecerdasan yang tak biasa. Kemampuan ini adalah senjata utama Murai Batu dalam mengalahkan lawan-lawannya di arena lomba.

  • Mudah naik Birahi
    Burung yang mencapai birahi tinggi akan sangat mudah untuk gacor di lapangan, semangat tarungnya akan semakin, dan tentunya hal ini akan menguntungkan pemilik burung Murai saat mengikuti lomba. Logikanya, semakin burung Murai gacor di lapangan semakin ia akan mengeluarkan semua kemampuannya dalam hal berkicau.

  • Cepat untuk Jinak
    Walaupun Murai Batu didapat dari hasil penangkapan liar di hutan tapi tidak memerlukan waktu lama untuk bisa menjinakkannya. Kelebihan ini dimanfaatkan bagi para penghobi untuk melatih terlebih dahulu Murai Batu tangkapan liar tersebut agar dapat dijual dengan harga yang tinggi. Bahkan kadang karena kecepatan untuk jinak, kita akan sulit membedakan mana Murai Batu hasil penangkapan liar di hutan, mana yang hasil penangkaran sendiri.

  • Sangat Mudah Beradaptasi
    Kemudahannya beradaptasi membuat burung ini mudah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru, hal itu tentunya memudahkannya berinteraksi mengeluarkan kicauan sehingga walaupun ditempat yang baru burung Murai Batu akan tetap mengeluarkan gacorannya.

  • Petarung yang Handal
    Ketika sudah di lapangan lomba kebanyakan burung Murai Batu akan mengeluarkan seluruh kemampuan maksimalnya, jikapun ada yang tidak biasanya disebabkan kesalahan teknis saat penyetingan lomba saja, misal pemberian pakan yang terlalu banyak. Karakter dari awalnya jenis Murai Batu yang memang bermental petarung ini memungkinkan ia untuk terus bergacor sampai perlombaan usai tanpa adanya kondisi drop bagi Murai Batu.

Yups, demikianlah karakter-karakter yang dimiliki burung Murai Batu sehingga menyebabkan jenis ini sangat diminati banyak kalangan. Beberapa point di atas merupakan sifat/karakter dasar pada umumnya yang dimiliki oleh Murai Batu. Semoga setelah membaca artikel ini anda dapat menentukan burung kicauan mana yang menjadi favorit anda. Terima kasih

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://blog-muraibatu.blogspot.com/2013/02/karakter-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Monday, July 15, 2013

Cara Memasterkan Suara Kicauan Murai Batu



Suara kicauan seekor burung memang sangat mengenakkan untuk didengar, apalagi di saat hati sedang gelisah karena permasalahan, dengan mendengar suara kicauan burung dipercaya dapat menenangkan jiwa dari segala problema yang ada. Burung tanpa sebuah kicauan rasanya kurang lengkap, karena memang umumnya bagi para penghobi sendiri yang menjadi faktor utama dalam memelihara burung adalah karena bentuk tubuh plus kicauan merdunya. Sebab dari kedua faktor itulah para penghobi memperoleh kemanfaatan-kemanfaatan yang lain, misalnya untuk dijual atau dilombakan.

Murai Batu yang merupakan salah satu ikon burung kicauan di Indonesia adalah burung dengan suara kicauan terbaik. Namun meskipun begitu, tidak semua burung Murai Batu memiliki kemampuan tersebut. Maksudnya begini, walaupun secara umum setiap Murai Batu memiliki kemampuan yang sama dalam hal kicauan, apabila dilakukan perawatan dan pemeliharaan dengan cara yang berbeda pasti akan berbeda pula hasil yang diperoleh. Seekor Murai Batu hasil penangkaran jika dilakukan perbandingan dengan Murai Batu Hutan/Liar pasti akan berbeda jenis suara kicauannya. Itu dikarenakan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan burung tersebut. Artinya apa, sebagai seorang penghobi burung kita mempunyai peluang untuk bisa mengolah suara kicauannya, terlagi burung Murai batu, yang kita ketahui bersama memiliki kemampuan menirukan suara-suara kicauan burung lainnya.

Dalam pengolahan demi memasterkan suara kicauan Murai Batu dapat dilakukan dengan cara sederhana saja, tetapi ada perbedaan sedikit dalam perawatannya yaitu untuk Murai Batu yang ingin dilombakan dengan yang tidak. Untuk yang dilombakan hal pertama yang harus anda ketahui adalah kesesuaian penilaian juri terhadap bentuk suara kicauan yang diinginkan. Apakah yang berirama suara panjang bervariasi ataukah berirama pendek tapi tajam. Bentuk-bentuk penilaian itu bisa anda jadikan referensi untuk memilih jenis suara burung yang sesuai untuk ditirukan oleh Murai Batu milik anda. Misalnya penilaian juri berdasarkan suara panjang bervariasi, nah anda dapat mencoba langkah-langkah yaitu mendengarkan berbagai jenis suara burung selama seminggu yang bernada berbeda tapi ringan seperti suara burung anis kembang, ciblek , kenari dan sejenisnya yang kemudian anda teruskan dengan suara burung panjang seperti burung kacer, kutilang, dll. Namun untuk yang bernada panjang anda cukup memperkenalkan satu jenis suara saja karena itu akan menjadi suara dominan/khas ketika lomba nanti. Sedangkan untuk penilaian suara berirama pendek dan tajam, cukup anda perkenalkan dengan suara-suara unik yang memiliki ketentuan demikian, tetapi jangan lupa untuk tetap memperkenalkan suara dominan/khas yang akan menjadi ciri suara Murai Batu milik anda. Semakin sering burung tersebut mengeluarkan kicauan khasnya maka semakin uniklah burung itu, karena mempunyai ciri tersendiri.

Perkenalan suara juga dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menyandingkan Murai Batu dengan Burung Kicauan lainnya atau bisa juga dengan bantuan alat musik dengan MP3 suara kicauan. Penulis sendiri merekomendasikan untuk menyandingkan dengan burung kicauan aslinya bukan melalui MP3, sekalian bertujuan melatih mental dan juga peniruan pastinya akan lebih cepat karena langsung bertatapan dengan burung aslinya, seolah keduanya bisa saling berdialog.

Jika penghobi ingin melakukan pemasteran Murai Batu untuk peliharaan saja tidak untuk dilombakan, ini sebenarnya lebih gampang lagi. Karena tidak perlu melakukan penyesuaian dengan ketentuan juri yaitu hanya perlu disesuaikan dengan selera anda masing-masing. Intinya, melakukan pemasteran burung harus mendengarkan suara burung kicauan yang kita inginkan secara berskala dan berulang-ulang sampai Murai Batu milik anda dapat menirukan suara tersebut. Selain itu, pemberian pakan kroto juga akan mempercepat pemasteran dan suara Murai Batu bisa terdengar lebih jelas.

Artikel singkat di atas semoga bermanfaat bagi anda dalam menginginkan suara kicauan Murai Batu yang lebih berkualitas. Trims.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Tuesday, July 9, 2013

Murai Batu Si Burung Mewah



Murai Batu siapa yang tidak kenal dengan burung yang terkenal dari kicauannya yang sangat indah, di samping itu penyebarannya yang ada dari Sumatera hingga kalimantan ini begitu punya ceritanya sendiri untuk dikuak. Kemewahannya ialah menjadi pembicaraan dalam artikel ini yang memang burung murai batu adalah jenis burung yang dicari oleh pecinta burung serta diperdagangkan dengan harga yang tidak murah tentunya.

Dari ragamnya Murai batu yang tersebar di Indonesia terdapat sekitar enam jenis di antaranya: Murai Batu Jambi, Murai Batu Borneo, Murai Batu Medan, Murai Batu Jawa atau Larwo, Murai Batu Nias, dan Murai Batu Aceh. Ke semua dari ragam jenis murai batu tersebut adalah berharga mahal. Banyaknya penangkaran di banyak daerah untuk memperdagangkan burung murai batu tidaklah lahir tanpa sebab melainkan karena banyaknya permintaan terhadap murai batu dengan harga yang mahal pula.

Mengingat kisaran harga untuk setiap murai batu yang sudah matang bertarung atau cagor mampu ditaksir dengan harga tiga jutaan, lebih dari itu bagi murai batu yang menang dalam event lomba burung bisa mempunyai harga mencapai puluhan juta. Ini bukanlah mustahil mengingat perawatan murai batu tidaklah mudah dan penuh dengan ekstra keras dalam melatih suaranya agar dapat berkicau dengan variasi yang banyak.

Bagi pecinta burung ocehan yang memilih burung murai batu tidaklah sembarangan dalam menilik bakalannya, perlu keahlian serius dalam menentukan jenis bakalan murai batu seperti apa yang mempunyai mental kuat, suara bagus dan postur tubuh yang sesuai. Menjadikan dari semua itu membawa murai batu tempatnya di hati orang-orang untuk merawatnya dan melatihnya menjadi burung petarung yang handal dalam memenangi banyak kejuaraan burung ocehan.

Tak kalah hebat dalam kemewahan event bagi murai batu, ialah dibukanya kelas khusus untuk memperlombakan murai batu dengan hadiah juga yang tidak sedikit. Dari perlombaan ini para murai batu dari berbagai jenis di Nusantara mampu menunjukkan kemegahan suaranya yang variasi serta mental yang kuat untuk membuat takut murai batu yang lain.

Dari jenis spesies yang tergolong dalam kelompok Turdidae ialah burung yang mempunyai suara yang indah, tidaklah ada diantara jenis-jenis murai batu yang disebutkan tadi yang memiliki suara yang jelek. Ini dapat dilihat dari eloknya badannya yang mempunyai bulu hitam dibalut warna merah serta suara yang mendesir mengikuti alunan suara air terjun.

Menawan pula dari perawatannya baik untuk ditangkarkan maupun melatihnya menjadi burung cagor tidaklah sembarangan. Perlu kesabaran ialah kuncinya, mengingat dalam penangkaran terutama dalam prosesi perkawinan murai batu adalah burung progresif kepada lawan jenisnya sehingga jikalau tidak hati-hati dapat membunuh lawan jenisnya. Di samping itu dalam menjinakkan murai batu liar juga perlu langkah yang sama yakni kesabaran, prosesi penjinakan yang dilakukan mulai dari melakukan perubahan adaptasi untuk tidak membuatnya stres, memilih jenis makanan yang sesuai sehingga tidak mengurangi nafsu makannya serta mampu mengkondisikan kandang untuk kenyamanannya ialah menunjukkan akan kemewahan murai batu. Dari pelatihan suaranya untuk banyak variasi, pemiliknya perlu mendengarkan suara burung ocehan kepada murai batu ataupun mengajak murai batu yang sudah memiliki isian suara untuk didekatkan dengan burung ocehan lainnya.

Adalah yang demikian itu menjadi bukti murai batu adalah si burung yang mewah dengan eksotisme suaranya, gaya geraknya dalam bertarung, perawatannya, penangkarannya, serta melatih suaranya. Menjadi poin bagi pecinta burung ocehan untuk tak salah memilih murai batu sebagai burung ocehan yang layak dengan kemewahan yang dimilikinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Gambar: google.com

Murai Batu Ekor Hitam, Spesies Murai Batu Aceh

Jenis Murai Batu yang ditemui di Aceh memiliki tipe yang seragam dengan tipe Murai Batu yang ditemukan di beberapa wilayah sekitarnya. Seperti Nias, Kepulauan Mentawai dan hampir semua pulau-pulau kecil yang ada di pantai barat Pulau Sumatera. Salah satu spesies Murai Batu yang bisa ditemukan di Aceh khususnya di daerah Pulau Simeulue yaitu Murai Batu ekor hitam.

Murai Batu ekor hitam memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Secara fisik memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan murai batu yang memiliki ekor putih.
  2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga lebih mudah untuk dipelihara.
  3. Murai Batu ekor hitam lebih cepat pandai berkicau dibanding Murai Ekor putih. Hanya saja kualitas kicauannya selalu berada di bawah Murai ekor putih.
  4. Ukuran ekor bervariasi dari pendek hingga sedang. Berdasarkan ukuran panjang ekornya, Murai Batu ekor hitam dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
    • Pertama: Murai Batu yang memiliki ekor pendek (10-12 cm)
    • Kedua: Murai Batu yang memiliki ekor ukuran sedang (14-16 cm).

Kemampuan berkicau Murai ekor hitam memang tidak sebagus Murai Batu ekor putih. Sehingga jenis Murai Batu jenis ini kalah dominan oleh Murai Batu ekor putih di berbagai ajang kontes burung berkicau. Hal ini menyebabkan harga jual burung Murai Batu ekor hitam cenderung lebih murah dari pada Murai Batu ekor hitam.

Secara umum, harga burung berkicau di pasaran sangat ditentukan oleh dua faktor, yaitu:

Pertama: kualitas

Meliputi kualitas suara, bentuk paruh, hingga warna bulunya. Kualitas suara serta kemampuan berkicau menjadi faktor penting dalam menilai kualitas burung berkicau seperti Murai Batu ini. Nah, Murai Batu ekor hitam seperti sudah disebutkan pada penjelasan karakteristiknya di atas pada umumnya memiliki kualitas suara atau kicauan yang jauh lebih inferior dibanding Murai Batu ekor putih.

Kedua: tingkat kepuasan konsumen

Tingkat kepuasan konsumen terhadap burung berkicau sangat mempengaruhi harga jenis burung tersebut di pasaran. Karena, kicaumania tidak segan-segan mempromosikan kelebihan jenis burung berkicau yang dipeliharanya kepada kicaumania lainnya. Sehingga, kelebihan jenis burung tersebut cepat populer dan diminati oleh kicaumania. Hal ini dengan sendirinya menaikkan harga jenis burung berkicau tersebut.

Namun demikian, terlepas dari fakta bahwa Murai Batu ekor hitam memiliki kualitas suara kicauan yang lebih inferior dari pada Murai Batu ekor putih, namun akhir-akhir ini permintaan Murai batu di pasaran terus meningkat. Selain karena unggul di sisi harga yang cenderung lebih murah,peningkatan permintaan Murai Batu di pasaran disebabkan oleh semakin sulitnya mendapatkan Murai Batu putih. Baik di alam maupun di penangkar. Sehingga Murai batu ekor hitam kemudian menjadi alternatif pilihan bagi para hobiis.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://muraibatuaceh,blogspot.com

Thursday, June 27, 2013

Murai Batu Impor vs Murai Batu Lokal

Indonesia memang terkenal dengan keanekaragamannya. Tak hanya dalam bidang etnis, suku, dan budaya, terlagi keanekaragaman tumbuhan dan satwa-satwa liar yang dimiliki. Bayangkan, di Indonesia untuk satu jenis spesies saja itu sudah terdapat beberapa spesies lain yang masih satu keturunan dari spesies yang sama. Maka tidaklah salah, keanekaragaman itu menjadikan negara Indonesia sebagai salah satu negara terunik di dunia. Keanekaragaman yang ada di Indonesia itu juga terdapat pada burung kicauan jenis Murai Batu. Macam-macam Murai Batu Indonesia (lokal) memang beragam jenisnya. Di Indonesia sendiri ada 8 jenis Murai Batu yang berbeda. Adapun ke-delapan Murai Batu tersebut terdiri dari :

  • Murai Batu Medan
  • Murai Batu Aceh
  • Murai Batu Jambi
  • Murai Batu Lampung
  • Murai Batu Palangka (Kalimantan)
  • Murai Batu Banjar (Kalimantan)
  • Murai Batu Jawa (Larwo)

Nampaklah bahwa ketenaran burung Murai Batu juga disebabkan karena beragamnya jenis ini di alam liar. Tidak hanya di Indonesia, spesies burung kicauan jenis Murai Batu juga ditemukan di negara-negara lain. Namun dari beberapa negara itu hanya Indonesia-lah dengan keanekaragaman jenis Murai Batu terbanyak. Untuk jenis Murai Batu Impor (luar) sendiri terdapat beberapa jenis yang familiar di pasaran yaitu :

  • Murai Batu Thailand
  • Murai Batu Malaysia
  • Murai Batu Filipina

Jika ditanya mengenai perbandingannya? Murai Batu lokal mempunyai ciri khasnya masing-masing, begitu juga dengan Murai Batu Impor. Namun secara umum penulis melihat perbedaan yang cukup mencolok jika disandingkan antara Murai Batu lokal dengan Murai Batu Impor. Sejatinya, Murai Batu lokal cenderung memiliki kemampuan kicauan suara yang sangat baik, jenis Murai Batu lokal sangat cocok untuk diikutsertakan dalam event lomba karena kemungkinan kemenangan akan burung Murai Batu lokal sangat tinggi ketimbang mengikut sertakan Murai Batu Impor. Contohnya saja Murai Batu Medan, jenis Murai Batu lokal yang satu ini sudah menjadi langganan juara setiap perlombaan burung kicauan.


Gambar :Murai Batu Medan

Kicauan suara Murai Batu Impor tidak menjadi ukuran kelebihan burung kicauan ini, tetapi dari segi fisik keindahan tubuh Murai Batu Impor banyak menarik perhatian penghobi. Variasi warna bulu yang tajam, bentuk tubuh yang indah,terdapat pada Murai Batu Impor sehingga menjadikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan burung kicauan hias.Salah satu Murai Batu Impor yang memiliki keindahan bentuk tubuh adalah Murai Batu Thailand. Coba anda perhatikan gambar Murai Batu Thailand di bawah ini.


Gambar :Murai Batu Thailand

Sangat indah bukan? Tetapi jika dilihat dari segi kicauannya tetap saja jenis burung Batu Murai lokal yang mengungguli, khususnya pada Murai Batu Medan.

Kesimpulannya, Murai Batu lokal dan Murai Batu Impor mempunyai kelebihan masing-masing. Murai Batu lokal terletak pada kicauannya sedangkan Murai Batu Impor terletak pada keindahan bentuk tubuhnya. Walaupun begitu, bukan berarti Murai Batu lokal memiliki bentuk tubuh yang jelek, atau dengan Murai Batu Impor memiliki suara kicauan yang fals, bukan seperti itu. Masing-masing Murai Batu jenis apapun tetap mempunyai kelebihan kedua faktor itu (kicauan dan keindahan tubuh) hanya saja setiap jenis Murai Batu Impor ataupun Lokal memiliki kecenderungan akan kelebihan salah satunya.

Oleh : Roma Doni
Sumber photo : Google.com

Wednesday, June 12, 2013

Cara Penangkaran Murai Batu (1)



Membuka bisnis penangkaran burung Murai Batu bisa menjadi alternatif bagi anda dalam merintis usaha. Pasalnya, di Indonesia sendiri khususnya penangkaran terhadap burung Murai Batu sangatlah sedikit, sehingga para pecinta burung jenis ini sulit untuk mencari dimana mendapatkannya, apalagi di hutan liar sana kategori untuk jenis Murai Batu sudah mengalami kelangkaan. Kelangkaan-kelangkaan yang terjadi membuat semakin hari harga burung Murai Batu mengalami kenaikan. Nah, Keadaan ini bisa anda manfaatkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Selain mendapat keuntungannya, melakukan penangkaran Murai batu berarti juga anda ikut andil dalam melestarikannya. Dalam melakukan penangkaran ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, baik dari segi kandang (Sangkar), makanan, proses mengawinkan dan merawat anakan burung Murai Batu. Meskipun Murai Batu termasuk dalam jenis burung yang tidak sulit di latih tapi jika ke semua aspek tadi tidak perhatikan dengan baik maka hasil yang dicapai juga akan tidak maksimal, karena perasaan burung yang kurang nyaman. Misalnya burung akan susah untuk kawin atau jika pun telah bertelur, telur yang dihasilkan dengan tidak menetaskan anakan (tidak jadi).

Pada kesempatan dalam artikel kali ini, penulis akan menjelaskan dengan lengkap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam melakukan penangkaran Murai batu dari aspek kandang sampai kepada anakan burung Murai Batu dapat dijual, yaitu sebagai berikut :

1. Kandang Penangkaran

  • Lokasi kandang

    Pemilihan tempat pendirian Kandang penangkaran juga membawa peran penting bagi reproduksi pada burung nantinya. Aspek 3 K diperlukan, Keamanan, Kenyamanan, Ketenangan tempat menjadi prioritas lokasi kandang anda, jangan terlalu dekat dengan keramaian dan kebisingan. Buatlah posisi kandang senyaman mungkin dari gangguan hewan-hewan lain yang dapat mengganggu proses penangkaran nanti. Tidak lupa lokasi kandang harus memperoleh sinar matahari yang cukup.

  • Desain kandang
    Buatlah kandang penangkaran terbagi atas tiga. Pertama, kandang berukuran biasa yaitu sebagai tempat burung Murai melakukan proses pendekatan untuk penjodohan. Kedua, kandang berukuran besar, kandang penangkaran inti, gunanya sebagai tempat perkawinan Murai Batu tersebut. Ketiga, kandang soliter, digunakan untuk merawat anakan Murai batu yang masih cerindil (kecil) dengan memasang lampu 5 watt sebagai penghangat anakan burung nantinya. Pada kandang berukuran besar atau inti buatlah suasana kandang seperti hutan liar. Anda bisa menambahkan beberapa pelengkap kandang seperti : Pohon-pohon ringan, ranting-ranting kecil, serabut serat/kelapa ,tanaman yang tidak membahayakan,kayu tempat hinggap (nangkring burung), bak pemandian,wadah sarang (ukuran cukup besar guna tidak merusak ekor indukan Murai ketika mengerami telur), dengan tujuan agar burung merasa nyaman dalam melakukan proses perkawinan nanti, karena dia merasa seolah sedang melakukan perkawinan di hutan liar. Yang dimaksudkan juga akan lancarnya proses perkawinan, peneluran, pengeraman dan penetasan telur Murai Batu.

2. Penyuplaian Makanan

Sebelumnya penyediaan pakan burung Murai Batu sudah harus dipersiapkan. Usahakan untuk memberikan jenis pakan yang bervariasi pada Burung Murai ketika dalam penangkaran untuk menjaga keseimbangan nutrisinya, bisa dengan pemberian pakan jangkrik, belalang, kroto, ulat pakan burung, ikan kecil dll yang disukai burung Murai Batu. Sesekali anda juga bisa menggantinya dengan pakan olahan (voor) yang baik untuk kesehatan. Makanan tersebut bisa anda taruh dalam tempat/kotak makanan letakkan dalam kandang penangkaran. Kecuali pakan jenis serangga bisa anda lepas liar dalam penangkaran biar burung Murai Batu itu sendiri yang melakukan pemangsaan. Jangan lupa penggantian air minum dan air pemandian harus dilakukan rutin untuk menghindari burung Murai terserang penyakit.

Oleh : Roma Doni
Sumber Referensi :
http://artikelbisnis-eko.blogspot.com/2013/03/penangkaran-murai-batu-jadi-peluang.html
http://suwarno71.blogspot.com/search/label/persiapan-menghadapi-perkembang-biakan.html
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/tips-merawat-anakan-murai-batu.html
http://omkicau.com/2013/03/12/mengintip-penangkaran-mb-di-kapuk-bf-serang-2-merawat-anakan-hingga-umur-1-bulan/
Sumber Photo : Google.com

Friday, May 24, 2013

Tips Merawat Murai Batu

Mungkin suatu ketika Anda tertarik untuk memelihara Murai Batu. Mengingat, jenis burung ocehan ini memiliki suara yang merdu dan bentuk fisik yang indah.

Perlu Anda ketahui, mendapatkan Murai Batu yang berkualitas memang tidak mudah. Akan tetapi merawat Murai Batu agar tumbuh sehat dan memiliki suara yang merdu jauh lebih sulit jika Anda belum mengetahui ilmunya. Mengingat Murai Batu ini termasuk jenis burung yang gampang-gampang susah dipelihara.

Nah, bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara burung Murai Batu mungkin beberapa tips berikut bisa diterapkan:

  1. Kenali lebih jauh tentang burung Murai Batu

    Sebagai pemula tentu pengetahuan dan pengalaman Anda terkait burung Murai Batu ini masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah aral melintang memelihara dan menangkar unggas ini. Oleh karena ini Anda perlu belajar lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan unggas ini. Cari informasi yang akurat dari berbagai media seperti buku, artikel dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada ahlinya. Anda bisa studi banding dengan cara mengunjungi penangkar Murai Batu yang sudah berpengalaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kemudian sedikit demi sedikit coba terapkan dalam pemeliharaan Murai Batu Anda.

  2. Ketahui jenis pakannya

    Pakan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kesehatan tubuh dan keindahan suara murai batu. Karena itu ketahui jenis pakan Murai Batu yang disukai sekaligus bergizi tinggi.

  3. Tempatkan Murai Batu pada Tempat yang Tenang dan jauh dari kebisingan

    Murai Batu membutuhkan lingkungan hidup yang tenang jauh dari kebisingan. Lingkungan yang bising bisa menyebabkan Murai Batu stres dan enggan berkicau. Karena itu, pilihlah tempat yang tenang dan kondusif untuk pemeliharaan Murai Batu.

  4. Kenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang

    Anda juga perlu mengenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang Murai Batu. Dengan mengenali jenis-jenis penyakit yang potensial menyerang Murai Batu, Anda bisa melakukan upaya pengendalian sedini mungkin. Sehingga Murai Batu dapat terhindar dari serangan penyakit yang lebih parah.

  5. Ketahui cara melatih kicauannya

    Murai Batu juga perlu dilatih agar rajin berkicau. Anda perlu mengenal teknik-teknik untuk melatih kicauan burung ini. Salah satu teknik yang disarankan adalah dengan memelihara burung kicauan lain untuk merangsang Murai Batu berkicau. Mendengar kicauan burung lain akan memancing Murai Batu ikut berkicau saling sahut menyahut. Demikian juga sebaliknya. Sebaliknya jika dipelihara sendiri Murai Batu akan kesepian dan enggan berkicau. Jika tidak memiliki burung lain, Anda bisa memanfaatkan suara rekaman kicauan burung untuk memancing Murai Batu berkicau. Namun metode ini tidak disarankan.

Nah, demikian beberapa tips sederhana memelihara dan merawat Murai Batu, semoga bermanfaat!

Oleh: Neti Suriana

Thursday, May 23, 2013

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian Pakan Murai Batu

Pada artikel beberapa waktu yang lalu sudah dibahas tentang jenis-jenis pakan yang disukai sekaligus bergizi untuk burung murai batu. Pada artikel kali ini akan dibahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada Murai batu.

Dalam pemberian pakan pada murai batu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Jenis dan kualitas pakan

Jenis pakan yang umum diberikan oleh para hobiis pada murai batu peliharaannya adalah pakan kroto. Ini merupakan jenis pakan yang alami dan mengandung asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh murai batu secara lengkap. Pakan kroto yang berkualitas baik adalah pakan kroto basah yang masih segar. Jika pakan kroto basah segar sulit didapat, Anda bisa memberikan serutan telur ayam ras rebus. Serutan telur rebus ini juga terbukti mengandung protein dan zat gizi yang baik bagi pertumbuhan murai batu peliharaan Anda.

2. Kandungan nutrisi pakan

Setelah menetapkan jenis pakan yang akan diberikan pada murai batu tangkaran, Anda juga perlu menghitung asupan nutrisi yang harus diberikan pada murai batu. Hal ini dimaksudkan agar murai batu tumbuh sehat, bersuara merdu dan tahan terhadap serangan penyakit. Untuk mengetahui hitungan asupan nutrisi yang ideal bagi murai batu Anda bisa mendapatkannya dari ahlinya, misalnya penangkar ahli dan dokter hewan spesialis unggas.

3. Porsi pakan yang diberikan

Selanjutnya Anda juga perlu memperhatikan porsi makanan yang diberikan pada unggas. Porsi yang diberikan tidak boleh terlalu banyak, namun tidak boleh juga terlalu sedikit. Porsi besar cenderung menyebabkan kemubaziran dan mengundang serangga mengerubungi sisa pakan yang diberikan. Ini berpotensi menyebabkan sarang menjadi kotor dan mengundang kuman penyebab penyakit. Selain itu porsi yang terlalu banyak juga tidak baik bagi pencernaan dan kesehatan Murai Batu. Sebaliknya, porsi yang terlalu sedikit dikhawatirkan Murai Batu tidak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhannya.

4. Frekuensi pemberian pakan

Anda perlu melatih murai batu untuk makan teratur dengan menetapkan frekuensi pemberian makan dan jadwal makan yang teratur. Hal ini selain bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Murai Batu, juga akan memudahkan Anda dalam memberikan dan mempersiapkan pakan bagi Murai Batu.

5. Mengganti air minum secara teratur

Sebagaimana makhluk hidup lainnya, Murai Batu juga membutuhkan air minum untuk kesehatan pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, Anda perlu menyediakan air minum di tempat khusus dalam sangkar Murai Batu. Air minum yang Anda sediakan biasanya tidak selalu dihabiskan oleh Murai Batu. Selalu masih ada air tersisa dalam tempat minum. Oleh karena itu, air yang tersisa ini harus diganti secara rutin setiap kali Anda memberikan pakan baru bagi Murai Batu. Hal ini bertujuan agar air minum yang tersedia untuk murai batu selalu dalam kondisi bersih dan sehat.

Oleh: Neti suriana

Tuesday, May 21, 2013

Menyimak Tentang Murai Batu Medan



Jika ditanya jenis murai batu apa yang sering memenangi kontes maka jawabnya ialah murai batu medan. Jika pun ada menanyakan burung ocehan jenis apa yang paling banyak dipelihara oleh pecinta burung ocehan maka juga jawabnya ialah murai batu medan. Begitu menakjubkannya burung ini dari sejarah yang menuliskan tentang kepopulerannya sudah dimulai dari tahun 1990-an dan merajai pemenangan hampir seluruh kontes yang diikutinya dalam festival-festival kejuaraan burung ocehan sehingga dari itu kegemaran untuk memiliki burung ini semakin marak oleh pecinta burung ocehan. Dan burung ini menjadi ibarat raja dari burung-burung murai batu lainnya yang juga terkenal dari suara yang variatif dan murai batu medan mempunyai tarian ekor yang indah.

Murai batu medan sebenarnya bukan berasal dari Kota Medan, namun karena banyaknya burung-burung murai batu yang dari pesisir pantai dan hutan sumatera di bagian utara diperdagangkan di Medan menjadi julukan tersendiri bagi murai batu medan. Keunikan burung ini menjadi salah satu pembeda dari murai batu jenis lain yang di luar sumatera bagian utara ialah ekornya yang panjang dan berwarna bercak-bercak putih pada bulunya di bagian pangkal ekor hingga pangkal paha kaki yang mendekati pangkal ekornya. Serta brand catatan bagi murai batu medan ialah ekor panjang yang melengkung.

Dicatat ada beberapa ciri-ciri fisik yang menjadi keunikan burung murai batu medan dari murai batu lainnya ialah diantaranya:

  • Bentuk badan yang besar dari murai batu lainnya dan menunjukkan keproporsionalannya sehingga menimbulkan sikap atletis
  • Warna hitam di bulunya terlihat legam dan mengkilat namun melirik pada kepalanya campuran warna hitam dipadu dengan warna biru yang bersemburan menghasilkan paduan warna yang cantik.
  • Pada kakinya berwarna hitam kemerahan jika waktu masih muda dan jikalau sudah tua sisik kemerahan itu akan hilang dan menonjolkan warna hitam.
  • Bagi murai batu medan memiliki intonasi suara yang lebih jelas
  • Bulu ekornya jauh lebih panjang dibandingkan burung murai batu lainnya sekitar 22 – 28 cm
  • Bulu ekor agak melengkung dan semakin ke ujung ekor melebar membelah
  • Kejinakan yang dimiliki sangat cepat dari pada murai batu pada umumnya
  • Variasi kicauan terus-menerus tanpa putus hingga akhir dan juga kicauan-kicauannya dapat diulang ke intonasi yang sama pula.

Menakjubkan kesan yang timbul dari kebagusan murai batu medan yang dimilikinya dalam pembeda identitas dari murai batu pada umumnya dari beberapa jenis yang ada. Namun, perambahan hutan yang memprihatinkan dengan tidak melihat makhluk di dalamnya ikut juga burung ini terseret pusara kelangkaan ditambah pemburuan yang berlebihan di alam liar karena tergiur pendapatan yang mahal dari murai batu medan yang sudah tidak lagi diragukan keunggulannya. Bicara harga pun murai batu medan mempunyai nominal fantastis dari penawaran para pencinta burung kicau, dalam kisaran harga 750 ribu rupiah sampai 1 juta dihargai bagi burung murai batu medan yang masih anakan sedangkan untuk murai batu yang sudah bisa bunyi maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Menarik memang dari burung murai batu medan sehingga menjadi ladang bisnis di peternak burung ocehan untuk memperdagangkan burung ini kepada pecinta burung dari prospek keunggulan yang ditunjukkan di perlombaan burung ocehan.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://muraikicau.blogspot.com/2012/11/ciri-ciri-murai-batu-medan-lampung-dan.html
http://omkicau.com/2010/05/09/murai-batu-medan-ada-enggak-sih/#more-14851
google.com/image

Larwo, Jenis Murai Batu Langka



Larwo adalah sebutan untuk murai batu jawa. Nama ini khusus diberikan untuk jenis murai batu jawa tersebut sehingga menjadi keunikan tersendiri bagi jenis murai batu satu ini. Banyak yang beranggapan bahwa larwo bukanlah termasuk murai batu, namun menurut ahli burung kicauan burung larwo masih termasuk jenis burung murai batu dan satu keluarga Turdidae yang khususnya memiliki suara yang indah dan kicauan yang sangat bagus seperti murai-murai batu lainnya. Yang dari tempat habitatnya jangan dicari-cari selain di pulau jawa karena habitat tempat hidupnya hanya akan dijumpai di pulau jawa sehingga menjadi keunggulan bagi murai batu jawa yang disebut Larwo dari jenis-jenis murai batu lainnya yang mungkin bisa dijumpai di banyak daerah. Dan di jawa tinggalnya dapat dijumpai di alam bebas yakni dari Ujung Kulon sampai dengan Gunung Kidul dan beberapa tempat lainnya.

Ciri-ciri fisiknya

Larwo atau sebutan khas burung murai batu jawa memiliki ciri-ciri fisik yang mempunyai perbedaan dengan murai batu pada umumnya diketahui. Sekilas jika dari kasat mata dilihat warnanya dari murai batu sumatera dan kalimantan tidak ada perbedaannya, namun diperhatikan lebih rinci lagi perbedaan serius dapat dilihat dengan membandingkan ukuran tubuhnya. Larwo mempunyai ukuran tubuh yang jauh lebih kecil bila disandingkan dengan murai batu sumatera dan kalimantan. Yang lainnya juga dapat menjadi pembeda dari performa ketika berkicaunya larwo, adalah bulu-bulu di kepalanya akan berdiri seperti jambul. Dan bulu dadanya berwarna hitam yang melebar hingga pangkal pahanya. Dan panjang ekornya lebih kurang dari 8-10 cm saja. Melirik suaranya, Larwo mempunyai suara yang kurang bagus dari murai-murai batu lainnya dan variasi suara yang masih sedikit. Serta makanannya sama dengan murai batu umumnya yakni kroto, ulat, dan belalang.

Melihat sejarahnya dahulu, murai batu jawa atau larwo sebutan akrabnya merupakan burung ocehan yang banyak digemari burung ‘jadul’ di jawa ketika murai batu dari jenis sumatera dan kalimantan belum membanjiri pasar burung ocehan di jawa. Namun sekarang kebalikan itu terjadi menimpa burung murai batu jawa ini, kelangkaan yang sudah mulai dirasakan oleh pecinta burung terhadap sulitnya sudah ditemukan burung ini di peredaran baik di penangkaran burung murai batu, di pasar burung ocehan, maupun di alamnya sendiri yakni hutan dan pegunungan. Sehingga intensitas kepunahan mulai dirasakan murai batu jawa dalam pelestarian yang sangat diperlukan.

Habitat yang hanya bisa dijumpai di pulau jawa merupakan kesulitan yang harus diterima karena padatnya penduduk yang sudah menghuni pulau jawa dari Banten sampai Jawa Timur sehingga hutan yang gundul menjadi penyebab burung ini tidak mendapatkan rumahnya di alam liar. Perlu diharapkan dari pelestarian burung ini oleh penangkar burung ocehan ataupun pecinta burung murai batu dalam tetap membudidayakan burung yang habitatnya sudah tidak nyaman lagi dari semestinya dulu yang masih indah. Sehingga pula juga dari sekitar tujuh jenis murai batu dapat tetap ada keberadaannya dari menghindari kepunahan yang di ambang pintu dari bersama melestarikan dalam penangkaran dan melepaskan beberapa ke habitat aslinya di samping juga bisa efektif untuk bisnis.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
Rachmanto, Penangkaran Burung Murai Batu. Yogyakarta, Kanisius, 2003.
http://omkicau.com/2012/11/19/burung-larwo-riwayatmu-kini/
http://birdacholic.blogspot.com/2012/07/habitat-murai-batu.html

Monday, May 20, 2013

Beberapa Mitos mengenai burung Murai Batu

Sebagian masyarakat di Indonesia yang masih berpegang teguh terhadap adat-istiadat dan tradisi nenek moyang kebanyakan percaya dengan adanya mitos. Pengaruh Mitos dalam kehidupan mereka cukup membawa andil dalam melakukan sesuatu. Sedikit tentang mitos, Mitos adalah sesuatu hal yang dipercayai serta dianggap menjadi suatu kebenaran sejak zaman dahulu, walau sifat kebenarannya hanya berlaku sepihak bagi mereka-mereka yang mempercayai dan meyakininya saja. Mitos-mitos yang ada juga masuk mengenai ke jenis burung kicauan yaitu burung Murai Batu. Ada anggapan dari zaman dahulu bahwa karakteristik ciri-ciri pada burung membawa arti sendiri bagi burung tersebut. Anggapan-anggapan mitos itu juga ternyata menjadi rujukan beberapa orang ketika membeli burung kicauan. Mungkin karena keeksotisan pada burung Murai Batu sehingga mitos-mitos yang ada berkembang pesat di masyarakat. Di bawah ini merupakan mitos-mitos yang ada mengenai burung Murai Batu :

  • Berkaki Hitam
    Burung Murai Batu yang memiliki kaki berwarna hitam dipercaya mempunyai jiwa mental tarung yang tinggi dan merupakan ciri burung sejati jenis ini.

  • Bertulang kaki besar
    Bahwa burung Murai tersebut tidak mudah mundur saat tempur, tidak menyerah. Tipikal pemberani.

  • Ekor bercabang
    Sifat burung payah diatur, sulit jinak. Untuk itu dibutuhkan kesabaran yang tinggi kepada pemilik burung dengan ciri Murai seperti ini.

  • Paruh tebal dan panjang
    Cenderung mengeluarkan suara-suara berdurasi pendek dan lambat tetapi dengan volume suara yang kuat (tinggi).

  • Paruh pendek dan tipis
    Kemampuan burung untuk rajin berkicau dengan suara-suara yang melengking di telinga. Cocok untuk mengisi kesunyian.

  • Paruh Celah
    Celah pada burung tersebut, dipercaya membuat burung mengeluarkan suara yang lebih besar sehingga akan terdengar mantap.

  • Kepala burung Murai berbentuk datar
    Karakter yang dimiliki tangguh dan siap untuk bertempur. Burung yang cocok untuk dibawakan dalam perlombaan karena tidak bermental takut jika bertemu lawan.

  • Mata burung Murai yang Melotot
    Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Tidak sulit dipelihara sebab jiwa burung yang bermental baik.

  • Bentuk leher tebal
    Kelebihan pada volume suara yang dikeluarkan tinggi dan lebih mendominasi dari segi suara jika dibandingkan pada jenis lainnya.

  • Murai Batu bertubuh besar, berekor panjang, bulu ekor agak tebal
    Jenis ini dianggap sebagai jenis Murai batu yang mudah lelah, kecapekan. Kurang gocer dalam berkicau, tidak cocok untuk diikutsertakan lomba kicauan. Namun untuk kemolekan tubuhnya sangat enak dilihat.

  • Memalingkan wajah saat bertemu lawan
    Kepercayaan bahwa burung tersebut bermental penakut, tidak siap tempur dan tidak beringas.

Nah, point-point di atas merupakan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai burung Murai Batu. Walaupun artian-artian terhadap ciri-ciri burung Murai Batu di atas tidak dapat secara total dijadikan patokan dalam memilih burung Murai Batu yang berkualitas baik, karena itu semua hanya sebuah mitos, kebenaran yang bersifat keyakinan sebagian pihak saja. Penulis hanya menjabarkan segala mitos tentang Murai Batu yang terjadi, lebih untuk menambah pengetahuan bagi kita semua tidak hanya penghobis burung terlagi bagi para pembaca :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://kicauku.com/mitos-murai-batu

Friday, May 17, 2013

Pengaruh Jenis Kelamin pada Burung Murai Batu



Dalam dunia perburungan, dua hal utama yang menjadi rujukan penghobis burung saat memilih burung kicauan adalah bulu yang indah serta kemampuannya mengeluarkan suara (gecor) burung yang tinggi dan bervariasi. Untuk melihat dua hal utama ini ada pada seekor burung, kita juga harus mampu membedakan jenis kelaminnya. Karena apa? ternyata jenis kelamin pada seekor burung membawa pengaruh kualitas suara (gecor) dan banyaknya variasi suara yang dapat dimainkan pada burung tersebut, terutama pada burung Murai Batu. Murai batu ini merupakan jenis burung yang cerdas, burung tersebut mampu menirukan hampir semua kicauan burung-burung lain yang ada disekitarnya. Tapi perlu anda ketahui rata-rata burung Murai Batu yang dapat melakukan semua itu adalah yang berjenis kelamin jantan. Sedangkan untuk Murai Batu betina kicauannya itu sedikit kecil dan terdengar monoton (itu-itu saja). Makanya di pasaran sendiri harga Murai Batu jantan biasanya akan lebih mahal daripada Murai Batu yang betina.

Sebelum anda membeli burung Murai Batu, tetapkan terlebih dahulu tujuan anda membeli burung ini untuk apa? apakah untuk mengikuti kontes perlombaan burung? Atau ingin melakukan perkembangbiakan burung tersebut? Dengan ditetapkan tujuan seperti itu anda tentunya bisa memilih jenis kelamin burung Murai Batu seperti apa yang harus anda beli. Jangan sampai tertipu dan salah kaprah. Kebanyakan penghobis burung yang tidak mengerti, mereka akan menyerahkan segala sesuatunya kepada penjual, padahal bisa saja penjual itu menjual murai batu betina dengan harga yang tinggi sementara tujuan anda membeli burung tersebut untuk dikutsertakan dalam sebuah kontes. Atau ketika anda membeli untuk dikembangbiakkan eh malah yang dapat Murai Batu yang jantan, sehingga burung tersebut tidak bertelur-bertelur (yaiyalah).

Nah, untuk menghindari hal-hal seperti itu anda harus mengetahui bagaimana ciri-ciri burung Murai Batu berjenis kelamin jantan dan bagaimana pula ciri-ciri yang berjenis kelamin betina. Selain dapat diketahui dari kegacoran dan variasi suara burung tersebut, membedakan jenis kelamin dilihat dari segi fisik burung Murai Batu juga dapat dilakukan. Karena jika diperhatikan dengan seksama akan terdapat perbedaan antara Murai Batu jantan dengan Murai batu yang betina. Untuk lebih jelasnya berikut tabel ciri-ciri perbedaannya dari segi fisik burung :

FisikCiri-ciri perbedaan burung Murai Batu dilihat dari segi fisik
Kelamin JantanKelamin Betina
Bentuk TubuhLebih besarKecil
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Warna buluPada bulu dada berwarna coklat pekat. Pada bulu hitamnya lebih pekat dan berkilauBulu dada berwarna cokelat muda. Bulu hitam pada tubuh agak pucat, kusam, mengarah keabu-abuan
Bentuk KakiPanjang, berukuran lebih kecil dikelilingi sisik sedikit lebih kasarPendek, berukuran sedang dikelilingi sisik yang agak halus
Bentuk EkorPanjang dan lebarPendek dan kecil

Tabel di atas dapat menjadi referensi anda ketika ingin membeli burung Murai Batu. Agar tujuan anda sesuai dengan burung pilihan yang anda beli. Jangan terkecoh harga murah tapi yang anda dapatkan kualitas burung yang murahan juga, kalau bisa beli dengan harga terjangkau tetapi kualitas patut dipertimbangkan. Harga tinggi juga belum tentu kualitas prima, jika anda sendiri tidak mengerti ciri-ciri burung yang berkualitas itu bagaimana. Sebagai pembeli yang baik anda juga dituntut untuk sedikit banyak tau mengenai apa yang anda beli. Karena pembeli yang baik itu adalah pembeli yang mengerti apa yang mau dia beli. Sepertinya sampai sini dulu artikel kali ini, saya ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://www.zonaburung.com/2013/02/tips-membedakan-jenis-kelamin-burung-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Tuesday, May 14, 2013

Mengenal Pakan Murai Batu (1)

Memelihara dan menangkar Murai Batu tentunya tidak akan pernah lepas dari kebutuhan pakan. Ya, sebelum Anda memutuskan untuk memelihara Murai Batu baik untuk koleksi atau pun untuk lomba, terlebih dahulu Anda wajib tahu apa pakan terbaik untuk burung tersebut? Nah, pada tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya akan dibahas beberapa jenis pakan yang disarankan untuk Murai Batu.

Kroto

Apa yang dimaksud dengan kroto? Kroto adalah nama yang diberikan oleh orang Jawa Barat untuk menyebut campuran larva dan pupa Semut Pengayam Asia atau semut rangrang. Kroto sangat populer di kalangan pecinta burung dan nelayan, karena pakan ini sering digunakan sebagai pakan ikan dan burung ocehan.

Para pecinta burung memilih kroto sebagai pakan burung ocehannya karena pakan ini dikenal kaya akan protein dan vitamin penting. Kandungan protein kroto basah bisa mencapai 47,80%. Kroto juga dipercaya dapat memperindah suara dan meningkatkan keterampilan burung untuk berkicau. Hal ini sangat menjadi perhatian bagi pecinta burung untuk mempersiapkan Murai Batu mengikuti kompetisi burung berkicau.

Ok, selanjutnya Anda tentu ingin mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan kroto bukan? Jika Anda tinggal di daerah pedesaan mungkin Anda masih bisa menemukan sarang-sarang semut rangrang yang menjadi sumber primer kroto. Semut rangrang biasanya senang membuat sarang di pepohonan khususnya pohon buah-buahan seperti nangka, mangga, rambutan, jambu dan sejenisnya. Selain itu, kroto saat ini juga sudah banyak dijual di pasar-pasar dan toko-toko yang menyediakan pakan burung.

Sebagai info tambahan, Anda juga perlu mengenal jenis-jenis kroto. Secara umum kroto dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kroto basah

    Kroto basah yaitu campuran larva dan pupa semut rangrang yang masih baru, segar dan memiliki kadar air yang cukup tinggi. Kroto jenis ini mudah busuk dan umur simpannya sangat pendek yaitu satu hari atau kurang. Diantara jenis kroto yang lain, kroto basah merupakan jenis kroto yang paling disenangi oleh Murai Batu dan memiliki kandungan gizi terbaik. Untuk memperpanjang umur simpan kroto, sebaiknya kroto disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dengan kertas agar air terserap oleh kertas tersebut.

  • Kroto halus

    Kroto halus yaitu berupa semut-semut pekerja yang berukuran kecil-kecil dan besar. Kroto jenis ini merupakan kroto yang paling tidak disukai oleh burung.

  • Kroto kasar

    Kroto kasar yaitu induk semut ratu dan semut jantan. Daya simpan pakan jenis ini bisa mencapai satu minggu.

  • Kroto kacang

    Kroto kacang merupakan campuran ketiga jenis kroto di atas, yaitu kroto basah, kroto halus, kroto kasar dan bisa juga ditambahkan dengan voer, dedak, kacang, jagung dan lain-lain. Namun, kroto jenis ini dikenal memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Dari segi penyimpanan, kroto jenis ini tahan hingga satu minggu.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://www.blueboard.com/kerengga/perdagangan/cesard.htm
http://www.indobird.com/article/article_detail.asp?cat=4&id=88
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Monday, May 13, 2013

Harmonisasi Suara Murai Batu

Menurut pengertian dari kata Harmonisasi memiliki arti sebuah mencari keselarasan. Arti kata tersebut sangat sesuai bila dibandingkan dengan murai batu yang memiliki keindahan suaranya yang menjadi nilai pokok penilaian orang-orang. Sering ada event-event perlombaan burung ocehan dan kebanyakan menjadi pesertanya adalah Murai Batu dari berbagai jenis dan bakalan. Para penggemar burung ocehan terutama murai batu tidak mungkin menyia-nyiakan event-event untuk menunjukkan kebolehan burung peliharaannya masing-masing. Dan menjadi ketakjuban pembahasannya adalah suara yang indah dari ke setiap burung ocehan terutama murai batu.

Sering mungkin dibaca jenis-jenis burung murai batu yang mencapai enam jenis dari berbagai pelosok wilayah Indonesia, dan di setiap jenis-jenis burung tersebut mempunyai karakteristiknya masing-masing yang menjadi corak pembeda antara satu sama lain. Bisa dari postur tubuhnya, corak bulunya, jenis paruhnya, dan suaranya. Keharmonisan ini sangat ideal dipertunjukkan dari bagian suara burung ocehan terutama murai batu yang sangat indah jika didengarkan.

Jika melihat dari habibatnya masing-masing, burung murai sendiri bisa dibagi tiga:

Pertama, untuk kawasan pesisir. Ditempat ini merupakan tempat burung-burung murai batu berdiam untuk hidup, alam di kawasan pesisir akan begitu hidup dari kicaunya burung murai batu yang hidup di tempat tersebut karena suara yang cukup bagus untuk mengundang suara dari burung-burung ocehan yang lain.

Kedua, untuk kawasan pegunungan. Ditempat ini hidupnya burung-burung murai batu sangat bagus postur tubuhnya yang sedikit besar dari tempat habitat yang lain. Dan dari kualitas suara sangat luar biasa bagusnya untuk menyemarakkan ruang lingkup hutan yang sangat luas sehingga mengundang para burung ocehan lainnya untuk dapat berbagi suara menjadi keharmonisan yang menakjubkan di hutan.

Ketiga, untuk kawasan air terjun. Di bagian tempat ini, burung-burung murai batu yang menjalankan kehidupannya seperti menyatu dengan deru suara air terjun. Lantunan suara air terjun yang begitu mengasah daun telinga sama sepadannya dengan alunan suara dari murai batu yang hidup di kawasan tersebut. Ini dilihat dari kekhasan suara yang berbeda sekali dari murai-murai batu yang hidup di kawasan selain air terjun, alunan suara menderu dan mendesir menjadi padanan padat untuk menyatu dengan deru hebat dari air terjun sehingga harmonisasi menunjukkan keserasian antara murai batu dan alam.

Ketakjuban keharmonisan yang ditunjukkan murai batu yang tinggal di berbagai kawasan sangat mengesankan untuk melengkapi alam yang cukup sunyi. Sembari itu banyaknya burung murai batu yang ikut dalam event-event perlombaan sangat mengesankan suara mereka jika diperdengarkan secara bersamaan dalam sebuah harmonisasi dari keserasian masing-masing burung dapat mengenal jenisnya sendiri.

Bagi pecinta burung ocehan ataupun khusus burung murai batu sangat menghibur bila terciptanya suasana dari menyatunya berbagai suara murai batu untuk melihat keelokan suara yang dikaruniakan Tuhan bagi ke setiap makhluknya, terutama murai batu yang begitu menawan dari suaranya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/ciri-dan-karakter-burung-murai-batu.html

Wednesday, May 8, 2013

Perlunya Melestarikan Burung Murai Batu

Burung Murai Batu adalah burung hias yang berbeda dari burung-burung biasanya. Keunikan burung ini tidak diragukan lagi mulai dari bentuk tubuhnya, alunan suaranya, dan caranya beradaptasi kepada manusia yang cukup mudah. Jenisnya pun beragam, untuk murai batu saja mempunyai jenis yang mencapai enam jenis, yakni Murai Batu Borneo (Kalimantan), Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Murai Batu Lahat, Murai Batu Nias, Murai Batu Medan. Begitu juga dengan jenis burung yang lain mencapai ribuan jenisnya. Dari banyaknya jenis murai batu yang mencapai enam jenis, tidaklah semuanya mendapat cerita yang manis-manis saja. Timbulnya kelangkaan terhadap jumlah mereka yang menipis di lingkungan liar baik di hutan maupun di pegunungan salah satunya ialah rusaknya ekosistemnya. Maraknya illegal logging penyebab pasti burung murai dari jenis-jenis ini dapat saja menghilang wujudnya yang hanya menyisakan sejarah di samping ada penyebab lain seperti perburuan liar karena menggiurkannya harga yang terbilang mahal untuk satuan ekornya.

Untuk burung murai batu yang sering beredar di pasaran sangatlah banyak dari pada di habitat aslinya yakni di hutan, ketidakseimbangan ini jika dibiarkan akan merusak lajur ekosistem yang sudah terjadi di hutan. Mulai langkanya keberadaan di hutan menjadikan beberapa jenis murai batu memilih bermigrasi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk tetap bisa bertahan hidup dari gangguan tangan jahil. Dari sini diperlukannya uluran tangan dari pecinta burung maupun pecinta lingkungan untuk dapat menstabilkan kelangsungan hidup spesies ini.

Bersama dengan membuat sebuah penangkaran bagi burung murai batu dapat sebenarnya menyelamatkan kepunahan mereka dari rusaknya habitat mereka. Dari hadirnya penangkaran untuk menampung dan menghidupkan pelestarian mereka akan segera menambah populasi mereka sesuai yang diharapkan di samping hanya menjadi hewan yang diperlombakan tanpa bisa mengembangbiakkan mereka. Memang ini sangat sulit, mengingat harga tiap ekornya rata-rata di atas satu jutaan menggiurkan untuk memperdagangkannya di pasar-pasar.

Peran Peternak

Di samping cara di atas dengan melalui swadaya untuk membuka penangkaran bagi pengembang biakan burung murai batu, selain itu peran peternak pun menjadi penting dalam tetap pelestarian burung murai batu. Hadirnya peternak sebenarnya dapat mengembangbiakkan burung murai daripada memburu mereka di hutan, dengan sistem ternak akan menambah tingkat populasi burung murai dari kepiawaian sang peternak. Keberhasilan dari menernak burung murai, sangat menguntungkan sejatinya karena mulai dari yang masih kecil hingga dewasa dapat untuk diperjualbelikan. Kelangsungan yang seimbang ini di samping hanya diperjualbelikan oleh peternak dapat juga membebaskan beberapa dari mereka ke habitat aslinya supaya menghadirkan keaslian hutan akan makhluk huniannya.

Karena bersama peran dari manusia adalah menjaga keseimbangan lingkungan makhluk hidup untuk dapat saling menikmati dari tetap adanya burung murai batu yang merdu suaranya mengalun di tengah hutan dan dapat menjadi burung kebanggaan nasional dari keeksotisannya.

Oleh : Satria Dwi Saputro

Tuesday, May 7, 2013

Keunggulan Murai Batu



Tuhan menciptakan semua makhluknya mempunyai kelebihan dan kekurangan, masing-masing makhluk pasti menyadari itu akan kelebihan dan kekurangannya. Berbicara itu, burung yang tercipta dengan capaian jenis sekitar 1598 jenis yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu ribuan jenis tersebut ialah burung murai. Burung murai pun terbagi lagi mencapai beberapa jenis yakni Murai Batu Medan, Murai Aceh, Murai Batu Nias, Murai Jambi, Murai Batu Lampung, Murai Banjar (Borneo), Murai Palangka (Borneo), Dan Larwo (Murai Jawa).

Sembari dari pada itu, banyaknya jenis-jenis burung. Tidaklah disini dijelaskan satu persatu kelebihan atau ciri-ciri mereka semuanya tetapi di sini hanya akan dijelaskan mengenai kelebihan murai batu. Secara umum seperti disebutkan, bahwa burung murai batu saja mempunyai jenis sekitar delapan jenis yang kesemuanya tersebar di seluruh belahan pulau Indonesia. Keunikan burung ini sering menjadi binatang peliharaan oleh segelintir orang yang memiliki suara merdu dengan kicau yang menawan. Dan di samping itu menurut beberapa orang yang sudah mengetahui keunikan burung ini bahwa murai batu salah satu hewan yang mudah jinak dengan manusia. Inilah salah satu keunggulan yang dimiliki murai batu dari jenis burung-burung sekelasnya.

Dengan postur tubuh yang terbilang kecil dan ekor yang panjang menguntai serta menawannya tampilannya sungguh perlu diperhitungkan sebagai binatang peliharaan yang menanti suaranya melantun di waktu pagi bersua adalah satu kelebihan lagi bagi murung murai. Terselip juga untuk diketahui bahwa dari sekian ribu jenis burung ada, murai batu salah satunya yang selain sekedar hanya menjadi binatang peliharaan di teras rumah tetapi sering murai batu ikut diperlombakan dalam event-event perlombaan burung yang mementingkan suara. Kelentingan suara yang merdu dengan perawatan yang baik menjadikan sering event-event yang pesertanya burung murai batu akan semarak dan hidup dengan penampilan yang mungkin tidak mengecewakan.

Harga yang tidak murah, ialah menjadikan keeksotisan burung ini patut diperhitungkan oleh semua orang. Banyak orang selain hobi sekedar memelihara juga mengikutkan dalam event burung murai, ada juga yang menernakkannya karena nilai ekonomi yang menguntungkan dari menjamurnya pencinta burung murai. Menarik sekali bahwa keunggulannya menjadi produktivitas bagi manusia untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.

Dengan melepas sedikit dari burung-burung murai yang dipelihara oleh manusia bahwa burung-burung murai merupakan hewan hutan yang hidup dan beraktivitas di beberapa tempat yakni di kawasan pesisir yang burungnya cenderung mudah beradaptasi dengan manusia dan ukuran yang tidak terlalu besar, dan juga di kawasan pegunungan yang burungnya sedikit lebih liar dan postur badan yang besar dari burung-burung murai biasanya, serta di kawasan air terjun atau ngarai yang mempunyai kekhasan dari suaranya yang begitu menderu dan mendesir. Adalah itu keunggulan khas dari murai batu yang berbeda dari burung-burung yang lain untuk dapat diketahui semua orang.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber :
1. http://lucuunik-aneh.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-burung-murai-batu-foto.html.
2. http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/ciri-dan-karakter-burung-murai-batu.html

Wednesday, May 1, 2013

MURAI BATU YANG PENCEMBURU - 1

Dari jaman kuda gigit besi sampai jaman kuda besi, hobi sebagian masyarakat untuk memelihara binatang piaraan tidak pernah mengalami surut malah bisa dikatakan selalu pasang. Ada berbagai macam hobi memelihara binatang yang dilakukan oleh masyarakat dari mulai binatang yang imut imut dan menggemaskan sampai binatang buas yang jika tidak hati hati bisa jadi senjata makan tuan atau minimal menggigit pemiliknya, karena member makan atau ceroboh. Karena bagaimanapun binatang tersebut telah dijinakkan namun sifat alami yang liar bisa saja muncul suatu ketika. Dari sekian banyak binatang peliharaan yang penggemarnya terus bertambah adalah jenis burung ocehan.

Banyak sebab dan alasan bagi seseorang untuk memelihara burung ocehan, ada yang karena memang warisan (bapak nya penjual burung ), biar di sayang atasan (kebetulan bos nya gemar burung ocehan) atau memang karena betul betul hobi. Namun apapun alasannya, semua pasti setuju dan sepakat tanpa harus melalui musyawarah apalagi pemungutan suara, bahwa suara burung ocehan di pagi hari dapat memberikan ketentraman dan kedamaian, di samping keindahan bagi para pencintanya. Nah, di negara indonesia yang memiliki hutan hujan tropis dari wilayah Sumatra memiliki salah satu jenis burung ocehan yang sedang naik daun (sebenarnya naik pohon atau ranting tepatnya) dan digemari oleh para hobiis burung ocehan yaitu murai batu.

Burung murai batu memiliki ciri badan hitam, kecuali di bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Di bagian kepala ada sedikit warna biru namun untuk murai yang berasal dari Kalimantan memiliki garis putih memanjang dari kepala hingga ekornya. Ekor burung murai cukup panjang antara 15 hingga 20 sentimeter dimana ekor tersebut akan tegak ketika sang murai merasa kaget atau pun sedang berkicau memamerkan suaranya yang merdu mendayu dayu. Di pulau Sumatra ada beberapa jenis murai batu yaitu : murai batu binjai, murai batu medan, murai batu Bengkulu dan murai batu Lampung. Malah untuk jenis murai batu Lampung ada yang berjenis super dengan ekor panjang dan agak melengkung. Selain di wilayah Sumatra ada jenis murai dari pulau Kalimantan namun jenis murai Kalimantan tersebut jarang dijadikan burung peliharaan karena suaranya tidak terlalu bagus, namun memiliki badan yang bongsor jika dibandingkan dengan jenis murai yang berasal dari pulau Sumatra.

Dari semua jenis murai batu yang berasal dari pulau Sumatra, murai batu asal Lampung dimana burung murai Lampung paling mudah di dapat selain itu juga harganya relatif terjangkau. Ada dua jenis murai batu Lampung yang di buru oleh para penggemar burung ocehan yaitu murai batu Lampung dan murai batu super. Perbedaan yang paling mencolok dari kedua jenis burung tersebut adalah dari panjang ekor yang dimiliki, dimana murai batu Lampung super memiliki ekor yang lebih panjang dan agak melengkung. Para hobiis biasanya membuat sangkar yang lebih besar agar tidak merusak dari ekor murai batu ketika beraktifitas. Saking populernya hingga banyak yang mencari, membuka peluang usaha bagi para hobiis yang sekaligus menjadi pembudidaya murai batu asal Lampung. Dagangan mereka laris manis seperti kacang goreng meskipun untuk satu ekor burung murai batu Lampung bakalan dibandrol dengan harga 750.000 rupiah hingga 1.000.000 rupiah. Namun jangan di tanya untuk burung yang mempunyai suara ngerol tembak dan sudah jadi juara harganya bisa bikin senewen dan semaput, dan bisa bisa di musuhi orang serumah karena harganya mencapai ratusan juta rupiah atau sama dengan mobil keluaran terbaru (kalo beli engga kompromi dulu apalagi sampai mengganggu anggaran belanja dapur). Begitupun dengan murai batu asal medan, menjadi pilihan bagi hobiis yang memang sudah sangat kesengsem sama burung berekor panjang dan kaki berbentuk belimbing. Selain harga bakalan burung tersebut lebih mahal di banding dengan murai batu Lampung, dimana untuk burung bakalan murai batu medan dilego dengan harga 1.000.000 rupiah hingga 1.500.000 rupiah. Sedangkan yang sudah menapaki tangga juara harganya langsung melambung tinggi di angkasa seperti harga sembako jelang bulan Ramadhan dan lebaran. Konon katanya untuk murai batu yang sudah dua kali menjadi juara harganya sama dengan sebuah mobil Mercedes bens keluaran tahun 2012. Namun hingga saat ini belum banyak hobiis yang berani mencoba mengembang biakan murai batu medan.

OLEH : DENNY SURYADHARMA

Tuesday, April 23, 2013

Tips Memilih Bakalan Burung Ocehan

Burung ocehan yang ada di pasaran beraneka jenis dan habitatnya……
Maka dari itu kita diharuskan dapat membedakan jenis burung, baik local maupun asing khususnya bagi mereka yang hobis dengan burung maupun yang masih awam akan pengetahuan sekilas burung.

Sebelum memilih burung ocehan sangat di anjurkan untuk mengenali jenis burung yang akan di pelihara, yaitu dengan mengetahui di mana habitat burung itu sendiri, apa makanannya, bagaimana keindahan bulunya serta apa jenis kelaminnya dan masih banyak lagi tentunya ciri dari pada burung ocehan.

Untuk jenis burung bakalan liar, lebih memiliki vocal suara yang banyak dari pada jenis bakalan hasil penangkaran. Berikut adalah ciri-ciri burung di lihat dari bentuk fisiknya, kelamin dan makanannya :

A. Burung Kacer;

Jenis kacer jantan
  • memiliki panjang tubuh ± 20cm,
  • memiliki warna hitam biru mengkilap di kepala dada dan punggung, bulu sayap
  • hitam dengan kombinasi putih di bagian sayap
  • Jenis makanan serangga, cacing sawah, sedikt buah dan voer

Jenis Kacer Betina;
  • Panjang tubuh lebih pendek dari pada burung jantan
  • Kombinasi warna dan letaknya sama
  • Warna bulu Betina terlihat kusam (Tidak mengkilap)
  • Jenis makanan serangga, cacing sawah, sedikt buah dan voer


B. Burung Murai Batu

Ciri ciri Burung murai Batu;

Ada 2 kelompok Murai yang banyak di minati pemiara burung yaitu ;
“murai Lampung dan murai Medan”
Perbedaan dari keduanya hanya terletak pada ekornya yang panjang untuk murai medan dan ekor pendek untuk Murai Lampung

Jenis Murai Jantan;
  • panjang tubuh ± 18 cm
  • panjang ekor bisa sampai 20 cm
  • Bulu di punggung, dada, kepala berwarna hitam berkilau
  • Bagian bawah dada dan badan berwarna coklat ke merahan
  • Bagian punggung mendekati ekor biasanya berwarna putih
  • Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer


Jenis Murai Betina;
  • anjang tubuh lebih pendek dari pada si jantan
  • warna bulu pada bagian atas dan bawah dada cokelat buram
  • Jenis makanan serangga, kroto, cacing dan ulet serta voer


Cara Melatih Burung ( Murai Batu )

Ada beberapa tahapan untuk membuat murai batu cepat berkicau yaitu dengan beberapa cara ;

A. Dengan cara menjinakannya

Tempatkan burung di lokasi yang agak ramai, buat gantungan burung tidak terlalu tinggi agar cepat beradaptasi. Namun ada beberapa hal yang perlu di hindari antara lain;

  • Jangan memaksakan murai batu masuk ke tempat mandi
  • jangan menyiram/menyemprotkan murai yang tidak mau mandi
  • Jangan mengganti makanan dan minuman selagi murai masih ada di dalam sangkar
  • Jangan mengejutkan murai dengan suara yang keras karena akan membuat burung ini stress.
  • Tidak mendekatkan burung piaraan lain sebelum burung murai tersebut di pastikan jinak.


B. Melatih Mental Burung

Perawatan dan latihan yang intensif akan mempengaruhi sekali perkembanagn vocal burung, melalui cd mastering sangat membantu sekali si burung tersebut mengadopsi vocal yang sangat kombinasi sehingga kelak burung akan memiliki banyak variasi suara.

Selain itu dengan membiasakan burung berpindah dari lokasi gantungannya ke tempat lain akan membuat burung mudah adaptasi dengan lokasi burung sebab dengan perpindahan lokasi tersebut maka akan mengurangi tingkat stress burung ketika akan di bawa ke medan perlombaan.

Biasakan makanan di berikan langsung dengan tangan, karena cara ini di percaya mampu menjinakan burung dengan pemiliknya di barengi dengan pemberian makanan hidup seperti ulat hongkong, kroto, jangkrik atau cacing dll. Setelah di beri makanan alami, kemudian biasakan sangkar di goyang-goyang perlahan-lahan setiap kali dan berulang kali sambil bersiul-siul.

Selamat Mencoba

Oleh : Muhammad Riyadi

http://seputar-infoburung.blogspot.com/2010/08/tips-memilih-bakalan-burung-ocehan.html