Showing posts with label harga. Show all posts
Showing posts with label harga. Show all posts

Friday, August 30, 2013

Keuntungan Memelihara Murai Batu Trotol



Istilah trotol dipakai pada Murai Batu anakan dengan taksiran umur di bawah 5 bulan yang sedang menuju masa mabung atau pergantian bulu guna menjadi Murai Batu remaja. Pada masa ini, kondisi Murai Batu trotol sudah mulai sempurna, bulu-bulu sudah tumbuh keseluruhan tapi warna bulu belum mengkilap, mampu nangkring dengan kokoh, dan mulai mencoba mematuk pakan sendiri ketika disodorkan oleh si pemilik. Jika anda salah satu pecinta murai batu dan mempunyai banyak waktu luang untuk merawat burung kicauan favorit anda ini, cobalah untuk memelihara murai batu di masa trotolnya. Perlu anda ketahui, saat ini banyak penghobi burung kicauan mencari Murai Batu trotol untuk dimasterkan. Salah satu alasannya sudah jelas, dilihat dari harganya Murai Batu trotol lebih murah daripada Murai Batu dewasa yang sudah gacor sehingga budget yang anda keluarkan tidak terlalu besar.

Karena banyaknya permintaan, mendapatkan Murai Batu trotol juga tidaklah mudah. Beberapa penangkaran Murai Batu ada yang sampai menggunakan nomor antrian kepada pemesan akibat stok Murai Batu trotol yang tidak selalu ada. Sebagian penangkaran malahan ada yang tidak mau menjual Murai Batu trotol karena harga jualnya yang murah, mereka lebih memilih untuk meneruskan penangkaran sampai Murai Batu menjadi dewasa dan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Kisaran harga Murai Batu trotol saat ini yaitu 1 juta – 2 juta rupiah dengan umur 2-3 bulan. Bagi orang awam, mungkin harga sedemikian sudah cukup mahal dalam mendapatkan burung kicauan, tapi bagi penghobi untuk sejenis burung kicauan Murai Batu, harga sedemikian belum ada apa-apanya dibanding nanti ketika Murai Batu sudah dewasa, gacor dan apalagi dapat memenangkan event-event lomba.

Kembali kepada keuntungan memelihara Murai Batu di masa trotol yaitu selain pada harga belinya yang masih terjangkau, masa trotol adalah masa di mana Murai Batu sangat mudah beradaptasi, mudah jinak, dan mudah untuk dimasterkan. Dari segi umur yang masih anakan, membuat Murai Batu trotol tidak gampang stres, isian suara kicauannya juga masih standar burung kicauan, jadi anda bisa menyesuaikan dengan suara masteran yang anda mau, pada keadaan ini Murai Batu trotol akan sangat mudah untuk dibimbing si pemilik ke arah yang diinginkannya. Nah, hal itulah yang banyak dimanfaatkan penghobi dalam menciptakan ciri khas Murai Batu masteran mereka, kebanyakan Murai batu yang sering memenangkan lomba adalah Murai Batu yang sudah memang dirawat dari trotol dan dilatih sampai Murai Batu dewasa, baik Murai Batu trotol yang dihasilkan dari tangkaran ataupun Murai Batu trotol yang didapat dari hutan.

Tapi yang perlu diingat, membeli Murai Batu trotol itu artinya anda harus mempunyai ketekunan yang lebih dalam melakukan perawatannya. Itulah kenapa, ketersediaan waktu luang anda sangatlah penting. Jangan sampai anda gagal merawat Murai Batu trotol mencapai masa kedewasaannya akibat kematian yang melanda. Bagaimanapun juga kondisi tubuh Murai Batu trotol tentu masih sangat rentan dan belum stabil. Beda dengan membeli Murai Batu dewasa yang mungkin kita hanya akan meneruskan perawatan sebelumnya dengan kondisi Murai Batu yang juga sudah oke. Oleh sebab itu, perlunya ketekunan anda merawat Murai Batu trotol akan membuka pintu keberhasilan Murai Batu tersebut ketika dewasa.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, July 31, 2013

Tips Saat Membeli Murai Batu



Setiap orang pasti menginginkan barang yang bagus, berkualitas, dengan harga yang sesuai ketika membeli apapun itu. Sama halnya ketika anda membeli Murai Batu, pasti anda mengharapkan Murai Batu yang anda beli adalah Murai Batu yang handal, memiliki kicauan merdu dan bisa menjadi juara saat mengikuti perlombaan. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui apa-apa saja yang harus diperhatikan saat membeli Murai Batu, sehingga banyak juga yang merasa tertipu, kecewa, ketika Murai Batu yang dibeli menampakkan sifat aslinya entah itu kondisi tubuh yang tidak baik, kecacatan fisik, tidak gacor dan segala macamnya. Tingginya harga Murai Batu di pasaran juga menjadi faktor pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui para pembeli. Dengan berbagai cara dilakukan agar pembeli tertarik dan membeli Murai Batu yang dijual dengan harga tinggi. Berdasarkan hal itu, artikel kali ini akan memaparkan point-point penting apa saja yang harus anda perhatikan di saat ingin membeli Murai Batu, agar anda mendapatkan Murai Batu berkualitas baik :

  • Lihat, bagian ekor Murai Batu
    Tak jarang kejadian Murai Batu yang dijual memiliki ekor tiruan. Bisa jadi Murai Batu yang dijual tersebut memiliki ukuran ekor yang pendek, bisa karena rusak atau rontok namun untuk tetap menarik minat pembeli, ekor yang pendek tersebut disambung ‘lem’ dengan ekor panjang. Jika tidak teliti bisa saja anda akan mengalami hal itu, nah sebagai antisipasi ketika membeli sentuh dan periksalah bagian ekornya, untuk memastikan apakah ekor Murai Batu tersebut benar-benar asli atau tidak.

  • Periksa, bagian Mulutnya
    Segala cara dilakukan pemburu dalam mendapatkan Murai Batu liar, salah satunya dengan cara ‘pancingan’ yaitu penjebakan Murai Batu dengan pemberian umpan yang ditaruh pada alat pancing. Murai Batu yang memakan umpan tersebut akan terkena pancing pada bagian lidahnya dan tak dapat berbuat apa-apa. Nah, penangkapan dengan cara ini sangat membahayakan bagi Murai Batu, selain membuat Murai Batu sulit untuk makan, juga menyulitkan dalam hal berkicau. Bagi anda yang ingin membeli Murai Batu jangan mau membeli Murai Batu hasil ‘pancingan’ meskipun dijual dengan harga murah, sebab masa bertahan hidupnya biasanya tidak bertahan lama. Cara mengetahui Murai Batu hasil ‘Pancingan’ adalah dengan melihat di bagian lidah dan tenggorokannya jika terdapat luka berdarah atau goresan maka Murai Batu tersebut didapat dari hasil ‘Pancingan’.

  • Cek kondisi kesehatannya
    Belilah Murai Batu yang dalam kondisi sehat. Perhatikan tingkah lakunya dalam sangkar sebelum anda membeli apakah gerak-geriknya menunjukkan kesehatan fisiknya atau tidak. Murai Batu yang sehat juga tidak akan berdiam saja dalam sangkar, jika anda masih ragu pegang Murai Batu tersebut untuk anda pastikan suhu tubuhnya, apabila menunjukkan suhu yang panas sebaiknya untuk saat itu anda tahan dulu niat membeli, atau pilih Murai Batu lainnya yang memiliki suhu tubuh yang normal. Jangan membeli burung Murai Batu yang sakit, sekalipun menderita gejala sakit ringan karena itu juga tetap beresiko, apabila jika anda belum terlalu paham dalam hal merawatnya.

  • Perhatikan gerak-gerik Penjual jika berada di dekat andaDirasa perlu untuk melakukan hal ini, karena penjual ada juga yang suka mengelabui pembeli dengan mengeluarkan semacam ‘bersiul’suara kicauan, seakan-akan Murai Batu yang anda lihatlah yang mengeluarkan kicauan tersebut padahal suara kicauan itu berasal dari dirinya.

Banyak cara di luar sana yang dilakukan pihak-pihak tertentu dalam memperoleh keuntungan sepihak. Pastinya ada sebagai pembeli juga tidak menginginkan adanya kerugian-kerugian yang anda terima dari barang yang anda beli, baik itu Murai Batu. Ketelitian dalam membeli merupakan faktor terpenting untuk menghindari dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Mudah-mudahan artikel di atas bisa membantu anda mendapatkan burung Murai Batu yang anda inginkan. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://blog-muraibatu.blogspot.com/2013/02/waspada-pada-saat-akan-membeli-murai.html
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, July 24, 2013

Fenomena Kelangkaan Populasi Murai Batu



Tingkat kelangkaan Murai Batu di Indonesia sudah memasuki keadaan kritis, kepunahan menjadi gambaran ke depan jika keadaan ini tidak segera ditanggulangi. Kawasan daerah penyebaran populasi burung Murai Batu seperti : Kalimantan, Sumatera, Lampung, Jawa, Bangka Belitung sudah menunjukkan pengurangan populasi yang sangat signifikan. Bahkan untuk di pulau bangka sendiri jenis murai batu hampir sudah tidak tampak lagi di alam liar, jikapun ada itu di daerah pedalaman yang terpencil jauh dari jangkauan manusia.

Kelangkaan yang terjadi menjadikan kenaikan harga burung Murai Batu tidak tanggung-tanggung melonjak naik. Beberapa penjual Murai Batu banyak yang menerima Murai Batu hasil tangkapan liar hutan dengan harga sampai jutaan, walaupun kondisi burung masih belum stabil. Itu dikarenakan apabila nanti Murai Batu tangkapan liar tersebut sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dan suara kicauan sudah terlatih maka harganya bisa mencapai puluhan jutaan rupiah. Untuk memastikan hal itu anda dapat mengamati di beberapa toko online yang menjual Murai Batu seperti toko bagus, berniaga dan lainnya, pasti Murai Batu yang dijual harganya rata-rata kisaran di atas satu juta. Banyak faktor memang yang penyebab kelangkaan Murai Batu tersebut :

  • Perburuan Liar

    Keeksotisan karisma yang dimiliki Murai Batu menjadi alasan tingginya perburuan terhadap burung jenis ini di alam liar, perburuan dilakukan tidak hanya terhadap Murai Batu dewasa tetapi anakan murai batu yang masih dalam sangkar juga menjadi sasaran. Jumlah Murai Batu di alam liar yang sedikit membuat perkembangbiakan burung jenis ini menjadi sangat lambat.

  • Perdagangan Ilegal

    (http://aceh.tribunnews.com/2013/02/03/600-murai-gagal-diselundupkan) merupakan bukti yang real perdagangan ilegal di Indonesia masih tinggi, meskipun Murai Batu termasuk ke dalam satwa yang dilindungi undang-undang namun ketidakpedulian banyak pihak menyebabkan perdagangan Ilegal terhadap burung Murai Batu kerap kali terjadi.

  • Rusaknya Ekosistem Hutan

    Penebangan liar, pembakaran Hutan, serta pengalihfungsian hutan menjadi pemukiman penduduk menjadikan ekosistem tempat tinggal bagi Murai batu dan hewan lainnya menjadi terancam. Tidak tersedianya tempat yang aman mengakibatkan daerah populasi Murai Batu sulit diketahui keberadaannya.

  • Kurangnya pelestarian

    Segala macam faktor penyebab kelangkaan Murai Batu faktanya tidak diiringi dengan keseimbangan langkah untuk menanggulanginya. Penangkaran-penangkaran Murai Batu untuk setiap Provinsi di Indonesia rasanya bisa dihitung jari, tidaklah heran apabila kelangkaanpun menyerang jenis Murai Batu.

Kelangkaan yang terjadi merupakan keadaan yang tidak baik apabila tidak segera diambil langkah-langkah konkret untuk mengatasinya. Salah satu langkah konkret yang dapat kita lakukan adalah dengan terus menjaga kelestarian Murai Batu di alam liar agar tetap berkembang biak dengan baik. Adanya peraturan pemerintah terhadap satwa liar yang dilindungi termasuk Murai Batu sudah sepatutnya kita dukung dengan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang membawa Murai Batu ke dalam kelangkaan. Semoga ke depan Murai Batu bisa terus lestari dan tetap terjaga untuk meramaikan jenis burung kicauan di Indonesia.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Tuesday, July 9, 2013

Murai Batu Si Burung Mewah



Murai Batu siapa yang tidak kenal dengan burung yang terkenal dari kicauannya yang sangat indah, di samping itu penyebarannya yang ada dari Sumatera hingga kalimantan ini begitu punya ceritanya sendiri untuk dikuak. Kemewahannya ialah menjadi pembicaraan dalam artikel ini yang memang burung murai batu adalah jenis burung yang dicari oleh pecinta burung serta diperdagangkan dengan harga yang tidak murah tentunya.

Dari ragamnya Murai batu yang tersebar di Indonesia terdapat sekitar enam jenis di antaranya: Murai Batu Jambi, Murai Batu Borneo, Murai Batu Medan, Murai Batu Jawa atau Larwo, Murai Batu Nias, dan Murai Batu Aceh. Ke semua dari ragam jenis murai batu tersebut adalah berharga mahal. Banyaknya penangkaran di banyak daerah untuk memperdagangkan burung murai batu tidaklah lahir tanpa sebab melainkan karena banyaknya permintaan terhadap murai batu dengan harga yang mahal pula.

Mengingat kisaran harga untuk setiap murai batu yang sudah matang bertarung atau cagor mampu ditaksir dengan harga tiga jutaan, lebih dari itu bagi murai batu yang menang dalam event lomba burung bisa mempunyai harga mencapai puluhan juta. Ini bukanlah mustahil mengingat perawatan murai batu tidaklah mudah dan penuh dengan ekstra keras dalam melatih suaranya agar dapat berkicau dengan variasi yang banyak.

Bagi pecinta burung ocehan yang memilih burung murai batu tidaklah sembarangan dalam menilik bakalannya, perlu keahlian serius dalam menentukan jenis bakalan murai batu seperti apa yang mempunyai mental kuat, suara bagus dan postur tubuh yang sesuai. Menjadikan dari semua itu membawa murai batu tempatnya di hati orang-orang untuk merawatnya dan melatihnya menjadi burung petarung yang handal dalam memenangi banyak kejuaraan burung ocehan.

Tak kalah hebat dalam kemewahan event bagi murai batu, ialah dibukanya kelas khusus untuk memperlombakan murai batu dengan hadiah juga yang tidak sedikit. Dari perlombaan ini para murai batu dari berbagai jenis di Nusantara mampu menunjukkan kemegahan suaranya yang variasi serta mental yang kuat untuk membuat takut murai batu yang lain.

Dari jenis spesies yang tergolong dalam kelompok Turdidae ialah burung yang mempunyai suara yang indah, tidaklah ada diantara jenis-jenis murai batu yang disebutkan tadi yang memiliki suara yang jelek. Ini dapat dilihat dari eloknya badannya yang mempunyai bulu hitam dibalut warna merah serta suara yang mendesir mengikuti alunan suara air terjun.

Menawan pula dari perawatannya baik untuk ditangkarkan maupun melatihnya menjadi burung cagor tidaklah sembarangan. Perlu kesabaran ialah kuncinya, mengingat dalam penangkaran terutama dalam prosesi perkawinan murai batu adalah burung progresif kepada lawan jenisnya sehingga jikalau tidak hati-hati dapat membunuh lawan jenisnya. Di samping itu dalam menjinakkan murai batu liar juga perlu langkah yang sama yakni kesabaran, prosesi penjinakan yang dilakukan mulai dari melakukan perubahan adaptasi untuk tidak membuatnya stres, memilih jenis makanan yang sesuai sehingga tidak mengurangi nafsu makannya serta mampu mengkondisikan kandang untuk kenyamanannya ialah menunjukkan akan kemewahan murai batu. Dari pelatihan suaranya untuk banyak variasi, pemiliknya perlu mendengarkan suara burung ocehan kepada murai batu ataupun mengajak murai batu yang sudah memiliki isian suara untuk didekatkan dengan burung ocehan lainnya.

Adalah yang demikian itu menjadi bukti murai batu adalah si burung yang mewah dengan eksotisme suaranya, gaya geraknya dalam bertarung, perawatannya, penangkarannya, serta melatih suaranya. Menjadi poin bagi pecinta burung ocehan untuk tak salah memilih murai batu sebagai burung ocehan yang layak dengan kemewahan yang dimilikinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Gambar: google.com

Murai Batu Ekor Hitam, Spesies Murai Batu Aceh

Jenis Murai Batu yang ditemui di Aceh memiliki tipe yang seragam dengan tipe Murai Batu yang ditemukan di beberapa wilayah sekitarnya. Seperti Nias, Kepulauan Mentawai dan hampir semua pulau-pulau kecil yang ada di pantai barat Pulau Sumatera. Salah satu spesies Murai Batu yang bisa ditemukan di Aceh khususnya di daerah Pulau Simeulue yaitu Murai Batu ekor hitam.

Murai Batu ekor hitam memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Secara fisik memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan murai batu yang memiliki ekor putih.
  2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, sehingga lebih mudah untuk dipelihara.
  3. Murai Batu ekor hitam lebih cepat pandai berkicau dibanding Murai Ekor putih. Hanya saja kualitas kicauannya selalu berada di bawah Murai ekor putih.
  4. Ukuran ekor bervariasi dari pendek hingga sedang. Berdasarkan ukuran panjang ekornya, Murai Batu ekor hitam dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
    • Pertama: Murai Batu yang memiliki ekor pendek (10-12 cm)
    • Kedua: Murai Batu yang memiliki ekor ukuran sedang (14-16 cm).

Kemampuan berkicau Murai ekor hitam memang tidak sebagus Murai Batu ekor putih. Sehingga jenis Murai Batu jenis ini kalah dominan oleh Murai Batu ekor putih di berbagai ajang kontes burung berkicau. Hal ini menyebabkan harga jual burung Murai Batu ekor hitam cenderung lebih murah dari pada Murai Batu ekor hitam.

Secara umum, harga burung berkicau di pasaran sangat ditentukan oleh dua faktor, yaitu:

Pertama: kualitas

Meliputi kualitas suara, bentuk paruh, hingga warna bulunya. Kualitas suara serta kemampuan berkicau menjadi faktor penting dalam menilai kualitas burung berkicau seperti Murai Batu ini. Nah, Murai Batu ekor hitam seperti sudah disebutkan pada penjelasan karakteristiknya di atas pada umumnya memiliki kualitas suara atau kicauan yang jauh lebih inferior dibanding Murai Batu ekor putih.

Kedua: tingkat kepuasan konsumen

Tingkat kepuasan konsumen terhadap burung berkicau sangat mempengaruhi harga jenis burung tersebut di pasaran. Karena, kicaumania tidak segan-segan mempromosikan kelebihan jenis burung berkicau yang dipeliharanya kepada kicaumania lainnya. Sehingga, kelebihan jenis burung tersebut cepat populer dan diminati oleh kicaumania. Hal ini dengan sendirinya menaikkan harga jenis burung berkicau tersebut.

Namun demikian, terlepas dari fakta bahwa Murai Batu ekor hitam memiliki kualitas suara kicauan yang lebih inferior dari pada Murai Batu ekor putih, namun akhir-akhir ini permintaan Murai batu di pasaran terus meningkat. Selain karena unggul di sisi harga yang cenderung lebih murah,peningkatan permintaan Murai Batu di pasaran disebabkan oleh semakin sulitnya mendapatkan Murai Batu putih. Baik di alam maupun di penangkar. Sehingga Murai batu ekor hitam kemudian menjadi alternatif pilihan bagi para hobiis.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://muraibatuaceh,blogspot.com

Friday, May 17, 2013

Pengaruh Jenis Kelamin pada Burung Murai Batu



Dalam dunia perburungan, dua hal utama yang menjadi rujukan penghobis burung saat memilih burung kicauan adalah bulu yang indah serta kemampuannya mengeluarkan suara (gecor) burung yang tinggi dan bervariasi. Untuk melihat dua hal utama ini ada pada seekor burung, kita juga harus mampu membedakan jenis kelaminnya. Karena apa? ternyata jenis kelamin pada seekor burung membawa pengaruh kualitas suara (gecor) dan banyaknya variasi suara yang dapat dimainkan pada burung tersebut, terutama pada burung Murai Batu. Murai batu ini merupakan jenis burung yang cerdas, burung tersebut mampu menirukan hampir semua kicauan burung-burung lain yang ada disekitarnya. Tapi perlu anda ketahui rata-rata burung Murai Batu yang dapat melakukan semua itu adalah yang berjenis kelamin jantan. Sedangkan untuk Murai Batu betina kicauannya itu sedikit kecil dan terdengar monoton (itu-itu saja). Makanya di pasaran sendiri harga Murai Batu jantan biasanya akan lebih mahal daripada Murai Batu yang betina.

Sebelum anda membeli burung Murai Batu, tetapkan terlebih dahulu tujuan anda membeli burung ini untuk apa? apakah untuk mengikuti kontes perlombaan burung? Atau ingin melakukan perkembangbiakan burung tersebut? Dengan ditetapkan tujuan seperti itu anda tentunya bisa memilih jenis kelamin burung Murai Batu seperti apa yang harus anda beli. Jangan sampai tertipu dan salah kaprah. Kebanyakan penghobis burung yang tidak mengerti, mereka akan menyerahkan segala sesuatunya kepada penjual, padahal bisa saja penjual itu menjual murai batu betina dengan harga yang tinggi sementara tujuan anda membeli burung tersebut untuk dikutsertakan dalam sebuah kontes. Atau ketika anda membeli untuk dikembangbiakkan eh malah yang dapat Murai Batu yang jantan, sehingga burung tersebut tidak bertelur-bertelur (yaiyalah).

Nah, untuk menghindari hal-hal seperti itu anda harus mengetahui bagaimana ciri-ciri burung Murai Batu berjenis kelamin jantan dan bagaimana pula ciri-ciri yang berjenis kelamin betina. Selain dapat diketahui dari kegacoran dan variasi suara burung tersebut, membedakan jenis kelamin dilihat dari segi fisik burung Murai Batu juga dapat dilakukan. Karena jika diperhatikan dengan seksama akan terdapat perbedaan antara Murai Batu jantan dengan Murai batu yang betina. Untuk lebih jelasnya berikut tabel ciri-ciri perbedaannya dari segi fisik burung :

FisikCiri-ciri perbedaan burung Murai Batu dilihat dari segi fisik
Kelamin JantanKelamin Betina
Bentuk TubuhLebih besarKecil
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Bentuk ParuhPanjang, tebal dan kokohTipis, melengkung dan agak pendek
Warna buluPada bulu dada berwarna coklat pekat. Pada bulu hitamnya lebih pekat dan berkilauBulu dada berwarna cokelat muda. Bulu hitam pada tubuh agak pucat, kusam, mengarah keabu-abuan
Bentuk KakiPanjang, berukuran lebih kecil dikelilingi sisik sedikit lebih kasarPendek, berukuran sedang dikelilingi sisik yang agak halus
Bentuk EkorPanjang dan lebarPendek dan kecil

Tabel di atas dapat menjadi referensi anda ketika ingin membeli burung Murai Batu. Agar tujuan anda sesuai dengan burung pilihan yang anda beli. Jangan terkecoh harga murah tapi yang anda dapatkan kualitas burung yang murahan juga, kalau bisa beli dengan harga terjangkau tetapi kualitas patut dipertimbangkan. Harga tinggi juga belum tentu kualitas prima, jika anda sendiri tidak mengerti ciri-ciri burung yang berkualitas itu bagaimana. Sebagai pembeli yang baik anda juga dituntut untuk sedikit banyak tau mengenai apa yang anda beli. Karena pembeli yang baik itu adalah pembeli yang mengerti apa yang mau dia beli. Sepertinya sampai sini dulu artikel kali ini, saya ucapkan terima kasih dan semoga bermanfaat :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://www.zonaburung.com/2013/02/tips-membedakan-jenis-kelamin-burung-murai-batu.html
Sumber Photo : Google.com

Wednesday, May 1, 2013

MURAI BATU YANG PENCEMBURU - 1

Dari jaman kuda gigit besi sampai jaman kuda besi, hobi sebagian masyarakat untuk memelihara binatang piaraan tidak pernah mengalami surut malah bisa dikatakan selalu pasang. Ada berbagai macam hobi memelihara binatang yang dilakukan oleh masyarakat dari mulai binatang yang imut imut dan menggemaskan sampai binatang buas yang jika tidak hati hati bisa jadi senjata makan tuan atau minimal menggigit pemiliknya, karena member makan atau ceroboh. Karena bagaimanapun binatang tersebut telah dijinakkan namun sifat alami yang liar bisa saja muncul suatu ketika. Dari sekian banyak binatang peliharaan yang penggemarnya terus bertambah adalah jenis burung ocehan.

Banyak sebab dan alasan bagi seseorang untuk memelihara burung ocehan, ada yang karena memang warisan (bapak nya penjual burung ), biar di sayang atasan (kebetulan bos nya gemar burung ocehan) atau memang karena betul betul hobi. Namun apapun alasannya, semua pasti setuju dan sepakat tanpa harus melalui musyawarah apalagi pemungutan suara, bahwa suara burung ocehan di pagi hari dapat memberikan ketentraman dan kedamaian, di samping keindahan bagi para pencintanya. Nah, di negara indonesia yang memiliki hutan hujan tropis dari wilayah Sumatra memiliki salah satu jenis burung ocehan yang sedang naik daun (sebenarnya naik pohon atau ranting tepatnya) dan digemari oleh para hobiis burung ocehan yaitu murai batu.

Burung murai batu memiliki ciri badan hitam, kecuali di bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Di bagian kepala ada sedikit warna biru namun untuk murai yang berasal dari Kalimantan memiliki garis putih memanjang dari kepala hingga ekornya. Ekor burung murai cukup panjang antara 15 hingga 20 sentimeter dimana ekor tersebut akan tegak ketika sang murai merasa kaget atau pun sedang berkicau memamerkan suaranya yang merdu mendayu dayu. Di pulau Sumatra ada beberapa jenis murai batu yaitu : murai batu binjai, murai batu medan, murai batu Bengkulu dan murai batu Lampung. Malah untuk jenis murai batu Lampung ada yang berjenis super dengan ekor panjang dan agak melengkung. Selain di wilayah Sumatra ada jenis murai dari pulau Kalimantan namun jenis murai Kalimantan tersebut jarang dijadikan burung peliharaan karena suaranya tidak terlalu bagus, namun memiliki badan yang bongsor jika dibandingkan dengan jenis murai yang berasal dari pulau Sumatra.

Dari semua jenis murai batu yang berasal dari pulau Sumatra, murai batu asal Lampung dimana burung murai Lampung paling mudah di dapat selain itu juga harganya relatif terjangkau. Ada dua jenis murai batu Lampung yang di buru oleh para penggemar burung ocehan yaitu murai batu Lampung dan murai batu super. Perbedaan yang paling mencolok dari kedua jenis burung tersebut adalah dari panjang ekor yang dimiliki, dimana murai batu Lampung super memiliki ekor yang lebih panjang dan agak melengkung. Para hobiis biasanya membuat sangkar yang lebih besar agar tidak merusak dari ekor murai batu ketika beraktifitas. Saking populernya hingga banyak yang mencari, membuka peluang usaha bagi para hobiis yang sekaligus menjadi pembudidaya murai batu asal Lampung. Dagangan mereka laris manis seperti kacang goreng meskipun untuk satu ekor burung murai batu Lampung bakalan dibandrol dengan harga 750.000 rupiah hingga 1.000.000 rupiah. Namun jangan di tanya untuk burung yang mempunyai suara ngerol tembak dan sudah jadi juara harganya bisa bikin senewen dan semaput, dan bisa bisa di musuhi orang serumah karena harganya mencapai ratusan juta rupiah atau sama dengan mobil keluaran terbaru (kalo beli engga kompromi dulu apalagi sampai mengganggu anggaran belanja dapur). Begitupun dengan murai batu asal medan, menjadi pilihan bagi hobiis yang memang sudah sangat kesengsem sama burung berekor panjang dan kaki berbentuk belimbing. Selain harga bakalan burung tersebut lebih mahal di banding dengan murai batu Lampung, dimana untuk burung bakalan murai batu medan dilego dengan harga 1.000.000 rupiah hingga 1.500.000 rupiah. Sedangkan yang sudah menapaki tangga juara harganya langsung melambung tinggi di angkasa seperti harga sembako jelang bulan Ramadhan dan lebaran. Konon katanya untuk murai batu yang sudah dua kali menjadi juara harganya sama dengan sebuah mobil Mercedes bens keluaran tahun 2012. Namun hingga saat ini belum banyak hobiis yang berani mencoba mengembang biakan murai batu medan.

OLEH : DENNY SURYADHARMA