Showing posts with label peliharaan. Show all posts
Showing posts with label peliharaan. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian Pakan Murai Batu

Pada artikel beberapa waktu yang lalu sudah dibahas tentang jenis-jenis pakan yang disukai sekaligus bergizi untuk burung murai batu. Pada artikel kali ini akan dibahas tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada Murai batu.

Dalam pemberian pakan pada murai batu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Jenis dan kualitas pakan

Jenis pakan yang umum diberikan oleh para hobiis pada murai batu peliharaannya adalah pakan kroto. Ini merupakan jenis pakan yang alami dan mengandung asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh murai batu secara lengkap. Pakan kroto yang berkualitas baik adalah pakan kroto basah yang masih segar. Jika pakan kroto basah segar sulit didapat, Anda bisa memberikan serutan telur ayam ras rebus. Serutan telur rebus ini juga terbukti mengandung protein dan zat gizi yang baik bagi pertumbuhan murai batu peliharaan Anda.

2. Kandungan nutrisi pakan

Setelah menetapkan jenis pakan yang akan diberikan pada murai batu tangkaran, Anda juga perlu menghitung asupan nutrisi yang harus diberikan pada murai batu. Hal ini dimaksudkan agar murai batu tumbuh sehat, bersuara merdu dan tahan terhadap serangan penyakit. Untuk mengetahui hitungan asupan nutrisi yang ideal bagi murai batu Anda bisa mendapatkannya dari ahlinya, misalnya penangkar ahli dan dokter hewan spesialis unggas.

3. Porsi pakan yang diberikan

Selanjutnya Anda juga perlu memperhatikan porsi makanan yang diberikan pada unggas. Porsi yang diberikan tidak boleh terlalu banyak, namun tidak boleh juga terlalu sedikit. Porsi besar cenderung menyebabkan kemubaziran dan mengundang serangga mengerubungi sisa pakan yang diberikan. Ini berpotensi menyebabkan sarang menjadi kotor dan mengundang kuman penyebab penyakit. Selain itu porsi yang terlalu banyak juga tidak baik bagi pencernaan dan kesehatan Murai Batu. Sebaliknya, porsi yang terlalu sedikit dikhawatirkan Murai Batu tidak mendapatkan asupan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhannya.

4. Frekuensi pemberian pakan

Anda perlu melatih murai batu untuk makan teratur dengan menetapkan frekuensi pemberian makan dan jadwal makan yang teratur. Hal ini selain bermanfaat bagi kesehatan pencernaan Murai Batu, juga akan memudahkan Anda dalam memberikan dan mempersiapkan pakan bagi Murai Batu.

5. Mengganti air minum secara teratur

Sebagaimana makhluk hidup lainnya, Murai Batu juga membutuhkan air minum untuk kesehatan pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, Anda perlu menyediakan air minum di tempat khusus dalam sangkar Murai Batu. Air minum yang Anda sediakan biasanya tidak selalu dihabiskan oleh Murai Batu. Selalu masih ada air tersisa dalam tempat minum. Oleh karena itu, air yang tersisa ini harus diganti secara rutin setiap kali Anda memberikan pakan baru bagi Murai Batu. Hal ini bertujuan agar air minum yang tersedia untuk murai batu selalu dalam kondisi bersih dan sehat.

Oleh: Neti suriana

Friday, May 10, 2013

Penyakit-penyakit Burung Murai Batu dan Cara Mengatasinya



Ada saatnya di mana burung-burung yang kita pelihara mengalami kondisi yang kurang baik (sakit), untuk itu sebagai pecinta burung kita juga diharuskan mengetahui gejala-gejala yang terjadi serta penanganan terhadap gejala tersebut dengan cara yang tepat. Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menimpa pada burung-burung peliharaan itu. Burung yang sehat juga tergantung dari bagaimana si pemilik merawatnya, karena apabila tidak diperhatikan dengan baik maka burung yang dipelihara akan rawan terhadap penyakit, bahkan lebih daripada itu jika si pemilik tidak mengerti mengenai penanganan terhadap burung peliharaannya yang sakit, bisa jadi burung yang dipelihara akan mengalami kematian. Itu adalah sedikit gambaran yang menjelaskan betapa pentingnya pengetahuan mengenai penanganan burung bagi seorang pecinta burung demi kelangsungan burung peliharaan itu sendiri.

Berdasarkan hal itu, penulis akan coba memaparkan tentang penyakit-penyakit burung dan cara mengatasinya, tetapi pada artikel ini apa yang akan dijelaskan penulis dikhususkan kepada jenis burung Murai Batu, dikarenakan peminat burung ini sendiri di Indonesia yang sangat banyak serta harganya yang memang mahal. Nah, Mungkin akan sangat disayangkan Murai Batu yang memiliki harga tinggi di pasaran yang telah menjadi milik anda, mati sia-sia hanya karena anda tidak mengerti gejala-gejala serta cara menanganinya. Padahal jika kita tau, penanganan terhadap burung jenis Murai Batu yang sakit juga tidak terlalu susah, bisa dengan cara alami ataupun melalui obat-obatan. Yang terpenting Adalah ketersediaan waktu anda serta keuletan anda dalam menanganinya.

Berikut penyakit-penyakit yang biasa terjadi pada burung Murai Batu dan cara menanganinya:
  • Suara burung Murai Batu yang Serak
    Penyakit ini juga sering terjadi pada burung Murai, ditandai dengan suara kicauan yang tidak jernih, tersendat-sendat, seperti ada sesuatu yang menganjal pada tenggorokan sang burung. Ada beberapa cara untuk menangani penyakit ini agar suara burung Murai merdu kembali, diantaranya : dengan meneteskan air perasaan daun lateng putih ke mata burung Murai, posisi burung diusahakan seperti menungging ketika meneteskan perasan daun lateng putih itu, agar lendir penyebab serak di tenggorokan Murai dapat keluar. Cara ini juga bisa dibarengi dengan memberi rebusan air sirih ke dalam minumnya, selain menghilangkan serak air sirih ini juga dapat dijadikan antibiotik burung murai.
  • Kutu yang terdapat pada bulu burung Murai Batu
    Jika tidak segera ditangani dengan baik, kutu-kutu ini dapat menyebabkan kerontokan bahkan kebotakan pada bulu burung Murai itu sendiri. Pastilah jika ini terjadi, keindahan pada burung Murai tersebut akan berkurang. Untuk mengatasi dan menghilangkan kutu-kutu itu anda bisa melakukan cara sebagai berikut : menggunakan air bekas cucian beras sebagai air untuk memandikan burung Murai, lakukan cara ini secara rutin karena ternyata air bekas cucian beras itu mengandung zat yang dapat menghilangkan kutu serta dapat mengkilapkan bulu burung Murai tersebut.
  • “Senot” atau pembengkakan pada mata burung Murai
    Penyakit ini bisa disebabkan karena pemberian pakan serangga yang terlalu over kepada sang burung, sehingga mata burung Murai akan mengalami pembengkakan. Biasanya juga disertai dengan mata berair. Jika tetap dibiarkan, gejala ini dapat mengakibatkan kebutaan pada burung. Cara yang dapat anda lakukan untuk menanganinya adalah dengan memperhatikan pemberian pola makan serangga pada sang burung, jangan terlalu kebanyakan, normalnya 5-15 serangga (jangkrik, ulat) per hari.
  • Bulu ekor yang lama tidak tumbuh
    Sudah jelas bahwa salah satu keunikan yang paling gampang dilihat dari seekor burung Murai adalah ekornya yang panjang. Tetapi ada problem yang terdapat pada burung Murai yaitu kadang mengalami keterhambatan pertumbuhan ekor, ini biasa terjadi sehabis masa-masa mabung (ganti bulu). Untuk mengatasinya serta melakukan percepatan terhadap pertumbuhan ekor burung Murai tersebut yaitu dengan membersihkan pori-pori ekor burung dengan air hangat, untuk menghilangkan kotoran-kotoran pada ekor burung, dilanjutkan dengan menggunakan bawang putih untuk membersihkannya. Pemberian pakan belalang kepada sang burung juga berguna dalam pertumbuhan bulu karena mengandung vitamin E, atau anda juga bisa menambahkan vitamin-vitamin yang diperjualbelikan untuk lebih mengefektifkan pertumbuhan ekor burung murai tersebut.

Itulah beberapa penyakit-penyakit yang sering dialami oleh burung Murai Batu beserta cara-cara penanganannya. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat membantu dalam mengupayakan burung Murai Batu yang anda miliki menjadi lebih sehat. Terima kasih :)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://fansburung.blogspot.com/2013/01/beberapa-cara-mengatasi-penyakit-pada.html
http://muraishinegroup.blogspot.com/2012/02/tips-mengobati-sakit-pada-murai-batu.html
Sumber Photo : google.com

Tuesday, May 7, 2013

Keunggulan Murai Batu



Tuhan menciptakan semua makhluknya mempunyai kelebihan dan kekurangan, masing-masing makhluk pasti menyadari itu akan kelebihan dan kekurangannya. Berbicara itu, burung yang tercipta dengan capaian jenis sekitar 1598 jenis yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu ribuan jenis tersebut ialah burung murai. Burung murai pun terbagi lagi mencapai beberapa jenis yakni Murai Batu Medan, Murai Aceh, Murai Batu Nias, Murai Jambi, Murai Batu Lampung, Murai Banjar (Borneo), Murai Palangka (Borneo), Dan Larwo (Murai Jawa).

Sembari dari pada itu, banyaknya jenis-jenis burung. Tidaklah disini dijelaskan satu persatu kelebihan atau ciri-ciri mereka semuanya tetapi di sini hanya akan dijelaskan mengenai kelebihan murai batu. Secara umum seperti disebutkan, bahwa burung murai batu saja mempunyai jenis sekitar delapan jenis yang kesemuanya tersebar di seluruh belahan pulau Indonesia. Keunikan burung ini sering menjadi binatang peliharaan oleh segelintir orang yang memiliki suara merdu dengan kicau yang menawan. Dan di samping itu menurut beberapa orang yang sudah mengetahui keunikan burung ini bahwa murai batu salah satu hewan yang mudah jinak dengan manusia. Inilah salah satu keunggulan yang dimiliki murai batu dari jenis burung-burung sekelasnya.

Dengan postur tubuh yang terbilang kecil dan ekor yang panjang menguntai serta menawannya tampilannya sungguh perlu diperhitungkan sebagai binatang peliharaan yang menanti suaranya melantun di waktu pagi bersua adalah satu kelebihan lagi bagi murung murai. Terselip juga untuk diketahui bahwa dari sekian ribu jenis burung ada, murai batu salah satunya yang selain sekedar hanya menjadi binatang peliharaan di teras rumah tetapi sering murai batu ikut diperlombakan dalam event-event perlombaan burung yang mementingkan suara. Kelentingan suara yang merdu dengan perawatan yang baik menjadikan sering event-event yang pesertanya burung murai batu akan semarak dan hidup dengan penampilan yang mungkin tidak mengecewakan.

Harga yang tidak murah, ialah menjadikan keeksotisan burung ini patut diperhitungkan oleh semua orang. Banyak orang selain hobi sekedar memelihara juga mengikutkan dalam event burung murai, ada juga yang menernakkannya karena nilai ekonomi yang menguntungkan dari menjamurnya pencinta burung murai. Menarik sekali bahwa keunggulannya menjadi produktivitas bagi manusia untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.

Dengan melepas sedikit dari burung-burung murai yang dipelihara oleh manusia bahwa burung-burung murai merupakan hewan hutan yang hidup dan beraktivitas di beberapa tempat yakni di kawasan pesisir yang burungnya cenderung mudah beradaptasi dengan manusia dan ukuran yang tidak terlalu besar, dan juga di kawasan pegunungan yang burungnya sedikit lebih liar dan postur badan yang besar dari burung-burung murai biasanya, serta di kawasan air terjun atau ngarai yang mempunyai kekhasan dari suaranya yang begitu menderu dan mendesir. Adalah itu keunggulan khas dari murai batu yang berbeda dari burung-burung yang lain untuk dapat diketahui semua orang.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber :
1. http://lucuunik-aneh.blogspot.com/2013/02/jenis-jenis-burung-murai-batu-foto.html.
2. http://buka-mata.blogspot.com/2012/06/ciri-dan-karakter-burung-murai-batu.html

Thursday, May 2, 2013

MURAI BATU YANG PENCEMBURU - Habis

Selain dari dua jenis burung murai batu tersebut, masih ada jenis burung murai batu lainnya yaitu burung murai batu Nias, Binjai dan Kalimantan. Namun untuk murai Kalimantan belum ada yang menjadikannya sebagai burung peliharaan karena suaranya kalah merdu dengan saudara saudaranya dari pulau Sumatra. Meskipun burung murai batu pada umumnya ketika di alam bebas memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat akan perubahan cuaca, namun ketika menjadi burung peliharaan burung pemakan serangga tersebut menjadi sedikit manja. Apalagi sifat dasar dari burung murai batu yang cepat akrab dengan pemiliknya, membuat burung murai batu dalam sangkar yang jinak jinak merpati karena tetap saja kalau pintu sangkarnya terbuka sang murai akan kabur terbang ke alam bebas dan menjadi burung merdeka. Jadi tidak ada salahnya kebersihan kandang (tidak harus selalu bagus dan mahal) dan kenyamanan kandang harus senantiasa dijaga kebersihannya. Para hobiis biasanya memberikan makanan pada burung murai batu (apapun jenisnya) dengan telur lebah, ulat hingkong, kroto ataupun jangkrik. Namun sesekali diberikan juga makanan pelengkap berupa pelet ataupun poer yang tersedia di pasaran.

Nah bagi para hobiis pemula yang ingin rumahnya dihiasi kicauan murai batu di pagi hari ada beberapa langkah yang bisa dicermati untuk memperoleh murai batu yang baik. Menurut para hobiis murai batu yang sudah malang melintang dan telah banyak memakan asam garam dalam melihat karakteristik burung murai batu dapat diambil kesimpulan, bahwa murai batu adalah hewan yang paling mudah jinak dan cepat akrab dengan pemiliknya. Atas dasar itulah banyak hobiis yang jatuh hati pada burung murai batu. Namun seperti manusia murai batu juga memiliki rasa cemburu dan merasa tersaingi jika ada burung murai lainnya (takut majikannya berpaling hati ) sehingga akan terjadi pertempuran adu kemampuan siapa yang memiliki suara yang paling lantang dan merdu agar dia tetap disayang oleh tuannya. Sifat dasar itulah sering di manfaatkan oleh para hobiis ketika mengadakan lomba, sehingga tidak usah susah payah membujuk sang murai batu untuk bersuara dan memenangkan lomba. Dan ternyata nafsu birahi dari murai batu jantan cukup tinggi sehingga tidak akan kesulitan untuk mengawinkan murai batu jantan dengan pasangannya.

Bagi para hobiis pemula yang akan mulai mencari bakalan murai baru untuk di pelihara ada beberapa tips yang bisa dijadikan pegangan diantara adalah dalam memilih burung murai batu dengan kepala berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot (hal tersebut menunjukkan sang murai mempunyai mental tempur yang yahud), untuk yang berkelamin jantan murai batu dapat dicirikan dengan warna bulu hitam yang tegas dan mengkilap serta kontras. Dan ekor murai jantan lebih panjang dari yang betina. Walaupun kecil tapi coba pilih burung murai dengan paruh bagian bawah yang lurus, dengan bentuk paruh yang lebar, tebal, besar dan panjang. Selain itu pilih juga lubang hidung yang sedekat mungkin dengan posisi mata. Nah untuk postur tubuh, pilihlah murai batu dengan postur sedang sedang saja (tidak terlalu gemuk apalagi kurus) dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan pernah memilih murai yang berleher dan berbadan pendek. Leher panjang dan padat berisi menandakan burung murai tersebut akan mengeluarkan power suara secara maksimal. Nah untuk yang satu ini tidak boleh dilewatkan adalah mencari bakalan murai yang lincah dan bernafsu makan besar dan warna kaki tidak ada pengaruh sama sekali dengan mental burung murai yang akan di pelihara. Selamat mencoba.

OLEH : DENNY SURYADHARMA