Showing posts with label medan. Show all posts
Showing posts with label medan. Show all posts

Thursday, June 27, 2013

Murai Batu Impor vs Murai Batu Lokal

Indonesia memang terkenal dengan keanekaragamannya. Tak hanya dalam bidang etnis, suku, dan budaya, terlagi keanekaragaman tumbuhan dan satwa-satwa liar yang dimiliki. Bayangkan, di Indonesia untuk satu jenis spesies saja itu sudah terdapat beberapa spesies lain yang masih satu keturunan dari spesies yang sama. Maka tidaklah salah, keanekaragaman itu menjadikan negara Indonesia sebagai salah satu negara terunik di dunia. Keanekaragaman yang ada di Indonesia itu juga terdapat pada burung kicauan jenis Murai Batu. Macam-macam Murai Batu Indonesia (lokal) memang beragam jenisnya. Di Indonesia sendiri ada 8 jenis Murai Batu yang berbeda. Adapun ke-delapan Murai Batu tersebut terdiri dari :

  • Murai Batu Medan
  • Murai Batu Aceh
  • Murai Batu Jambi
  • Murai Batu Lampung
  • Murai Batu Palangka (Kalimantan)
  • Murai Batu Banjar (Kalimantan)
  • Murai Batu Jawa (Larwo)

Nampaklah bahwa ketenaran burung Murai Batu juga disebabkan karena beragamnya jenis ini di alam liar. Tidak hanya di Indonesia, spesies burung kicauan jenis Murai Batu juga ditemukan di negara-negara lain. Namun dari beberapa negara itu hanya Indonesia-lah dengan keanekaragaman jenis Murai Batu terbanyak. Untuk jenis Murai Batu Impor (luar) sendiri terdapat beberapa jenis yang familiar di pasaran yaitu :

  • Murai Batu Thailand
  • Murai Batu Malaysia
  • Murai Batu Filipina

Jika ditanya mengenai perbandingannya? Murai Batu lokal mempunyai ciri khasnya masing-masing, begitu juga dengan Murai Batu Impor. Namun secara umum penulis melihat perbedaan yang cukup mencolok jika disandingkan antara Murai Batu lokal dengan Murai Batu Impor. Sejatinya, Murai Batu lokal cenderung memiliki kemampuan kicauan suara yang sangat baik, jenis Murai Batu lokal sangat cocok untuk diikutsertakan dalam event lomba karena kemungkinan kemenangan akan burung Murai Batu lokal sangat tinggi ketimbang mengikut sertakan Murai Batu Impor. Contohnya saja Murai Batu Medan, jenis Murai Batu lokal yang satu ini sudah menjadi langganan juara setiap perlombaan burung kicauan.


Gambar :Murai Batu Medan

Kicauan suara Murai Batu Impor tidak menjadi ukuran kelebihan burung kicauan ini, tetapi dari segi fisik keindahan tubuh Murai Batu Impor banyak menarik perhatian penghobi. Variasi warna bulu yang tajam, bentuk tubuh yang indah,terdapat pada Murai Batu Impor sehingga menjadikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan burung kicauan hias.Salah satu Murai Batu Impor yang memiliki keindahan bentuk tubuh adalah Murai Batu Thailand. Coba anda perhatikan gambar Murai Batu Thailand di bawah ini.


Gambar :Murai Batu Thailand

Sangat indah bukan? Tetapi jika dilihat dari segi kicauannya tetap saja jenis burung Batu Murai lokal yang mengungguli, khususnya pada Murai Batu Medan.

Kesimpulannya, Murai Batu lokal dan Murai Batu Impor mempunyai kelebihan masing-masing. Murai Batu lokal terletak pada kicauannya sedangkan Murai Batu Impor terletak pada keindahan bentuk tubuhnya. Walaupun begitu, bukan berarti Murai Batu lokal memiliki bentuk tubuh yang jelek, atau dengan Murai Batu Impor memiliki suara kicauan yang fals, bukan seperti itu. Masing-masing Murai Batu jenis apapun tetap mempunyai kelebihan kedua faktor itu (kicauan dan keindahan tubuh) hanya saja setiap jenis Murai Batu Impor ataupun Lokal memiliki kecenderungan akan kelebihan salah satunya.

Oleh : Roma Doni
Sumber photo : Google.com

Tuesday, May 21, 2013

Menyimak Tentang Murai Batu Medan



Jika ditanya jenis murai batu apa yang sering memenangi kontes maka jawabnya ialah murai batu medan. Jika pun ada menanyakan burung ocehan jenis apa yang paling banyak dipelihara oleh pecinta burung ocehan maka juga jawabnya ialah murai batu medan. Begitu menakjubkannya burung ini dari sejarah yang menuliskan tentang kepopulerannya sudah dimulai dari tahun 1990-an dan merajai pemenangan hampir seluruh kontes yang diikutinya dalam festival-festival kejuaraan burung ocehan sehingga dari itu kegemaran untuk memiliki burung ini semakin marak oleh pecinta burung ocehan. Dan burung ini menjadi ibarat raja dari burung-burung murai batu lainnya yang juga terkenal dari suara yang variatif dan murai batu medan mempunyai tarian ekor yang indah.

Murai batu medan sebenarnya bukan berasal dari Kota Medan, namun karena banyaknya burung-burung murai batu yang dari pesisir pantai dan hutan sumatera di bagian utara diperdagangkan di Medan menjadi julukan tersendiri bagi murai batu medan. Keunikan burung ini menjadi salah satu pembeda dari murai batu jenis lain yang di luar sumatera bagian utara ialah ekornya yang panjang dan berwarna bercak-bercak putih pada bulunya di bagian pangkal ekor hingga pangkal paha kaki yang mendekati pangkal ekornya. Serta brand catatan bagi murai batu medan ialah ekor panjang yang melengkung.

Dicatat ada beberapa ciri-ciri fisik yang menjadi keunikan burung murai batu medan dari murai batu lainnya ialah diantaranya:

  • Bentuk badan yang besar dari murai batu lainnya dan menunjukkan keproporsionalannya sehingga menimbulkan sikap atletis
  • Warna hitam di bulunya terlihat legam dan mengkilat namun melirik pada kepalanya campuran warna hitam dipadu dengan warna biru yang bersemburan menghasilkan paduan warna yang cantik.
  • Pada kakinya berwarna hitam kemerahan jika waktu masih muda dan jikalau sudah tua sisik kemerahan itu akan hilang dan menonjolkan warna hitam.
  • Bagi murai batu medan memiliki intonasi suara yang lebih jelas
  • Bulu ekornya jauh lebih panjang dibandingkan burung murai batu lainnya sekitar 22 – 28 cm
  • Bulu ekor agak melengkung dan semakin ke ujung ekor melebar membelah
  • Kejinakan yang dimiliki sangat cepat dari pada murai batu pada umumnya
  • Variasi kicauan terus-menerus tanpa putus hingga akhir dan juga kicauan-kicauannya dapat diulang ke intonasi yang sama pula.

Menakjubkan kesan yang timbul dari kebagusan murai batu medan yang dimilikinya dalam pembeda identitas dari murai batu pada umumnya dari beberapa jenis yang ada. Namun, perambahan hutan yang memprihatinkan dengan tidak melihat makhluk di dalamnya ikut juga burung ini terseret pusara kelangkaan ditambah pemburuan yang berlebihan di alam liar karena tergiur pendapatan yang mahal dari murai batu medan yang sudah tidak lagi diragukan keunggulannya. Bicara harga pun murai batu medan mempunyai nominal fantastis dari penawaran para pencinta burung kicau, dalam kisaran harga 750 ribu rupiah sampai 1 juta dihargai bagi burung murai batu medan yang masih anakan sedangkan untuk murai batu yang sudah bisa bunyi maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Menarik memang dari burung murai batu medan sehingga menjadi ladang bisnis di peternak burung ocehan untuk memperdagangkan burung ini kepada pecinta burung dari prospek keunggulan yang ditunjukkan di perlombaan burung ocehan.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://muraikicau.blogspot.com/2012/11/ciri-ciri-murai-batu-medan-lampung-dan.html
http://omkicau.com/2010/05/09/murai-batu-medan-ada-enggak-sih/#more-14851
google.com/image

Wednesday, May 1, 2013

MURAI BATU YANG PENCEMBURU - 1

Dari jaman kuda gigit besi sampai jaman kuda besi, hobi sebagian masyarakat untuk memelihara binatang piaraan tidak pernah mengalami surut malah bisa dikatakan selalu pasang. Ada berbagai macam hobi memelihara binatang yang dilakukan oleh masyarakat dari mulai binatang yang imut imut dan menggemaskan sampai binatang buas yang jika tidak hati hati bisa jadi senjata makan tuan atau minimal menggigit pemiliknya, karena member makan atau ceroboh. Karena bagaimanapun binatang tersebut telah dijinakkan namun sifat alami yang liar bisa saja muncul suatu ketika. Dari sekian banyak binatang peliharaan yang penggemarnya terus bertambah adalah jenis burung ocehan.

Banyak sebab dan alasan bagi seseorang untuk memelihara burung ocehan, ada yang karena memang warisan (bapak nya penjual burung ), biar di sayang atasan (kebetulan bos nya gemar burung ocehan) atau memang karena betul betul hobi. Namun apapun alasannya, semua pasti setuju dan sepakat tanpa harus melalui musyawarah apalagi pemungutan suara, bahwa suara burung ocehan di pagi hari dapat memberikan ketentraman dan kedamaian, di samping keindahan bagi para pencintanya. Nah, di negara indonesia yang memiliki hutan hujan tropis dari wilayah Sumatra memiliki salah satu jenis burung ocehan yang sedang naik daun (sebenarnya naik pohon atau ranting tepatnya) dan digemari oleh para hobiis burung ocehan yaitu murai batu.

Burung murai batu memiliki ciri badan hitam, kecuali di bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Di bagian kepala ada sedikit warna biru namun untuk murai yang berasal dari Kalimantan memiliki garis putih memanjang dari kepala hingga ekornya. Ekor burung murai cukup panjang antara 15 hingga 20 sentimeter dimana ekor tersebut akan tegak ketika sang murai merasa kaget atau pun sedang berkicau memamerkan suaranya yang merdu mendayu dayu. Di pulau Sumatra ada beberapa jenis murai batu yaitu : murai batu binjai, murai batu medan, murai batu Bengkulu dan murai batu Lampung. Malah untuk jenis murai batu Lampung ada yang berjenis super dengan ekor panjang dan agak melengkung. Selain di wilayah Sumatra ada jenis murai dari pulau Kalimantan namun jenis murai Kalimantan tersebut jarang dijadikan burung peliharaan karena suaranya tidak terlalu bagus, namun memiliki badan yang bongsor jika dibandingkan dengan jenis murai yang berasal dari pulau Sumatra.

Dari semua jenis murai batu yang berasal dari pulau Sumatra, murai batu asal Lampung dimana burung murai Lampung paling mudah di dapat selain itu juga harganya relatif terjangkau. Ada dua jenis murai batu Lampung yang di buru oleh para penggemar burung ocehan yaitu murai batu Lampung dan murai batu super. Perbedaan yang paling mencolok dari kedua jenis burung tersebut adalah dari panjang ekor yang dimiliki, dimana murai batu Lampung super memiliki ekor yang lebih panjang dan agak melengkung. Para hobiis biasanya membuat sangkar yang lebih besar agar tidak merusak dari ekor murai batu ketika beraktifitas. Saking populernya hingga banyak yang mencari, membuka peluang usaha bagi para hobiis yang sekaligus menjadi pembudidaya murai batu asal Lampung. Dagangan mereka laris manis seperti kacang goreng meskipun untuk satu ekor burung murai batu Lampung bakalan dibandrol dengan harga 750.000 rupiah hingga 1.000.000 rupiah. Namun jangan di tanya untuk burung yang mempunyai suara ngerol tembak dan sudah jadi juara harganya bisa bikin senewen dan semaput, dan bisa bisa di musuhi orang serumah karena harganya mencapai ratusan juta rupiah atau sama dengan mobil keluaran terbaru (kalo beli engga kompromi dulu apalagi sampai mengganggu anggaran belanja dapur). Begitupun dengan murai batu asal medan, menjadi pilihan bagi hobiis yang memang sudah sangat kesengsem sama burung berekor panjang dan kaki berbentuk belimbing. Selain harga bakalan burung tersebut lebih mahal di banding dengan murai batu Lampung, dimana untuk burung bakalan murai batu medan dilego dengan harga 1.000.000 rupiah hingga 1.500.000 rupiah. Sedangkan yang sudah menapaki tangga juara harganya langsung melambung tinggi di angkasa seperti harga sembako jelang bulan Ramadhan dan lebaran. Konon katanya untuk murai batu yang sudah dua kali menjadi juara harganya sama dengan sebuah mobil Mercedes bens keluaran tahun 2012. Namun hingga saat ini belum banyak hobiis yang berani mencoba mengembang biakan murai batu medan.

OLEH : DENNY SURYADHARMA