Showing posts with label kicau. Show all posts
Showing posts with label kicau. Show all posts

Friday, May 24, 2013

Tips Merawat Murai Batu

Mungkin suatu ketika Anda tertarik untuk memelihara Murai Batu. Mengingat, jenis burung ocehan ini memiliki suara yang merdu dan bentuk fisik yang indah.

Perlu Anda ketahui, mendapatkan Murai Batu yang berkualitas memang tidak mudah. Akan tetapi merawat Murai Batu agar tumbuh sehat dan memiliki suara yang merdu jauh lebih sulit jika Anda belum mengetahui ilmunya. Mengingat Murai Batu ini termasuk jenis burung yang gampang-gampang susah dipelihara.

Nah, bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara burung Murai Batu mungkin beberapa tips berikut bisa diterapkan:

  1. Kenali lebih jauh tentang burung Murai Batu

    Sebagai pemula tentu pengetahuan dan pengalaman Anda terkait burung Murai Batu ini masih sangat minim dibandingkan mereka yang sudah aral melintang memelihara dan menangkar unggas ini. Oleh karena ini Anda perlu belajar lebih jauh tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan unggas ini. Cari informasi yang akurat dari berbagai media seperti buku, artikel dan yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada ahlinya. Anda bisa studi banding dengan cara mengunjungi penangkar Murai Batu yang sudah berpengalaman. Gali informasi sebanyak-banyaknya dari mereka yang lebih berpengalaman dalam hal ini. Kemudian sedikit demi sedikit coba terapkan dalam pemeliharaan Murai Batu Anda.

  2. Ketahui jenis pakannya

    Pakan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kualitas kesehatan tubuh dan keindahan suara murai batu. Karena itu ketahui jenis pakan Murai Batu yang disukai sekaligus bergizi tinggi.

  3. Tempatkan Murai Batu pada Tempat yang Tenang dan jauh dari kebisingan

    Murai Batu membutuhkan lingkungan hidup yang tenang jauh dari kebisingan. Lingkungan yang bising bisa menyebabkan Murai Batu stres dan enggan berkicau. Karena itu, pilihlah tempat yang tenang dan kondusif untuk pemeliharaan Murai Batu.

  4. Kenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang

    Anda juga perlu mengenali penyakit-penyakit yang potensial menyerang Murai Batu. Dengan mengenali jenis-jenis penyakit yang potensial menyerang Murai Batu, Anda bisa melakukan upaya pengendalian sedini mungkin. Sehingga Murai Batu dapat terhindar dari serangan penyakit yang lebih parah.

  5. Ketahui cara melatih kicauannya

    Murai Batu juga perlu dilatih agar rajin berkicau. Anda perlu mengenal teknik-teknik untuk melatih kicauan burung ini. Salah satu teknik yang disarankan adalah dengan memelihara burung kicauan lain untuk merangsang Murai Batu berkicau. Mendengar kicauan burung lain akan memancing Murai Batu ikut berkicau saling sahut menyahut. Demikian juga sebaliknya. Sebaliknya jika dipelihara sendiri Murai Batu akan kesepian dan enggan berkicau. Jika tidak memiliki burung lain, Anda bisa memanfaatkan suara rekaman kicauan burung untuk memancing Murai Batu berkicau. Namun metode ini tidak disarankan.

Nah, demikian beberapa tips sederhana memelihara dan merawat Murai Batu, semoga bermanfaat!

Oleh: Neti Suriana

Monday, May 20, 2013

Beberapa Mitos mengenai burung Murai Batu

Sebagian masyarakat di Indonesia yang masih berpegang teguh terhadap adat-istiadat dan tradisi nenek moyang kebanyakan percaya dengan adanya mitos. Pengaruh Mitos dalam kehidupan mereka cukup membawa andil dalam melakukan sesuatu. Sedikit tentang mitos, Mitos adalah sesuatu hal yang dipercayai serta dianggap menjadi suatu kebenaran sejak zaman dahulu, walau sifat kebenarannya hanya berlaku sepihak bagi mereka-mereka yang mempercayai dan meyakininya saja. Mitos-mitos yang ada juga masuk mengenai ke jenis burung kicauan yaitu burung Murai Batu. Ada anggapan dari zaman dahulu bahwa karakteristik ciri-ciri pada burung membawa arti sendiri bagi burung tersebut. Anggapan-anggapan mitos itu juga ternyata menjadi rujukan beberapa orang ketika membeli burung kicauan. Mungkin karena keeksotisan pada burung Murai Batu sehingga mitos-mitos yang ada berkembang pesat di masyarakat. Di bawah ini merupakan mitos-mitos yang ada mengenai burung Murai Batu :

  • Berkaki Hitam
    Burung Murai Batu yang memiliki kaki berwarna hitam dipercaya mempunyai jiwa mental tarung yang tinggi dan merupakan ciri burung sejati jenis ini.

  • Bertulang kaki besar
    Bahwa burung Murai tersebut tidak mudah mundur saat tempur, tidak menyerah. Tipikal pemberani.

  • Ekor bercabang
    Sifat burung payah diatur, sulit jinak. Untuk itu dibutuhkan kesabaran yang tinggi kepada pemilik burung dengan ciri Murai seperti ini.

  • Paruh tebal dan panjang
    Cenderung mengeluarkan suara-suara berdurasi pendek dan lambat tetapi dengan volume suara yang kuat (tinggi).

  • Paruh pendek dan tipis
    Kemampuan burung untuk rajin berkicau dengan suara-suara yang melengking di telinga. Cocok untuk mengisi kesunyian.

  • Paruh Celah
    Celah pada burung tersebut, dipercaya membuat burung mengeluarkan suara yang lebih besar sehingga akan terdengar mantap.

  • Kepala burung Murai berbentuk datar
    Karakter yang dimiliki tangguh dan siap untuk bertempur. Burung yang cocok untuk dibawakan dalam perlombaan karena tidak bermental takut jika bertemu lawan.

  • Mata burung Murai yang Melotot
    Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan. Tidak sulit dipelihara sebab jiwa burung yang bermental baik.

  • Bentuk leher tebal
    Kelebihan pada volume suara yang dikeluarkan tinggi dan lebih mendominasi dari segi suara jika dibandingkan pada jenis lainnya.

  • Murai Batu bertubuh besar, berekor panjang, bulu ekor agak tebal
    Jenis ini dianggap sebagai jenis Murai batu yang mudah lelah, kecapekan. Kurang gocer dalam berkicau, tidak cocok untuk diikutsertakan lomba kicauan. Namun untuk kemolekan tubuhnya sangat enak dilihat.

  • Memalingkan wajah saat bertemu lawan
    Kepercayaan bahwa burung tersebut bermental penakut, tidak siap tempur dan tidak beringas.

Nah, point-point di atas merupakan mitos-mitos yang berkembang di masyarakat mengenai burung Murai Batu. Walaupun artian-artian terhadap ciri-ciri burung Murai Batu di atas tidak dapat secara total dijadikan patokan dalam memilih burung Murai Batu yang berkualitas baik, karena itu semua hanya sebuah mitos, kebenaran yang bersifat keyakinan sebagian pihak saja. Penulis hanya menjabarkan segala mitos tentang Murai Batu yang terjadi, lebih untuk menambah pengetahuan bagi kita semua tidak hanya penghobis burung terlagi bagi para pembaca :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://kicauku.com/mitos-murai-batu

Tuesday, April 30, 2013

Murai Batu

Kicaumanaia atau komunitas pecinta burung berkicau semakin berkembang pesat dewasa ini. Termasuk di daerah Sumatera. Lomba-lomba burung berkicau semakin banyak ditemui. Baik dalam skala kecil atau pun skala besar.

Salah satu burung berkicau yang cukup populer di kalangan kicaumania di Pulau Sumatera adalah Murai Batu (MB). Murai Batu merupakan jagoannya burung berkicau di Sumatera. Salah satu jagoan burung berkicau murai batu yang cukup populer di Sumatera adalah Perwira, Murai Batu milik Jass SP dari Pangkalan Kerinci.

Nah, apakah Anda termasuk salah satu kicaumania yang tertarik mengoleksi Murai Batu? Atau Anda sudah mengoleksi murai batu namun sedikit kecewa dengan kualitas fisik dan kicauannya? Mungkin beberapa tips sederhana berikut ini bisa menjadi panduan atau referensi bagi Anda dalam memilih burung Murai Batu berkualitas baik:

Pertama: Ciri fisik

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam memilih Murai Batu adalah dengan mengamati ciri fisiknya. Berikut adalah ciri-ciri fisik Murai Batu yang berkualitas baik:
  • Mata
    Pastikan mata burung Murai Batu (MB) yang Anda pilih sehat, bebas dari adanya tanda-tanda terserang katarak. Karena, Murai Batu yang sudah terkena katarak berisiko tinggi mengalami kebutaan. Ciri-ciri mata Murai Batu yang terserang katarak yaitu terlihat adanya selaput berwarna putih pada bola mata.
  • Bentuk paruh
    Ciri-ciri paruh burung Murai Batu (MB) yang bagus yaitu berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Bentuk paruh bagian bawah harus lurus, hindari memilih Murai batu dengan paruh bengkok.
  • Bentuk kepala
    Bentuk kepala sangat menentukan kualitas dan mental tempur Murai Batu (MB). Ciri-ciri bentuk kepala Murai Batu yang berkualitas baik yaitu: berbentuk kotak dan memiliki mata bulat besar yang melotot tajam.
  • Leher
    Bentuk leher akan berpengaruh pada kualitas suara. Bentuk leher Murai Batu yang baik yaitu berbentuk panjang, padat dan berisi.
  • Postur badan
    Postur badan Murai Batu yang baik yaitu berpostur sedang dengan ukuran panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi.
  • Sayap
    Murai Batu yang sehat memiliki sayap yang mengepit rapat serta kaki yang mencengkeram kuat.
  • Bulu dada
    Menurut beberapa sumber, Murai Batu (MB) yang berkualitas baik umumnya memiliki bulu dada yang berwarna kekuningan. Namun, pada umumnya Murai Batu kebanyakan memiliki bulu dada berwarna kecoklatan.
  • Ekor
    Bentuk ekor yang baik yaitu lentur, rapat dan tidak terlalu tebal. Selain itu, ukuran ekor Murai Batu sebaiknya juga harus serasi dengan postur badan
  • Kaki
    Pilihlah Murai Batu yang memiliki kaki berwarna hitam. Konon, Murai Batu (MB) yang memiliki kaki berwarna hitam diketahui memiliki mental berani.

Kedua: Usia

Usia Murai Batu juga sangat penting untuk diketahui. Sebaiknya pilih Murai Batu yang masih berusia muda. Adapun tips untuk menilai usia Murai Batu dari tampilan fisiknya yaitu:
  • Perhatikan rongga mulutnya, Murai Batu yang masih berusia muda memiliki rongga mulut berwarna putih atau sedikit cerah.
  • Perhatikan juga warna atau corak bulunya. Murai Batu yang masih muda memiliki corak bulu berbintik coklat pada bagian sayap sebelah luar atau pun sayap sebelah dalam.

Ketiga: Tingkah laku

Murai Batu berkualitas baik ditandai oleh beberapa tingkah lakunya, yaitu:
  • Lincah, menandakan bahwa Murai Batu tersebut bermental baik.
  • Memiliki nafsu makan yang baik.
  • Jika dipegang Murai Batu yang aktif dan berani akan menjerit dan berusaha mematuk tangan orang yang memegangnya.

Oleh: Neti Suriana

Tuesday, April 23, 2013

Tips Merawat Murai Batu Bagi Pemula

Ketika pertama kali membeli Burung Murai yang harus diperhatikan adalah tempat tujuan bagaimana nantinya burung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru, mula mula burung jangan di pindahkan dulu dari sangkar yang lama untuk menghindari tingkat stres burung. Perlakuan tersebut penting dan perlu dilakukan karena apabila burung di tempatkan/dipindahkan ke kandang yang baru apalagi kalau kandang tersebut masih berbau cat atau vernis akan sangat mengganggu pernapasan burung itu sendiri, adapun yang harus diperhatikan di agar burung tetap berkicau meskipun di lingkungan yang baru adalah antara lain :

1. Penempatan Sangkar

Tempat sangkar sebaiknya terkena sinar matahari pagi, tapi juga terhindar dari terik siang hari dan sangkar tersebut juga jangan sampai terkena tempias air hujan. Penempatan sangkar antara burung jangan terlalu berdekatan, minimal 3m jarak kandang burung untuk menjaga mental burung karena mental burung murai tidak sama ada yang kuat mentalnya dan juga sebaliknya. Selain jarak kandang antara kedua burung murai, akan lebih baik lagi jika diantara keduanya ada burung jenis lain yang berkicau agar kicauan tersebut dapat ditiru oleh burung murai sebagai kombinasi kicauannya.

2. Nutrisi

Burung Murai juga membutuhkan nutrisi yang cocok karena jika dibandingkan burung pemakan biji bijian kebutuhan nutrisi burung murai lebih rumit, dan faktor terpenting lagi adalah kebersihan nya. Untuk pakan yang diberikan harus selalu segar, dan harus mengganti pakan rutin setiap hari dengan pakan yang baru serta membersihkan pakan yang berceceran di lantai kandang untuk mencegah bau busuk dll. Kemudian untuk menjaga kondisi tubuh secara maksimal, burung murai juga membutuhkan makanan yang bervariasi. Tujuannya untuk tercapainya keseimbangan antar protein, karbohidrat dan lemak, vitamin dan mineral. Murai juga membutuhkan vitamin seperti vitamin A (untuk menjaga kesehatan kulit dan pertumbuhan bulu), Vitamin B. (Untuk proses kerja sistem saraf pusat dan kebutuhan energi), vitamin C. (untuk melindungi murai dari penyakit kulit), dan vitamin D.( untuk membantu menjaga kesuburan reproduksi). Adapun beberapa jenis pakan burung yang sangat digemari murai antara lain adalah :

KROTO (telor semut)

Jenis makanan ini sangat digemari murai tetapi agak merepotkan bagi para hobiis karena harus menyajikan menu ini tiap hari harus tetap segar, bersih dan tidak bau(basi). Cara terbaik pemberian kroto yaitu dengan menyediakan dalam jumlah terbatas sebanyak 3 kali/hari. Murai yang diberi kroto secara teratur akan lebih rajin berkicau sehingga membuat mental murai lebih bagus dengan dapat berkicau lama tetapi juga tidak terlalu sering diberi makan kroto karena akan sulit berganti bulu meskipun sudah waktunya, daya tahan tubuh berkurang serta suara kicauannya agak pecah.

KUNING TELOR

Kuning telor rebus sebagai tambahan protein yang mengandung asam amino yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya Telor direbus dulu kemudian diletakkan di tempat makan burung yang terpisah dan pastikan selalu membuang sisa pakan telor yang tersisa.

Makanan pokok dan tambahan

Dengan memberikan menu makanan tambahan tidak lain yaitu untuk membantu para hobiis agar murai tidak ketergantungan kelak dengan jenis makanan monoton seperti kroto dan jangkrik serta telor saja melainkan makanan seperti pelet juga baik diberikan untuk burung agar supaya daya tahan tubuh lebih bagus dan warna bulu lebih bersih serta berkilau selain itu kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi yang diperlukan lebih terjamin.

AIR

Bagi murai kebutuhan terhadap air sama dengan kebutuhan makanan, murai air digunakan untuk minum dan mandi dengan demikian maka perlu menjaga kualitas air. Air minum yang disediakan harus berupa air matang yang sudah dingin dan setiap hari harus diganti dan tempat air minum supaya dibersihkan agar lumut yang biasanya menempel tercuci bersih.


3. Memandikan dan Menjemur Murai

Usahakan tempat memandikan murai menggunakan tempat khusus untuk mempermudah murai berpolah ketika mandi, dan mempermudah pemilik untuk membersihkan kandang dan mengganti makanan. Ingat burung yang sedang asyik mandi jangan dipaksa keluar dari tempat mandinya karena akan mengurangi ruang gerak saat mandi,dan biasanya burung yang belum puas mandinya maka akan menggunakan air minumnya untuk mandi. Jemurlah burung usai dimandikan guna mendapatkan rangsang sinar matahari khususnya di pagi hari karena sangat bermanfaat di dalam proses pembentukan suatu mineral, contohnya Kalsium. Dengan demikian cahaya jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolisme, reproduksi dan tingkah laku.

Selamat mencoba semoga tulisan ini bermanfaat bagi pemula dan hobiis burung

Oleh : Roni Mania & Muhammad Riyadi

http://seputar-infoburung.blogspot.com/2011/08/tips-merawat-murai-batu-bagi-pemula.html