Showing posts with label pecinta. Show all posts
Showing posts with label pecinta. Show all posts

Tuesday, July 9, 2013

Murai Batu Si Burung Mewah



Murai Batu siapa yang tidak kenal dengan burung yang terkenal dari kicauannya yang sangat indah, di samping itu penyebarannya yang ada dari Sumatera hingga kalimantan ini begitu punya ceritanya sendiri untuk dikuak. Kemewahannya ialah menjadi pembicaraan dalam artikel ini yang memang burung murai batu adalah jenis burung yang dicari oleh pecinta burung serta diperdagangkan dengan harga yang tidak murah tentunya.

Dari ragamnya Murai batu yang tersebar di Indonesia terdapat sekitar enam jenis di antaranya: Murai Batu Jambi, Murai Batu Borneo, Murai Batu Medan, Murai Batu Jawa atau Larwo, Murai Batu Nias, dan Murai Batu Aceh. Ke semua dari ragam jenis murai batu tersebut adalah berharga mahal. Banyaknya penangkaran di banyak daerah untuk memperdagangkan burung murai batu tidaklah lahir tanpa sebab melainkan karena banyaknya permintaan terhadap murai batu dengan harga yang mahal pula.

Mengingat kisaran harga untuk setiap murai batu yang sudah matang bertarung atau cagor mampu ditaksir dengan harga tiga jutaan, lebih dari itu bagi murai batu yang menang dalam event lomba burung bisa mempunyai harga mencapai puluhan juta. Ini bukanlah mustahil mengingat perawatan murai batu tidaklah mudah dan penuh dengan ekstra keras dalam melatih suaranya agar dapat berkicau dengan variasi yang banyak.

Bagi pecinta burung ocehan yang memilih burung murai batu tidaklah sembarangan dalam menilik bakalannya, perlu keahlian serius dalam menentukan jenis bakalan murai batu seperti apa yang mempunyai mental kuat, suara bagus dan postur tubuh yang sesuai. Menjadikan dari semua itu membawa murai batu tempatnya di hati orang-orang untuk merawatnya dan melatihnya menjadi burung petarung yang handal dalam memenangi banyak kejuaraan burung ocehan.

Tak kalah hebat dalam kemewahan event bagi murai batu, ialah dibukanya kelas khusus untuk memperlombakan murai batu dengan hadiah juga yang tidak sedikit. Dari perlombaan ini para murai batu dari berbagai jenis di Nusantara mampu menunjukkan kemegahan suaranya yang variasi serta mental yang kuat untuk membuat takut murai batu yang lain.

Dari jenis spesies yang tergolong dalam kelompok Turdidae ialah burung yang mempunyai suara yang indah, tidaklah ada diantara jenis-jenis murai batu yang disebutkan tadi yang memiliki suara yang jelek. Ini dapat dilihat dari eloknya badannya yang mempunyai bulu hitam dibalut warna merah serta suara yang mendesir mengikuti alunan suara air terjun.

Menawan pula dari perawatannya baik untuk ditangkarkan maupun melatihnya menjadi burung cagor tidaklah sembarangan. Perlu kesabaran ialah kuncinya, mengingat dalam penangkaran terutama dalam prosesi perkawinan murai batu adalah burung progresif kepada lawan jenisnya sehingga jikalau tidak hati-hati dapat membunuh lawan jenisnya. Di samping itu dalam menjinakkan murai batu liar juga perlu langkah yang sama yakni kesabaran, prosesi penjinakan yang dilakukan mulai dari melakukan perubahan adaptasi untuk tidak membuatnya stres, memilih jenis makanan yang sesuai sehingga tidak mengurangi nafsu makannya serta mampu mengkondisikan kandang untuk kenyamanannya ialah menunjukkan akan kemewahan murai batu. Dari pelatihan suaranya untuk banyak variasi, pemiliknya perlu mendengarkan suara burung ocehan kepada murai batu ataupun mengajak murai batu yang sudah memiliki isian suara untuk didekatkan dengan burung ocehan lainnya.

Adalah yang demikian itu menjadi bukti murai batu adalah si burung yang mewah dengan eksotisme suaranya, gaya geraknya dalam bertarung, perawatannya, penangkarannya, serta melatih suaranya. Menjadi poin bagi pecinta burung ocehan untuk tak salah memilih murai batu sebagai burung ocehan yang layak dengan kemewahan yang dimilikinya.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Gambar: google.com

Tuesday, May 21, 2013

Menyimak Tentang Murai Batu Medan



Jika ditanya jenis murai batu apa yang sering memenangi kontes maka jawabnya ialah murai batu medan. Jika pun ada menanyakan burung ocehan jenis apa yang paling banyak dipelihara oleh pecinta burung ocehan maka juga jawabnya ialah murai batu medan. Begitu menakjubkannya burung ini dari sejarah yang menuliskan tentang kepopulerannya sudah dimulai dari tahun 1990-an dan merajai pemenangan hampir seluruh kontes yang diikutinya dalam festival-festival kejuaraan burung ocehan sehingga dari itu kegemaran untuk memiliki burung ini semakin marak oleh pecinta burung ocehan. Dan burung ini menjadi ibarat raja dari burung-burung murai batu lainnya yang juga terkenal dari suara yang variatif dan murai batu medan mempunyai tarian ekor yang indah.

Murai batu medan sebenarnya bukan berasal dari Kota Medan, namun karena banyaknya burung-burung murai batu yang dari pesisir pantai dan hutan sumatera di bagian utara diperdagangkan di Medan menjadi julukan tersendiri bagi murai batu medan. Keunikan burung ini menjadi salah satu pembeda dari murai batu jenis lain yang di luar sumatera bagian utara ialah ekornya yang panjang dan berwarna bercak-bercak putih pada bulunya di bagian pangkal ekor hingga pangkal paha kaki yang mendekati pangkal ekornya. Serta brand catatan bagi murai batu medan ialah ekor panjang yang melengkung.

Dicatat ada beberapa ciri-ciri fisik yang menjadi keunikan burung murai batu medan dari murai batu lainnya ialah diantaranya:

  • Bentuk badan yang besar dari murai batu lainnya dan menunjukkan keproporsionalannya sehingga menimbulkan sikap atletis
  • Warna hitam di bulunya terlihat legam dan mengkilat namun melirik pada kepalanya campuran warna hitam dipadu dengan warna biru yang bersemburan menghasilkan paduan warna yang cantik.
  • Pada kakinya berwarna hitam kemerahan jika waktu masih muda dan jikalau sudah tua sisik kemerahan itu akan hilang dan menonjolkan warna hitam.
  • Bagi murai batu medan memiliki intonasi suara yang lebih jelas
  • Bulu ekornya jauh lebih panjang dibandingkan burung murai batu lainnya sekitar 22 – 28 cm
  • Bulu ekor agak melengkung dan semakin ke ujung ekor melebar membelah
  • Kejinakan yang dimiliki sangat cepat dari pada murai batu pada umumnya
  • Variasi kicauan terus-menerus tanpa putus hingga akhir dan juga kicauan-kicauannya dapat diulang ke intonasi yang sama pula.

Menakjubkan kesan yang timbul dari kebagusan murai batu medan yang dimilikinya dalam pembeda identitas dari murai batu pada umumnya dari beberapa jenis yang ada. Namun, perambahan hutan yang memprihatinkan dengan tidak melihat makhluk di dalamnya ikut juga burung ini terseret pusara kelangkaan ditambah pemburuan yang berlebihan di alam liar karena tergiur pendapatan yang mahal dari murai batu medan yang sudah tidak lagi diragukan keunggulannya. Bicara harga pun murai batu medan mempunyai nominal fantastis dari penawaran para pencinta burung kicau, dalam kisaran harga 750 ribu rupiah sampai 1 juta dihargai bagi burung murai batu medan yang masih anakan sedangkan untuk murai batu yang sudah bisa bunyi maka harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Menarik memang dari burung murai batu medan sehingga menjadi ladang bisnis di peternak burung ocehan untuk memperdagangkan burung ini kepada pecinta burung dari prospek keunggulan yang ditunjukkan di perlombaan burung ocehan.

Oleh : Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://muraikicau.blogspot.com/2012/11/ciri-ciri-murai-batu-medan-lampung-dan.html
http://omkicau.com/2010/05/09/murai-batu-medan-ada-enggak-sih/#more-14851
google.com/image

Tuesday, May 14, 2013

Mengenal Pakan Murai Batu (1)

Memelihara dan menangkar Murai Batu tentunya tidak akan pernah lepas dari kebutuhan pakan. Ya, sebelum Anda memutuskan untuk memelihara Murai Batu baik untuk koleksi atau pun untuk lomba, terlebih dahulu Anda wajib tahu apa pakan terbaik untuk burung tersebut? Nah, pada tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya akan dibahas beberapa jenis pakan yang disarankan untuk Murai Batu.

Kroto

Apa yang dimaksud dengan kroto? Kroto adalah nama yang diberikan oleh orang Jawa Barat untuk menyebut campuran larva dan pupa Semut Pengayam Asia atau semut rangrang. Kroto sangat populer di kalangan pecinta burung dan nelayan, karena pakan ini sering digunakan sebagai pakan ikan dan burung ocehan.

Para pecinta burung memilih kroto sebagai pakan burung ocehannya karena pakan ini dikenal kaya akan protein dan vitamin penting. Kandungan protein kroto basah bisa mencapai 47,80%. Kroto juga dipercaya dapat memperindah suara dan meningkatkan keterampilan burung untuk berkicau. Hal ini sangat menjadi perhatian bagi pecinta burung untuk mempersiapkan Murai Batu mengikuti kompetisi burung berkicau.

Ok, selanjutnya Anda tentu ingin mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan kroto bukan? Jika Anda tinggal di daerah pedesaan mungkin Anda masih bisa menemukan sarang-sarang semut rangrang yang menjadi sumber primer kroto. Semut rangrang biasanya senang membuat sarang di pepohonan khususnya pohon buah-buahan seperti nangka, mangga, rambutan, jambu dan sejenisnya. Selain itu, kroto saat ini juga sudah banyak dijual di pasar-pasar dan toko-toko yang menyediakan pakan burung.

Sebagai info tambahan, Anda juga perlu mengenal jenis-jenis kroto. Secara umum kroto dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Kroto basah

    Kroto basah yaitu campuran larva dan pupa semut rangrang yang masih baru, segar dan memiliki kadar air yang cukup tinggi. Kroto jenis ini mudah busuk dan umur simpannya sangat pendek yaitu satu hari atau kurang. Diantara jenis kroto yang lain, kroto basah merupakan jenis kroto yang paling disenangi oleh Murai Batu dan memiliki kandungan gizi terbaik. Untuk memperpanjang umur simpan kroto, sebaiknya kroto disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dengan kertas agar air terserap oleh kertas tersebut.

  • Kroto halus

    Kroto halus yaitu berupa semut-semut pekerja yang berukuran kecil-kecil dan besar. Kroto jenis ini merupakan kroto yang paling tidak disukai oleh burung.

  • Kroto kasar

    Kroto kasar yaitu induk semut ratu dan semut jantan. Daya simpan pakan jenis ini bisa mencapai satu minggu.

  • Kroto kacang

    Kroto kacang merupakan campuran ketiga jenis kroto di atas, yaitu kroto basah, kroto halus, kroto kasar dan bisa juga ditambahkan dengan voer, dedak, kacang, jagung dan lain-lain. Namun, kroto jenis ini dikenal memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Dari segi penyimpanan, kroto jenis ini tahan hingga satu minggu.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
http://www.blueboard.com/kerengga/perdagangan/cesard.htm
http://www.indobird.com/article/article_detail.asp?cat=4&id=88
http://omkicau.com/2013/03/06/semua-murai-batu-pm22-tasikmalaya-mampu-dialihkan-dari-kroto-ke-telur-rebus/#more-63741

Wednesday, May 8, 2013

Perlunya Melestarikan Burung Murai Batu

Burung Murai Batu adalah burung hias yang berbeda dari burung-burung biasanya. Keunikan burung ini tidak diragukan lagi mulai dari bentuk tubuhnya, alunan suaranya, dan caranya beradaptasi kepada manusia yang cukup mudah. Jenisnya pun beragam, untuk murai batu saja mempunyai jenis yang mencapai enam jenis, yakni Murai Batu Borneo (Kalimantan), Murai Batu Aceh, Murai Batu Lampung, Murai Batu Lahat, Murai Batu Nias, Murai Batu Medan. Begitu juga dengan jenis burung yang lain mencapai ribuan jenisnya. Dari banyaknya jenis murai batu yang mencapai enam jenis, tidaklah semuanya mendapat cerita yang manis-manis saja. Timbulnya kelangkaan terhadap jumlah mereka yang menipis di lingkungan liar baik di hutan maupun di pegunungan salah satunya ialah rusaknya ekosistemnya. Maraknya illegal logging penyebab pasti burung murai dari jenis-jenis ini dapat saja menghilang wujudnya yang hanya menyisakan sejarah di samping ada penyebab lain seperti perburuan liar karena menggiurkannya harga yang terbilang mahal untuk satuan ekornya.

Untuk burung murai batu yang sering beredar di pasaran sangatlah banyak dari pada di habitat aslinya yakni di hutan, ketidakseimbangan ini jika dibiarkan akan merusak lajur ekosistem yang sudah terjadi di hutan. Mulai langkanya keberadaan di hutan menjadikan beberapa jenis murai batu memilih bermigrasi dari satu tempat ke tempat yang lain untuk tetap bisa bertahan hidup dari gangguan tangan jahil. Dari sini diperlukannya uluran tangan dari pecinta burung maupun pecinta lingkungan untuk dapat menstabilkan kelangsungan hidup spesies ini.

Bersama dengan membuat sebuah penangkaran bagi burung murai batu dapat sebenarnya menyelamatkan kepunahan mereka dari rusaknya habitat mereka. Dari hadirnya penangkaran untuk menampung dan menghidupkan pelestarian mereka akan segera menambah populasi mereka sesuai yang diharapkan di samping hanya menjadi hewan yang diperlombakan tanpa bisa mengembangbiakkan mereka. Memang ini sangat sulit, mengingat harga tiap ekornya rata-rata di atas satu jutaan menggiurkan untuk memperdagangkannya di pasar-pasar.

Peran Peternak

Di samping cara di atas dengan melalui swadaya untuk membuka penangkaran bagi pengembang biakan burung murai batu, selain itu peran peternak pun menjadi penting dalam tetap pelestarian burung murai batu. Hadirnya peternak sebenarnya dapat mengembangbiakkan burung murai daripada memburu mereka di hutan, dengan sistem ternak akan menambah tingkat populasi burung murai dari kepiawaian sang peternak. Keberhasilan dari menernak burung murai, sangat menguntungkan sejatinya karena mulai dari yang masih kecil hingga dewasa dapat untuk diperjualbelikan. Kelangsungan yang seimbang ini di samping hanya diperjualbelikan oleh peternak dapat juga membebaskan beberapa dari mereka ke habitat aslinya supaya menghadirkan keaslian hutan akan makhluk huniannya.

Karena bersama peran dari manusia adalah menjaga keseimbangan lingkungan makhluk hidup untuk dapat saling menikmati dari tetap adanya burung murai batu yang merdu suaranya mengalun di tengah hutan dan dapat menjadi burung kebanggaan nasional dari keeksotisannya.

Oleh : Satria Dwi Saputro