Showing posts with label kondisi. Show all posts
Showing posts with label kondisi. Show all posts

Friday, August 30, 2013

Keuntungan Memelihara Murai Batu Trotol



Istilah trotol dipakai pada Murai Batu anakan dengan taksiran umur di bawah 5 bulan yang sedang menuju masa mabung atau pergantian bulu guna menjadi Murai Batu remaja. Pada masa ini, kondisi Murai Batu trotol sudah mulai sempurna, bulu-bulu sudah tumbuh keseluruhan tapi warna bulu belum mengkilap, mampu nangkring dengan kokoh, dan mulai mencoba mematuk pakan sendiri ketika disodorkan oleh si pemilik. Jika anda salah satu pecinta murai batu dan mempunyai banyak waktu luang untuk merawat burung kicauan favorit anda ini, cobalah untuk memelihara murai batu di masa trotolnya. Perlu anda ketahui, saat ini banyak penghobi burung kicauan mencari Murai Batu trotol untuk dimasterkan. Salah satu alasannya sudah jelas, dilihat dari harganya Murai Batu trotol lebih murah daripada Murai Batu dewasa yang sudah gacor sehingga budget yang anda keluarkan tidak terlalu besar.

Karena banyaknya permintaan, mendapatkan Murai Batu trotol juga tidaklah mudah. Beberapa penangkaran Murai Batu ada yang sampai menggunakan nomor antrian kepada pemesan akibat stok Murai Batu trotol yang tidak selalu ada. Sebagian penangkaran malahan ada yang tidak mau menjual Murai Batu trotol karena harga jualnya yang murah, mereka lebih memilih untuk meneruskan penangkaran sampai Murai Batu menjadi dewasa dan bisa dijual dengan harga yang tinggi. Kisaran harga Murai Batu trotol saat ini yaitu 1 juta – 2 juta rupiah dengan umur 2-3 bulan. Bagi orang awam, mungkin harga sedemikian sudah cukup mahal dalam mendapatkan burung kicauan, tapi bagi penghobi untuk sejenis burung kicauan Murai Batu, harga sedemikian belum ada apa-apanya dibanding nanti ketika Murai Batu sudah dewasa, gacor dan apalagi dapat memenangkan event-event lomba.

Kembali kepada keuntungan memelihara Murai Batu di masa trotol yaitu selain pada harga belinya yang masih terjangkau, masa trotol adalah masa di mana Murai Batu sangat mudah beradaptasi, mudah jinak, dan mudah untuk dimasterkan. Dari segi umur yang masih anakan, membuat Murai Batu trotol tidak gampang stres, isian suara kicauannya juga masih standar burung kicauan, jadi anda bisa menyesuaikan dengan suara masteran yang anda mau, pada keadaan ini Murai Batu trotol akan sangat mudah untuk dibimbing si pemilik ke arah yang diinginkannya. Nah, hal itulah yang banyak dimanfaatkan penghobi dalam menciptakan ciri khas Murai Batu masteran mereka, kebanyakan Murai batu yang sering memenangkan lomba adalah Murai Batu yang sudah memang dirawat dari trotol dan dilatih sampai Murai Batu dewasa, baik Murai Batu trotol yang dihasilkan dari tangkaran ataupun Murai Batu trotol yang didapat dari hutan.

Tapi yang perlu diingat, membeli Murai Batu trotol itu artinya anda harus mempunyai ketekunan yang lebih dalam melakukan perawatannya. Itulah kenapa, ketersediaan waktu luang anda sangatlah penting. Jangan sampai anda gagal merawat Murai Batu trotol mencapai masa kedewasaannya akibat kematian yang melanda. Bagaimanapun juga kondisi tubuh Murai Batu trotol tentu masih sangat rentan dan belum stabil. Beda dengan membeli Murai Batu dewasa yang mungkin kita hanya akan meneruskan perawatan sebelumnya dengan kondisi Murai Batu yang juga sudah oke. Oleh sebab itu, perlunya ketekunan anda merawat Murai Batu trotol akan membuka pintu keberhasilan Murai Batu tersebut ketika dewasa.

Oleh : Roma Doni
Sumber Photo : Google.com

Friday, August 2, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Susah Bertelur



Dalam memulai penangkaran Murai Batu memang tidak selamanya mengalami jalan yang mulus. Ada kendala-kendala kecil yang ditimbulkan saat penangkaran yang dapat menghambat kelancaran usaha penangkaran anda. Salah satu kendala yang biasa dialami bagi pemula penangkaran Murai Batu adalah Murai Batu yang ditangkarkan tidak kunjung bertelur. Tentu saja hal itu akan mengganggu kelancaran usaha, apalagi di saat menunggu masa-masa berkembangbiak para penangkar juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Keengganan Murai Batu betina untuk bertelur juga bisa disebabkan oleh faktor usia yang terlalu Muda, sehingga belum ada kematangan birahi yang ditimbulkannya. Sedangkan dalam masa perkembangbiakan yang baik ialah ketika benar-benar kedua indukan Murai Batu siap dalam hal kematangan usia, mental, dan birahi yang tinggi.

Selengkapnya mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan Murai Batu sulit bertelur beserta cara mengatasinya akan penulis paparkan di bawah ini :

  • Indukan Murai Batu Betina belum siap ‘kawin’
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, apabila salah satu Indukan Murai Batu tidak siap untuk proses ‘Kawin’ maka perkembangbiakan juga akan terhambat. Ketidaksiapan di sini bisa berupa : Murai Batu yang masih liar, belum mencapai kematangan birahi-nya. Solusinya, sebelum melakukan penangkaran pilihlah kedua Indukan Murai Batu yang jinak dan sudah mencapai kematangan birahi, kalau perlu indukan Murai Batu yang betina pilih yang sudah pernah bertelur sebelumnya.

  • Pemberian pakan yang tidak tepat
    Jenis pakan dan porsi pemberian pakan pada Indukan Murai Batu juga perlu diperhatikan. Apabila selama ini diberi jenis pakan berbeda-beda dengan porsi yang juga tidak teratur, jelas hal itu akan menyulitkan dalam mengatur birahi Murai Batu. Jika dalam penangkaran indukan Murai Batu tidak mencapai kondisi birahi tinggi, atau salah satunya saja yang mencapai birahi, akan sangat menyulitkan dalam proses perkawinan nanti, kemungkinan juga akan terjadi pertarungan dalam tangkaran. Untuk itu, mulailah anda untuk menentukan jenis pakan dan porsi yang teratur, kami menyarankan pemberian pakan berupa serangga kecil : jangkrik, belalang, ulat atau juga kroto. Tidak disarankan kepada jenis pakan olahan seperti pelet, voor dan lain-lain.

  • Kondisi tempat penangkaran yang tidak mendukung
    Demi menciptakan kenyamanan bagi indukan Murai Batu yang ingin ditangkarkan, sebisa mungkin tempat penangkaran haruslah dalam kondisi nyaman dan tenang. Jauhkan dari suara-suara keramaian yang justru membuat indukan Murai Batu ketakutan. Indukan Murai Batu yang merasa terancam akan menghabiskan waktunya untuk mewaspadai diri dari gangguan-gangguan yang dianggapnya berbahaya.

  • Berikan obat perangsang birahi
    Sebagai pendukung kesuksesan pada masa perkembangbiakan, tidak salah anda memberikan obat-obatan yang dapat merangsang hormon FSH (Follikel Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang keduanya sangat bagus untuk meningkatkan birahi ‘kawin’ guna indukan Murai Batu betina dapat bertelur.

Mengatasi Murai Batu yang susah bertelur bukan merupakan problem yang sulit, namun walaupun begitu tetap diperlukan perawatan khusus yang tepat agar kedua indukan Murai Batu berada dalam kondisi yang siap untuk ‘kawin’ dan jika sudah berada dalam posisi ini anda tidak perlu menunggu waktu yang lama, sampai indukan Murai Batu betina mengeluarkan telurnya. Demikian artikel ini, semoga anda dapat menerapkan langkah-langkahnya dengan baik dan masalah mengenai Murai Batu yang anda alami dapat teratasi. Terima kasih.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://globalfaunafarm.com/artikel-murai/
Sumber Photo : Google.com

Friday, July 26, 2013

Cara Mengatasi Murai Batu yang Mematuki Bulu Sendiri



Bagi pecinta Murai Batu pasti pernah mengetahui kondisi seperti ini, yaitu di mana Murai Batu melakukan perilaku yang mengakibatkan kerusakan pada bagian bulu sayap, perut, paha dan ekor karena dipatuki sendiri. Keadaan seperti itu memang kerap kali terjadi pada Murai Batu, karena adakalanya Murai Batu mengalami kondisi yang tidak stabil sehingga menyebabkan stres pada Murai Batu, dan biasanya cara melampiaskan stresnya adalah dengan mematuki bulunya sendiri. Kefatalan yang dapat terjadi akibat perilaku buruk ini ialah kecacatan fisik yang akan diderita Murai Batu. Patukan-patukan yang mengenai tubuhnya berpotensi menimbulkan kerontokan bulu dan luka pada bagian tubuh sehingga jika dilihat burung Murai Batu akan tampak jelek. Sudah barang tentu meskipun burung Murai Batu tersebut memiliki kicauan yang merdu apabila tidak didukung dengan penampilan dari segi fisik yang baik pasti terlihat tidak proporsional, dari segi harga jual juga akan menurun.

Kebiasaan Murai Batu tersebut mematuki bulunya sendiri disebabkan oleh beberapa faktor :

  • Pemberian pakan burung yang salah

    Pemberian pakan yang tidak sesuai takaran baik dari segi jumlah ataupun jenis membuat Murai Batu gampang mengalami birahi yang tinggi. Sebenarnya bagus apabila Murai Batu cepat mencapai birahi, karena otomatis meningkatkan gairah bertarungnya dalam perlombaan, namun apabila kenaikan birahi di saat tidak dalam keadaan lomba, maka burung Murai Batu akan mengalami over birahi akibat tidak adanya lawan ketika kondisi sedang naik. Nah, keadaan seperti itu dapat menyebabkan Murai Batu mematuki bulunya sendiri sebagai bentuk dari pelampiasan jiwa betarungnya.

  • Ketertekanan jiwa Murai Batu

    Yaitu adanya ketidakstabilan Mental Murai Batu disebabkan lawan yang terlalu tangguh. Murai Batu yang berusia muda masih memiliki mental tarung yang belum sempurna, sehingga apabila dipaksakan untuk mengikuti lomba atau disandingkan dengan Murai Batu yang sudah memiliki kicauan yang terlatih pasti mental jiwa akan tergolak. Hal itu akan membuat Murai Batu merasa tertekan, ketertekanan itu dapat diketahui dengan melihat tingkah lakunya yang tidak menentu lagi, salah satunya dengan mematuki bulunya sendiri.

Cara yang dapat anda ambil sebagai usaha untuk menanggulangi kebiasaan buruk tersebut adalah :

  • Mengatur pola setingan penempatan sangkar dan pakannya

    Pemberian pakan yang teratur, misal pemberian pakan jangkrik seimbang : 2 ekor di pagi hari dan 2 ekor di sore hari. Pengaturan ini dapat mengatur tingkat birahi Murai Batu menjadi baik, selain itu penempatan sangkar yang sesuai dengan usia Murai Batu juga berdampak demikian.Seperti menjauhkan dari binatang-binatang pengganggu : kucing, ayam atau juga burung Murai Batu yang terlalu tangguh di saat usia Murai Batu yang dipelihara belum mencukupi.

  • Melakukan perawatan dan pemeliharaan yang secukupnya

    Perawatan dan pemeliharaan di situ dapat berupa : penjemuran Murai Batu setiap hari antara jam 9-10 pagi, tidak terlalu lama sekitaran 30 menit. Pengerudungan pada sangkar Murai Batu di malam hari untuk menjaga kondisi Murai Batu agar tidak kedinginan. Dan di pagi hari kerudung dapat dibuka sampai sore hari, begitu seterusnya.

  • Beberapa penghobi meletakkan alas pada dasar sangkar Murai Batu, dengan tujuan sebagai pengalihfungsian amarahnya. Alas yang dimaksud dapat berupa kertas buku, koran, kalender, namun setiap hari alas tersebut harus diganti atau dibersihkan untuk menghindari timbulnya penyakit akibat tumpukan kotoran Murai Batu itu sendiri.

Demikianlah tips atau cara yang bisa dilakukan di saat Murai Batu milik anda mengalami kebiasaan mematuki bulunya sendiri. Kebiasaan kecil yang buruk jika dibiarkan saja kebiasaan itu juga pastinya akan mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Namun langkah tepat yang anda lakukan dapat menghambat efek-efek negatif yang akan ditimbulkan, begitu juga terhadap Murai Batu milik anda. Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat bagi anda dalam menjaga kualitas Murai Batu yang lebih baik. Trims

Oleh : Roma Doni
Referensi : http:/sklbirdfarm.com/2012/08/08/tips-mengatasi-murai-batu-yang-matukin-bulu-sayapekor/
Sumber Photo : Google.com

Tuesday, April 23, 2013

Burung Murai Batu: Mengenal Jenisnya dan Cara Merawatnya


Jika ditanya kepada para maniak burung, burung apakah yang sedang naik daun dan diminati oleh banyak orang saat ini? Jawabannya, pasti burung murai batu. Burung yang berasal dari keluarga Turdidae ini memang burung yang sedang diincar banyak orang, karena ia memiliki suara yang merdu. Selain itu, dalam hal perawatannya juga termasuk burung yang mudah dan gampang.

Jenis burung murai batu juga beragam, dan lebih tepatnya berkaitan dengan habitat dan asalnya. Namun yang paling terkenal ada enam jenis burung murai batu:

1. Murai batu Aceh
2. Murai batu Medan
3. Murai batu Lahat
4. Murai batu Lampung
5. Murai batu Jambi
6. Murai batu Borneo

Kenapa Banyak Orang Menyukai Burung Murai Batu?

Bila ditanya kepada para maniak burung murai batu, ada tiga alasan kenapa mereka mau memelihara burung murai batu.

1. Mudah beradaptasi

Burung murai batu adalah jenis burung yang paling gampang beradaptasi dengan lingkungan. Baik jenis murai batu yang didapat tersebut memang sudah terbiasa tinggal di sangkar maupun yang didapat dari alam bebas, tak susah untuk beradaptasi. Sehingga, hampir dapat dikatakan, burung murai batu termasuk jenis burung yang jarang mengalami stres.

2. Penyabar dan Pesaing

Bagi Anda yang sudah memiliki murai batu atau yang sudah pernah melihat persaingan suara antar burung murai batu pasti menyaksikan betapa sabarnya burung murai batu. Ia tak pernah kendur sedikitpun untuk mengeluarkan suaranya ketika ada burung murai batu yang lain bersuara atau bernyanyi. Dan satu hal lagi, burung murai batu tak mudah naik darah, apalagi sampai drop jika ada burung lain yang bersuara.

3. Jinak

Burung murai batu termasuk jenis burung yang jinak. Ketika sekali terpancing dengan suara, maka ia akan terus membalasnya. Karena banyak sekali orang yang tertarik ingin memilikinya. Tak mesti dengar suara burung murai batu yang asli atau suara rekaman burung murai batu, suara manusia pun ia akan menyahutinya. Inilah daya tariknya yang luar biasa.

Cara Merawat Burung Murai Batu

Setelah tahu alasan kenapa banyak orang memelihara burung murai batu, tentu Anda juga ingin tahu seperti apa merawat burung murai batu yang tepat? Berikut ini penulis paparkan.

1. Jika Burung dalam kondisi sehat

Burung murai batu adalah jenis burung yang memiliki tiga kondisi. Yaitu, dalam kondisi sehat, saat lagi nafsu birahinya memuncak, dan saat drop. Bila burung murai batu dalam kondisi sehat, maka cara merawatnya yang awal dilakukan adalah dengan mengangin-anginkannya sejak pagi, misalnya dilakukan di teras rumah. Jangan terlalu lama mengangin-anginkannya, kira-kira setengah jam saja.

Setelah diangin-anginkan, mandikanlah burung murai batu Anda. Dalam memandikannya, bisa dilakukan dengan menyemprot bersamaan dengan sangkarnya ataupun burungnya saja. Itu tergantung pada pilihan Anda sendiri.

Jangan lupa untuk selalu mengganti pakannya, maksimal dua hari sekali. Simpanlah dalam toples dan letakkan di dalam sangkarnya. Selalulah membersihkan sangkarnya. Akan lebih baik, bila dilakukan setiap hari. Boleh juga ditambah dengan makanan lain yang bisa membuat suara burung murai batu menjadi lebih bagus lagi.

Jika ingin menjemurnya, lakukanlah di antara jam 8 sampai dengan jam 11. Selama menjemurnya, jangan pernah burung murai batu Anda didekatkan dengan burung murai batu lainnya. Bila sudah dijemur, angin-anginkanlah sebentar kira-kira 10 menit. Baru setelah itu bungkus sangkarnya kembali.

Selama burung di dalam bungkusan, cobalah untuk terus menghidupkan suara burung murai batu dari MP3 atau dalam bentuk rekaman lainnya. Anda bisa mendownload suara burung murai batu melalui internet.

Di sore hari, jika Anda rajin maka bolehlah untuk memandikan burung murai batu kembali. Setelah diangin-anginkan sekitar 10 menit, lalu masukkan ke dalam sangkarnya dan bungkus kembali. Lalu dengarkan kembali rekaman suara burung murai batu. Suara rekaman inilah yang bakal menjadikannya bisa memiliki suara yang merdu.

2. Jika nafsunya lagi memuncak

Burung murai batu termasuk jenis burung yang memiliki nafsu birahi yang besar. Jika sedang memuncak, ia memiliki ciri-ciri. Di antaranya, tampak begitu agresif tingkah lakunya, sangkar kerap di patuk-patuknya, dan bulu sayapnya kerap turun. Jika kondisinya seperti ini, maka porsi pakannya dikurangi menjadi setengah dan usahakan lebih sering memandikannya. Kemudian berikan makan 2 ekor cacing dua kali seminggu. Lalu, diembunkan setiap pagi dan masa penjemurannya dikurangi.

3. Bila dalam kondisi drop

Jika dalam kondisi drop, maka yang paling utama dilakukan adalah dengan memberinya makan jangkrik, kelabang dan mandinya dikurangi menjadi sehari sekali saja. Jika dalam kondisi drop seperti ini, usahakan jangan sampai ia bertemu dan melihat burung murai batu lain. Terlebih lagi, jangan sampai ia mendengar suara burung murai batu yang sehat.

Nah, seperti inilah cara perawatan burung murai batu yang memiliki suara merdu dan selalu diburu oleh banyak orang. Merawatnya memang tidak sulit, tapi mesti telaten.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution